070910 Bersiap Menghadapi Pesta Besar

Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) pada awal bulan ini melakukan uji kesiapan jaringan operator telekomunikasi menyambut lonjakan trafik kala Lebaran nanti.

Uji jaringan dilakukan dengan metode test call yakni pengujian jaringan telekomunikasi dalam keadaan diam dan drive test atau pengetesan sambil berkendara.

Drive test dilakukan pada 4 rute yakni Jakarta-Cirebon-Losari, Jakarta-Merak, Jakarta-Cileunyi-Nagreg-Garut-Tasikmalaya, dan Semarang-Yogyakarta-Solo.

Operator yang diuji yakni Telekomunikasi, Indosat, XL, Natrindo, Hutchison CP Telecom, Telkom, Smart Telecom, Mobile-8 Telecom, dan Sampoerna Telekomunikasi Indonesia.

Saat ini Indonesia  memiliki 11 operator yang memegang lisensi telepon nirkabel bergerak seluler dan telepon nirkabel mobilitas terbatas Fixed Wireless Access (FWA), yakni Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata.

Selanjutnya,  Natrindo Telepon Seluler (Axis), Hutchison CP Telecom (Tri), Mobile-8 Telecom (Fren, Hepi), Smart Telecom (Smart, Smartfren), Bakrie Telecom (Esia), Telkom (Flexi), Sampoerna Telecom Indonesia (Ceria), dan Batam Bintan Telecom (BBT).

Komposisi pelanggan terbesar masih dikuasai Telkomsel dengan 91 juta, Indosat 37,7 juta, XL 35,2 juta, Flexi 16,2 juta, Esia 11,1 juta, Axis 7,5 juta, Tri 7,5 juta, Mobile-8 2,5 juta, Smart 3 juta, dan sisanya Ceria dan BBT.

Dari hasil uji jaringan dinyatakan  kesiapan jaringan operator sudah mencapai lebih dari 96 persen untuk menghadapi pesta besar nanti.

“Kami pastikan seluruh operator telekomunikasi kita sudah siap untuk menghadapi lonjakan trafik saat libur lebaran,” ungkap anggota BRTI, Ridwan Effendi, di Jakarta, belum lama ini.

Diungkapkannya, berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan tingkat kesuksesan panggilan atau call ratio semua operator di Indonesia rata-rata di atas 96 persen. Sedangkan  standar minimal call ratio milik regulator hanya sebesar 90 persen.

Sementara untuk dropp call rate paling tinggi dari seluruh operator sebesar 3,8 persen dari rata-rata seluruh operator 1,03 persen. Angka itu jauh lebih baik dari standar minimum yang ditetapkan BRTI maksimal 5 persen.

Terakhir, untuk layanan pesan singkat (SMS), semua operator yang beroperasi di Indonesia rata-rata dapat mengirimkan pesan di bawah 3 menit.

Ridwan meminta, dalam penyelenggaraan tahun ini operator harus berhati-hati perihal kualitas layanan karena Peraturan Pemerintah (PP) terkait sanksi dan denda mulai berlaku. “Jika ada operator yang tidak perform kala Lebaran nanti, maka denda akan diberikan pada tahun depan,” tegasnya.

Sementara Juru bicara Kemenkominfo Gatot S Dewo Broto meminta operator  menyiapkan team yang siap sedia  24 jam guna mengantisipasi segala kemungkinan yang dapat menyebabkan penurunan kualitas pelayanan, serta tidak melakukan instalasi perangkat lunak atau keras baru maupun up grading karena berpotensi dapat mengubah konfigurasi sistem terutama pada saat H-7 hingga H+7.

Naik 30 Persen
Direktur Jaringan PT XL Axiata (XL) Dian Siswarini memperkirakan peningkatan trafik rata-rata di Indonesia kala Lebaran nanti mencapai 30 persen. Sedankan di Jakarta trafik  turun hingga 21 persen.

Namun, lonjakan lebih tinggi hingga dua kali lipat dapat terjadi di daerah-daerah tujuan mudik. Trafik yang akan lebih tinggi dari rata-rata berada  di wilayah Jawa Tengah seperti Yogyakarta, Solo, Semarang, Klaten.

Adapun peningkatan trafik di kota-kota di Jawa Timur seperti Madura dan Surabaya diprediksi mencapai 60 persen. Selain itu, trafik di kota-kota destinasi pemudik di Sumatera seperti Padang dan Palembang juga diperkirakan naik hingga 40 persen.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut,  XL telah menambah kapasitas base transceiver station (BTS) di kantong-kantong padat pemudik serta menempatkan mobile BTS. “Kami juga telah menyediakan sistem Pool Resources di wilayah Jawa, Bali, dan Sumatera. Pool Resources merupakan sistem yang dapat memindahkan kapasitas jaringan ke titik-titik yang padat trafik secara dinamis,” jelas Dian.

“Kami perkirakan ada satu miliar SMS pada hari Lebaran nanti. Untuk itu disiapkan kapasitas  hingga 3,7 miliar SMS ,” tambah GM Network Operation XL Jabodetabek Region Agus Nelwan.

Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno mengungkapkan, tidak hanya menyiapkan 35 ribu BTS  di darat, tetapi juga untuk mereka yang mudik di jalur laut  melalui penggelaran BTS Pico via satelit VSAT IP di 15 kapal Pelni. ”Kami satu-satunya operator yang memiliki jangkauan terluas. Sekarang makin dipertegas dengan kehadiran sinyal di kapal laut,” tukasnya.

Sedangkan Presiden Direktur Indosat  Harry Sasongko menyakini SMS masih akan tetap menjadi idola pada saat Lebaran nanti.untuk itu disiapkan  kemampuan jaringan menampung 200 juta SMS per hari atau naik 200 persen dari biasanya.

Sementara  Executive General Manager Telkom Flexi Triana Mulyatsa memberikan perhatian pada layanan nomor Combo mengingat banyaknya pelanggan yang akan berpindah lokasi. Nomor Combo adalah nomor virtual yang disediakan bagi pelanggan FWA untuk berkomunikasi di luar kode areanya dengan memanfaatkan fitur Flexi combo dengan menekan *777 sebelum keluar kota.

”Flexi, menyiapkan 3,5 juta nomor combo, bahkan secara sistem disiapkan kelonggaran 20-30 persen dari kapasitas tersedia guna mengatasi lonjakan permintaan kala pelanggan mudik,” ungkapnya.

Diprediksinya, permintaan nomor combo akan tinggi untuk dua area yakni Jawa Tengah dan Jawa Timur. Area Jatim diperkirakan bisa tumbuh permintaan untuk nomor virtual itu sebesar 35-40 persen dibanding tahun lalu.

Sedangkan untuk lonjakan layanan suara, SMS, dan data selama Ramadan dan menjelang lebaran nanti, Flexi memprediksi trafik akan naik 20-30 persen dibanding hari-hari normal.

Khusus untuk mengantisipasi lonjakan pengiriman SMS, Flexi menyediakan dua SMS center yang mampu menangani 8 juta SMS per hari. Selain itu, untuk menangani pengiriman SMS ke operator GSM, disediakan gateway khusus yang mampu memproses 10 ribu SMS per detik.

“SMS menjadi perhatian khusus karena pelanggan masih menggunakan jasa ini untuk mengucapkan selamat berlebaran. Apalagi Flexi memiliki layanan long SMS dan Flexi milis,” jelasnya.

Wakil Dirut Bidang Pemasaran Bakrie Telecom Erik Meijer mengungkapkan, layanan Esia GoGo yang mirip dengan Combo juga disiapkan di  setiap kota tujuan mudik  rata-rata lima kali  lipat daripada biasanya. Kota-kota itu adalah  Surabaya, Malang, Kudus, Semarang, Yogyakarta, Solo, Tegal, Cilacap, dan Padang, “Ada kota disiapkan  10 persen  dari nomor aktif, ada juga yang 100 persen, semua tergantung kotanya dan perilaku dari 11,1 juta  konsumen esia,” katanya.

Pada kesempatan lain, Direktur Lembaga Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat Informasi (LPPMI) Kamilov Sagala meminta operator untuk mengedukasi pelanggan menggunakan jasa pada hari Lebaran nanti karena overload bisa saja terjadi. “Baiknya pelanggan mengirimkan SMS itu secara bertahap agar tingkat sukses lebih tinggi. Selain itu, operator juga harus konsisten dengan program bonus SMS dan suara. Jangan mendadak dihentikan selama Lebaran karena ingin mencari untung,” tegasnya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s