220910 XL Dapatkan Pinjaman Rp 2,5 Triliun

JAKARTA–PT XL Axiata berhasil mendapatkan pinjaman senilai 2,5 triliun rupiah dari  Bank Mandiri untuk memperkuat belanja modalnya tahun ini.

Direktur Utama XL Hasnul Suhaimi mengungkapkan, fasilitas pinjaman tersebut memiliki jangka waktu selama 5 tahun sejak ditandatanganinya perjanjian kredit.

Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Fransisca Nelwan Mok dan Direktur Utama XL Hasnul Suhaimi di Kantor Pusat XL, Menara Prima Jakarta, Jum’at (17/9).

“Pemberian fasilitas kredit ini dapat kami manfaatkan untuk kepentingan pembiayaan perusahaan sesuai karakteristik industri telekomunikasi yang dinamis serta padat modal sehinggamembutuhkan dukunganpembiayaan setiap tahun,” ujar Hasnul melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (21/9).

Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Fransisca Nelwan Mok mengatakan, kerjasama ini merupakan bentuk dukungan perseroan  untuk mendorong perkembangan bisnis  XL sehingga dapat tumbuh bersama dengan prinsip saling menguntungkan.

“Kami berupaya untuk selalu memberikan layanan terbaik untuk mendukung XL dalam menjalankan operasional perusahaan untuk dapat selalu berkembang melalui pemberian fasilitas kredit dan penggunaan produk/jasa dari Bank Mandiri sehingga menjadikan Bank Mandiri sebagai salah satu bank operasional XL,” katanya.

Berdasarkan catatan,
Pada 2010, XL mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar 400-450 juta dolar AS, yang akan digunakan untuk ekspansi, antara lain menambah jumlah menara radio pemancar (BTS).

Saat ini jumlah BTS mencapai 19.349 unit, pada 2010 akan ditambah sekitar 1.500-2.000 unit BTS.

Perseroan memperkirakan  pendapatan pada 2010 tumbuh hingga 15 persen menjadi sekitar 15,99 triliun rupiah , naik dari pendapatan 2009 sebesar 13,9 triliun rupiah. Hingga semester I lalu XL telah meraup 35,2 juta pelanggan.[Dni]

220910 Kemenhub Tunda Kenaikan Tarif Kereta Ekonomi

JAKARTA–Kementrian Perhubungan (Kemenhub) menunda kenaikan tarif kereta api ekonomi karena ingin membantu daya beli masyarakat menggunakan transportasi massal.

“Rencananya kenaikan tarif  kereta api ekonomi bakal dilaksanakan pada 1 Oktober mendatang. Namun, kami tunda hingga 2011 karena tidak sesuai dengan kondisi masyarakat,” ungkap Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub, Bambang Supriyadi Ervan di Jakarta, Selasa (21/9).

Dijelaskannya, konsekuensi penundaan maka Menhub akan mengeluarkan surat keputusan  yang baru untuk merevisi KM No 48  Th 2010 mengenai rencana kenaikan tarif KA ekonomi pada 1 Oktober.

Dalam KM No 35 tahun 2010 disebutkan, kenaikan tarif KA ekonomi untuk seluruh lintasan di Indonesia berkisar antara 8-75 persen.

Sebelumnya, Kemenhub telah merencanakan kenaikan tarif KA ekonomi pada 1 Juli lalu dengan diterbitkannya KM No  35 tahun 2010 yang diteken Menhub pada  20 Juni 2010. KM tersebut berisi tentang  rincian kenaikan tarif untuk 1 Juli 2010.

Kemudian KM tersebut  dibatalkan dengan terbitnya KM No 48 tahun 2010 pada tanggal  4 Agustus 2010 mengenai kenaikan tarif KA ekonomi pada 1 Oktober 2010.

“Sedangkan untuk waktu kapan akan diberlakukan pada 2011 nanti masih dicari jadwal yang