080910 Puncak Arus Mudik Angkutan Udara H-2

JAKARTA—Pemerintah memperkirakan puncak arus mudik untuk angkutan udara akan terjadi pada H-2 atau Rabu (8/9) besok.

“Jika melihat pola masyarakat melakukan mudik dari tahun ke tahuna terdapat tiga factor yang mempengaruhi yakni pola pentarifan, pembagian tunjangan hari raya (THR), dan libur anak sekolah. Untuk penerbangan, saya perkirakan puncak arus mudiknya pada Rabu besok,” ungkap Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono di Jakarta, Selasa (7/9).

Diharapkannya, semua pihak terkait harus bisa mengantisipasi masalah ini, karena bila pada beberapa hari ini belum ada lonjakan penumpang, maka saat puncak arus bisa tidak tertangani.

Berdasarkan catatan, penumpang Lebaran 2010 di Bandara Soekarno Hatta, bandara terbesar Indonesia, terlihat mulai ada peningkatan penumpang pesawat sejak H-7 dengan jumlah penunpang sebanyak 35.786, pada H-6 menjadi 42.475 dan menjadi 46.297 penumpang pada H-5.

Ketua Asosiasi Perusahaan Angkutan Udara Nasional Indonesia (INACA) Emirsyah Satar mengatakan, operator-operator penerbangan telah mempersiapkan diri menghadapi lonjakan penumpang.

“Pada saat puncaknya akan sangat besar, karenanya kita telah mengantisipasinya. Penumpang paling banyak diperkirakan H-2 dan H-1 ,” ujarnya.

Dipastikannya, persediaan kursi bagi para penumpang dipastikan bakal cukup, karena operator telah menyiapkan sebanyak 727 penerbangan tambahan dengan 228.247 kursi.

Kursi tambahan tersebut tidak termasuk beberapa maskapai yang telah menambah pesawat baru pada masa puasa ini. Bila pada 2009 lalu armada lebarannya berjumlah 226 unit pesawat, pada musim lebaran sekarang berjumlah 244 unit.

“Jadi bila pada 2009 jumlah penumpang sebanyak 1,7 juta, tahun ini diprediksikan ada 2 jutaan. Pertumbuhan sekitar 15 persen,” ujarnya.

Diingatkannya, tidak stabilnya cuaca dan adanya penambahan penerbangan, akan membuat jadwal penerbangan sedikit berubah. “Kami memohon kepada para penumpang untuk memaklumi kalau pesawat sedikit delay,”katanya.

Berkaitan dengan kebutuhan bahan bakar, Emirsyah memastikan maskapai membutuhkan tambahan pasokan avtur. Hal ini karena saat golden hours atau jam sibuk hilir mudik pesawat di bandara mulai pukul 5 sampai 8 pagi, hingga terjadi antrian pesawat untuk mendarat.

“Penggunaan bandara semakin padat mulai pukul 5 pagi, pesawat yang holding di udara bisa sampai 8 unit menunggu giliran mendarat. Nah,  berputar-putar di udara ini kan butuh tambahan avtur sehingga
konsumsinya meningkat,” jelansya.

Vice President Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun mengungkapkan, pihaknya perseroan sudah mulai melayani lonjakan permintaan avtur sejak H-8 atau  sejak Jum’at (3/9) lalu.

“Rata-rata konsumsi avtur harian 7.800 kiloliter per hari. Sementara
Jum’at dan Sabtu kemarin konsumsi naik 10,2 persen  menjadi 8.600 KL. Lalu sempat turun menjadi 8.400 KL pada minggu,” katanya.

Pertamina memperkirakan saat puncak mudik, konsumsi avtur bisa
mencapai 9.000 KL atau meningkat 15 persen dari konsumsi rata-rata harian.

“Untuk memastikan pasokan avtur saat arus mudik dan balik lancar, kami menyediakan 200.000 KL setara 26 hari selama lebaran. Stok ini sangat aman, karena kami sesuaikan dengan kebutuhan maskapai. Baik untuk penerbangan reguler maupun penerbangan tambahan,” jelasnya.

Terbang malam
Pada kesempatan lain, VP Aviation Bussiness PT Angkasa Pura II, Amran mengungkapkan, padatnya penerbangan di Bandara Soetta membuat tidak bisa dihindarinya penerbangan tengah malam. “Sebagian penerbangan untuk mudik dilakukan pada tengah malam,” jelasnya.

Dijelaskannya, saat ini sudah ada sejumlah bandara yang bisa dilalui tengah malam. Bandara tersebut telah dilengkapi dengan peralatan yang memungkinkan pendaratan pada tengah malam.

Bandara-bandara itu adalah Polonia (medan), Sultan Iskandar Muda (Aceh), Minangkabau (Padang), Sultan Thaha (Jambi), Sultan Badaruddin (Palembang) dan Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru).
Penerbangan  kategori  tengah malam bila dilakukan lebih dari pukul 23.00 waktu setempat.

Pada musim mudik 2010, Bandara Soetta akan menampung hampir 600 frekuensi penerbangan. Dengan jadwal penerbangan reguler yang telah padat, PT AP II harus mengatur slot penerbangan tambahan lagi.

“Kita akan tempatkan penerbangan tambahan pada sela-sela slot reguler yang kosong. Tetapi tetap mengutamakan penerbangan reguler, jadi pasti ada yang dapatnya tengah malam,” ujarnya.

Secara terpisah, Direktur Niaga Sriwijaya Air, Toto Nursatyo mengatakan, pihaknya juga akan melakukan penerbangan tengah malam.

“Ada beberapa slot yang dapatnya tengah malam seperti ke Palembang dan ke Jogja. Penerbangan ini dilakukan untuk memberikan layanan satu jalan saja,  karena biasanya pulang sama sekali tidak ada penumpang,” kata Toto.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s