210910 Kemenkominfo Revisi Aturan Internet Kecamatan

JAKARTA– Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) merevisi  Peraturan Menkominfo No.48/2008 tentang Penyediaan Jasa Akses Internet pada Wilayah Pelayanan Universal Telekomunikasi Internet Kecamatan agar lebih tepat sasaran.

“Kami membuka konsultasi publik mulai hari ini  hingga 24 September mendatang,” ungkap Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo Gatot S. Dewa Broto di Jakarta, Senin (20/9).

Diungkapkannya,  poin paling pokok dalam perubahan yang tertuang dalam Rancangan Peraturan Menkominfo (RPM) tersebut menyebutkan bahwa ketentuan Pasal 3 diubah sehingga berbunyi setiap pusat layanan Internet kecamatan wajib terhubung dengan sistem informasi manajemen dan monitoring layanan Internet kecamatan yang dikelola dan dioperasikan oleh Balai Telekomunikasi dan Informatika Perdesaan (BTIP).

“Nantinya setiap pusat layanan Internet kecamatan wajib menggunakan akses Internet dari sistem informasi manajemen dan monitoring layanan Internet kecamatan yang berfungsi sebagai penyediaan dan sistem monitoring serta manajemen perangkat dan jaringan,” ujarnya.

Fungsi sistem informasi manajemen dan monitoring layanan Internet kecamatan dilaksanakan oleh BTIP sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Adapun, konten yang dimaksud merupakan konten yang bersifat aman, sehat, dan mendukung industri kreatif.

Gatot menambahkan sistem informasi manajemen dan monitoring layanan Internet kecamatan harus dapat terhubung dengan Internet Exchange yang akan dikelola dan dioperasikan oleh BTIP.

Selain perubahan RPM  itu, Kemenkominfo juga melakukan  uji publik terhadap RPM tentang Sistem Informasi Manajemen dan Monitoring Layanan Internet Kecamatan.

Tender Internet sendiri telah digelar tahun lalu dan terdapat beberapa pemenang. Namun, dilapangan ditemukenali ada penyimpangan.

Misal,  masyarakat yang memanfaatkan Layanan Internet Kecamatan di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Jawa Timur mengeluh karena disuruh membayar 10 juta rupiah untuk mengaktifkan jasa yang dibiayai oleh dana USO.

Diduga ini ulah subkontraktor yang disewa pemenang untuk pembangunan. Di NAD pemenangnya adalah Telkom, sedangkan di Jatim yakni Jastrindo Dinamika.[Dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s