080910 Puncak Arus Mudik Angkutan Udara H-2

JAKARTA—Pemerintah memperkirakan puncak arus mudik untuk angkutan udara akan terjadi pada H-2 atau Rabu (8/9) besok.

“Jika melihat pola masyarakat melakukan mudik dari tahun ke tahuna terdapat tiga factor yang mempengaruhi yakni pola pentarifan, pembagian tunjangan hari raya (THR), dan libur anak sekolah. Untuk penerbangan, saya perkirakan puncak arus mudiknya pada Rabu besok,” ungkap Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono di Jakarta, Selasa (7/9).

Diharapkannya, semua pihak terkait harus bisa mengantisipasi masalah ini, karena bila pada beberapa hari ini belum ada lonjakan penumpang, maka saat puncak arus bisa tidak tertangani.

Berdasarkan catatan, penumpang Lebaran 2010 di Bandara Soekarno Hatta, bandara terbesar Indonesia, terlihat mulai ada peningkatan penumpang pesawat sejak H-7 dengan jumlah penunpang sebanyak 35.786, pada H-6 menjadi 42.475 dan menjadi 46.297 penumpang pada H-5.

Ketua Asosiasi Perusahaan Angkutan Udara Nasional Indonesia (INACA) Emirsyah Satar mengatakan, operator-operator penerbangan telah mempersiapkan diri menghadapi lonjakan penumpang.

“Pada saat puncaknya akan sangat besar, karenanya kita telah mengantisipasinya. Penumpang paling banyak diperkirakan H-2 dan H-1 ,” ujarnya.

Dipastikannya, persediaan kursi bagi para penumpang dipastikan bakal cukup, karena operator telah menyiapkan sebanyak 727 penerbangan tambahan dengan 228.247 kursi.

Kursi tambahan tersebut tidak termasuk beberapa maskapai yang telah menambah pesawat baru pada masa puasa ini. Bila pada 2009 lalu armada lebarannya berjumlah 226 unit pesawat, pada musim lebaran sekarang berjumlah 244 unit.

“Jadi bila pada 2009 jumlah penumpang sebanyak 1,7 juta, tahun ini diprediksikan ada 2 jutaan. Pertumbuhan sekitar 15 persen,” ujarnya.

Diingatkannya, tidak stabilnya cuaca dan adanya penambahan penerbangan, akan membuat jadwal penerbangan sedikit berubah. “Kami memohon kepada para penumpang untuk memaklumi kalau pesawat sedikit delay,”katanya.

Berkaitan dengan kebutuhan bahan bakar, Emirsyah memastikan maskapai membutuhkan tambahan pasokan avtur. Hal ini karena saat golden hours atau jam sibuk hilir mudik pesawat di bandara mulai pukul 5 sampai 8 pagi, hingga terjadi antrian pesawat untuk mendarat.

“Penggunaan bandara semakin padat mulai pukul 5 pagi, pesawat yang holding di udara bisa sampai 8 unit menunggu giliran mendarat. Nah,  berputar-putar di udara ini kan butuh tambahan avtur sehingga
konsumsinya meningkat,” jelansya.

Vice President Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun mengungkapkan, pihaknya perseroan sudah mulai melayani lonjakan permintaan avtur sejak H-8 atau  sejak Jum’at (3/9) lalu.

“Rata-rata konsumsi avtur harian 7.800 kiloliter per hari. Sementara
Jum’at dan Sabtu kemarin konsumsi naik 10,2 persen  menjadi 8.600 KL. Lalu sempat turun menjadi 8.400 KL pada minggu,” katanya.

Pertamina memperkirakan saat puncak mudik, konsumsi avtur bisa
mencapai 9.000 KL atau meningkat 15 persen dari konsumsi rata-rata harian.

“Untuk memastikan pasokan avtur saat arus mudik dan balik lancar, kami menyediakan 200.000 KL setara 26 hari selama lebaran. Stok ini sangat aman, karena kami sesuaikan dengan kebutuhan maskapai. Baik untuk penerbangan reguler maupun penerbangan tambahan,” jelasnya.

Terbang malam
Pada kesempatan lain, VP Aviation Bussiness PT Angkasa Pura II, Amran mengungkapkan, padatnya penerbangan di Bandara Soetta membuat tidak bisa dihindarinya penerbangan tengah malam. “Sebagian penerbangan untuk mudik dilakukan pada tengah malam,” jelasnya.

Dijelaskannya, saat ini sudah ada sejumlah bandara yang bisa dilalui tengah malam. Bandara tersebut telah dilengkapi dengan peralatan yang memungkinkan pendaratan pada tengah malam.

Bandara-bandara itu adalah Polonia (medan), Sultan Iskandar Muda (Aceh), Minangkabau (Padang), Sultan Thaha (Jambi), Sultan Badaruddin (Palembang) dan Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru).
Penerbangan  kategori  tengah malam bila dilakukan lebih dari pukul 23.00 waktu setempat.

Pada musim mudik 2010, Bandara Soetta akan menampung hampir 600 frekuensi penerbangan. Dengan jadwal penerbangan reguler yang telah padat, PT AP II harus mengatur slot penerbangan tambahan lagi.

“Kita akan tempatkan penerbangan tambahan pada sela-sela slot reguler yang kosong. Tetapi tetap mengutamakan penerbangan reguler, jadi pasti ada yang dapatnya tengah malam,” ujarnya.

Secara terpisah, Direktur Niaga Sriwijaya Air, Toto Nursatyo mengatakan, pihaknya juga akan melakukan penerbangan tengah malam.

“Ada beberapa slot yang dapatnya tengah malam seperti ke Palembang dan ke Jogja. Penerbangan ini dilakukan untuk memberikan layanan satu jalan saja,  karena biasanya pulang sama sekali tidak ada penumpang,” kata Toto.[dni]

080910 Batavia Gandeng Cipaganti

JAKARTA—Maskapai penerbangan Batavia Air (PT Metro Batavia Airlines) menggandeng Cipaganti Groups untuk meningkatkan layanan ke pelanggannya.

Presiden Direktur Batavia, Judiawan Tansari mengungkapkan, kerjasama dilakukan dalam hal keagenan seluruh tiket, kargo, dan paket umroh Batavia, dimana Cipaganti bertindak sebagai sales outlet dan pengiriman paket kargo.

“Cipaganti menjadi travel agent ke 3.000 yang bekerjasama dengan Batavia. Semakin banyak sinergi dilakukan akan semakin mudah masyarakat mendapatkan akses ke Batavia,” katanya di Jakarta, Selasa (7/9).

Presdir Cipaganti Andianto Setiabudi mengatakan, adanya kerjasama ini akan memudahkan para pelanggannya untuk melakukan pemilihan alternatif perjalanan dan pengiriman kargo.

“Cipaganti akan menggunakan 60 outlet yang ada di Pulau Jawa dan Bali untuk menjual paket umroh dan tiket Batavia,” katanya.

Berkaitan dengan bisnis penyewaan mobil menjelang Lebaran nanti, Andianto mengungkapkan, sebanyak 700 unit mobil sewa dari berbagai tipe sudah full booked oleh pelanggan dari Jakarta maupun Bandung dimulai dari H-7 sampai H+10.

Cipaganti sendiri memiliki koleksi mobil sewaan mewah mulai dari Jaguar S Type, Mercedes Benz S320, Toyota Alphard. Sedangkan mobil keluarga seperti Nissan Serena, Toyota Vios, Toyota Kijang Innova, dan Toyota Avanza.

“Tarifnya mulai dari 400 ribu rupiah per hari untuk Avanza, sampai 2 juta per hari untuk mobil mewah. Memang selama lebaran ini tarif agak naik 5 sampai 10 persen. Tetapi kalau pelanggan menyewa mobil secara paketan, ada diskon tambahan yang diberikan,” jelasnya.

Untuk diketahui, tahun ini Cipaganti Grup menargetkan pendapatannya melonjak 100 persen dari 600 miliar pada 2009 menjadi 1,2 triliun rupiah tahun ini. Hingga Agustus 2010, pendapatan perseroan sudah mencapai 780 miliar rupiah.

Porsi pendapatan terbesar sekitar 60 persen disumbangkan unit bisnis
shuttle dan travel, dimana setiap bulan ditambah sebanyak 4 outlet di Jawa dan Bali.

Selain itu perseroan juga sudah memiliki 100 unit bisnis taksi di Jakarta dan mulai Oktober nanti akan beroperasi di Bandung. “Tahun depan kami akan mengoperasikan taksi di Surabaya dan Bali. Memang berat, tetapi masih ada tiga bulan lagi untuk mencapai target tersebut,” ujarnya.

Berdasarkan catatan, Cipaganti mengoperasikan 1.250 armada. Dimana 600 diantaranya dialokasikan untuk bisnis shuttle and travel. Saat ini dalam satu hari Cipaganti melayani lebih dari 800 perjalanan shuttle and travel atau rata-rata empat menit sekali. Dengan kapasitas kursi lebih dari 120.000 per bulan.

Cipaganti menjalankan bisnis shuttle and travel tersebut dari 60 outlet di wilayah Bandung, Cirebon,
Tasikmalaya, Jabodetabek, Bandara Soekarno-Hatta, Semarang, Solo,
Jogjakarta, Purwokerto, Surabaya, Jember, Malang dan Denpasar.[dni]

070910 Bersiap Menghadapi Pesta Besar

Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) pada awal bulan ini melakukan uji kesiapan jaringan operator telekomunikasi menyambut lonjakan trafik kala Lebaran nanti.

Uji jaringan dilakukan dengan metode test call yakni pengujian jaringan telekomunikasi dalam keadaan diam dan drive test atau pengetesan sambil berkendara.

Drive test dilakukan pada 4 rute yakni Jakarta-Cirebon-Losari, Jakarta-Merak, Jakarta-Cileunyi-Nagreg-Garut-Tasikmalaya, dan Semarang-Yogyakarta-Solo.

Operator yang diuji yakni Telekomunikasi, Indosat, XL, Natrindo, Hutchison CP Telecom, Telkom, Smart Telecom, Mobile-8 Telecom, dan Sampoerna Telekomunikasi Indonesia.

Saat ini Indonesia  memiliki 11 operator yang memegang lisensi telepon nirkabel bergerak seluler dan telepon nirkabel mobilitas terbatas Fixed Wireless Access (FWA), yakni Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata.

Selanjutnya,  Natrindo Telepon Seluler (Axis), Hutchison CP Telecom (Tri), Mobile-8 Telecom (Fren, Hepi), Smart Telecom (Smart, Smartfren), Bakrie Telecom (Esia), Telkom (Flexi), Sampoerna Telecom Indonesia (Ceria), dan Batam Bintan Telecom (BBT).

Komposisi pelanggan terbesar masih dikuasai Telkomsel dengan 91 juta, Indosat 37,7 juta, XL 35,2 juta, Flexi 16,2 juta, Esia 11,1 juta, Axis 7,5 juta, Tri 7,5 juta, Mobile-8 2,5 juta, Smart 3 juta, dan sisanya Ceria dan BBT.

Dari hasil uji jaringan dinyatakan  kesiapan jaringan operator sudah mencapai lebih dari 96 persen untuk menghadapi pesta besar nanti.

“Kami pastikan seluruh operator telekomunikasi kita sudah siap untuk menghadapi lonjakan trafik saat libur lebaran,” ungkap anggota BRTI, Ridwan Effendi, di Jakarta, belum lama ini.

Diungkapkannya, berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan tingkat kesuksesan panggilan atau call ratio semua operator di Indonesia rata-rata di atas 96 persen. Sedangkan  standar minimal call ratio milik regulator hanya sebesar 90 persen.

Sementara untuk dropp call rate paling tinggi dari seluruh operator sebesar 3,8 persen dari rata-rata seluruh operator 1,03 persen. Angka itu jauh lebih baik dari standar minimum yang ditetapkan BRTI maksimal 5 persen.

Terakhir, untuk layanan pesan singkat (SMS), semua operator yang beroperasi di Indonesia rata-rata dapat mengirimkan pesan di bawah 3 menit.

Ridwan meminta, dalam penyelenggaraan tahun ini operator harus berhati-hati perihal kualitas layanan karena Peraturan Pemerintah (PP) terkait sanksi dan denda mulai berlaku. “Jika ada operator yang tidak perform kala Lebaran nanti, maka denda akan diberikan pada tahun depan,” tegasnya.

Sementara Juru bicara Kemenkominfo Gatot S Dewo Broto meminta operator  menyiapkan team yang siap sedia  24 jam guna mengantisipasi segala kemungkinan yang dapat menyebabkan penurunan kualitas pelayanan, serta tidak melakukan instalasi perangkat lunak atau keras baru maupun up grading karena berpotensi dapat mengubah konfigurasi sistem terutama pada saat H-7 hingga H+7.

Naik 30 Persen
Direktur Jaringan PT XL Axiata (XL) Dian Siswarini memperkirakan peningkatan trafik rata-rata di Indonesia kala Lebaran nanti mencapai 30 persen. Sedankan di Jakarta trafik  turun hingga 21 persen.

Namun, lonjakan lebih tinggi hingga dua kali lipat dapat terjadi di daerah-daerah tujuan mudik. Trafik yang akan lebih tinggi dari rata-rata berada  di wilayah Jawa Tengah seperti Yogyakarta, Solo, Semarang, Klaten.

Adapun peningkatan trafik di kota-kota di Jawa Timur seperti Madura dan Surabaya diprediksi mencapai 60 persen. Selain itu, trafik di kota-kota destinasi pemudik di Sumatera seperti Padang dan Palembang juga diperkirakan naik hingga 40 persen.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut,  XL telah menambah kapasitas base transceiver station (BTS) di kantong-kantong padat pemudik serta menempatkan mobile BTS. “Kami juga telah menyediakan sistem Pool Resources di wilayah Jawa, Bali, dan Sumatera. Pool Resources merupakan sistem yang dapat memindahkan kapasitas jaringan ke titik-titik yang padat trafik secara dinamis,” jelas Dian.

“Kami perkirakan ada satu miliar SMS pada hari Lebaran nanti. Untuk itu disiapkan kapasitas  hingga 3,7 miliar SMS ,” tambah GM Network Operation XL Jabodetabek Region Agus Nelwan.

Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno mengungkapkan, tidak hanya menyiapkan 35 ribu BTS  di darat, tetapi juga untuk mereka yang mudik di jalur laut  melalui penggelaran BTS Pico via satelit VSAT IP di 15 kapal Pelni. ”Kami satu-satunya operator yang memiliki jangkauan terluas. Sekarang makin dipertegas dengan kehadiran sinyal di kapal laut,” tukasnya.

Sedangkan Presiden Direktur Indosat  Harry Sasongko menyakini SMS masih akan tetap menjadi idola pada saat Lebaran nanti.untuk itu disiapkan  kemampuan jaringan menampung 200 juta SMS per hari atau naik 200 persen dari biasanya.

Sementara  Executive General Manager Telkom Flexi Triana Mulyatsa memberikan perhatian pada layanan nomor Combo mengingat banyaknya pelanggan yang akan berpindah lokasi. Nomor Combo adalah nomor virtual yang disediakan bagi pelanggan FWA untuk berkomunikasi di luar kode areanya dengan memanfaatkan fitur Flexi combo dengan menekan *777 sebelum keluar kota.

”Flexi, menyiapkan 3,5 juta nomor combo, bahkan secara sistem disiapkan kelonggaran 20-30 persen dari kapasitas tersedia guna mengatasi lonjakan permintaan kala pelanggan mudik,” ungkapnya.

Diprediksinya, permintaan nomor combo akan tinggi untuk dua area yakni Jawa Tengah dan Jawa Timur. Area Jatim diperkirakan bisa tumbuh permintaan untuk nomor virtual itu sebesar 35-40 persen dibanding tahun lalu.

Sedangkan untuk lonjakan layanan suara, SMS, dan data selama Ramadan dan menjelang lebaran nanti, Flexi memprediksi trafik akan naik 20-30 persen dibanding hari-hari normal.

Khusus untuk mengantisipasi lonjakan pengiriman SMS, Flexi menyediakan dua SMS center yang mampu menangani 8 juta SMS per hari. Selain itu, untuk menangani pengiriman SMS ke operator GSM, disediakan gateway khusus yang mampu memproses 10 ribu SMS per detik.

“SMS menjadi perhatian khusus karena pelanggan masih menggunakan jasa ini untuk mengucapkan selamat berlebaran. Apalagi Flexi memiliki layanan long SMS dan Flexi milis,” jelasnya.

Wakil Dirut Bidang Pemasaran Bakrie Telecom Erik Meijer mengungkapkan, layanan Esia GoGo yang mirip dengan Combo juga disiapkan di  setiap kota tujuan mudik  rata-rata lima kali  lipat daripada biasanya. Kota-kota itu adalah  Surabaya, Malang, Kudus, Semarang, Yogyakarta, Solo, Tegal, Cilacap, dan Padang, “Ada kota disiapkan  10 persen  dari nomor aktif, ada juga yang 100 persen, semua tergantung kotanya dan perilaku dari 11,1 juta  konsumen esia,” katanya.

Pada kesempatan lain, Direktur Lembaga Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat Informasi (LPPMI) Kamilov Sagala meminta operator untuk mengedukasi pelanggan menggunakan jasa pada hari Lebaran nanti karena overload bisa saja terjadi. “Baiknya pelanggan mengirimkan SMS itu secara bertahap agar tingkat sukses lebih tinggi. Selain itu, operator juga harus konsisten dengan program bonus SMS dan suara. Jangan mendadak dihentikan selama Lebaran karena ingin mencari untung,” tegasnya.[dni]

070910 Adu Gengsi di Hari Besar

Momentum Lebaran selalu dijadikan oleh operator telekomunikasi sebagai ajang adu gengsi. Tidak hanya memberikan jaringan berkualitas, tetapi juga program pemasaran yang menarik. Semua itu tak bisa dilepaskan karena bulan Ramadan dianggap mampu berkontribusi 30 persen bagi total pendapatan.

Adu gengsi dalam memberikan layanan berkualitas bisa disimak dari aksi uji jaringan yang dilakukan operator menjelang pemeriksaan dilakukan oleh regulator. Pelakunya untuk tahun ini adalah XL dan Axis. XL melakukan uji jaringan melibatkan media dan blogger, sementara Axis menjalankannya bersama para wartawan. Sementara Telkomsel yang selama ini dikenal transparan dan getol memaparkan kemampuan jaringannya dengan uji langsung bersama media, untuk Ramadan kali ini absen.

Sedangkan di program pemasaran, semua operator gencar mengguyuri pasar dengan penawaran menarik. Bakrie Telecom dan Smart Fren menawarkan ponsel berbau konten Islami. Telkomsel dalam payung Telkomsel Siaga 2010 menawarkan konten lengkap pada menu *123#, antara lain jadwal puasa dan sholat, SMS Infaq, Al Qur’an Selular, mobile book islami, NSP, ringtone, SMS ibadah, video doa dan pendidikan anak tentang Islam.

XL pun tak mau kalah menawarkan program  Paket Ramadan untuk pelanggan yang menawarkan tarif kompetitif dan konten Islami. Bahkan XL menawarkan tarif 25 rupiah per menit untuk panggilan ke sesama pelanggannya mulai dari menit pertama. Aksi dari XL ini dijawab oleh Telkomsel dengan menawarkan tarif 20 rupiah per menit  walau hanya berlaku di area tertentu untuk pelanggan Kartu As.

Aksi paling berani untuk urusan tarif dilakoni oleh Tri yang mengeluarkan  promo  Tarif Edan yakni 99 rupiah per menit kesemua operator dan sesama nomor Tri. Tri juga menghadirkan paket sms termurah mulai 399 rupiah per hari untuk 100.000 sms per hari.

Operator pun tak lupa memanjakan pelanggan dengan membuka posko mudik atau membawa pelanggan mudik bersama. XL, Smartfren, Indosat, Telkomsel adalah operator yang melakukan hal itu. Sayangnya, Telkomsel melepas tradisi mudik bersama menggunakan pesawat dan mengganti dengan kapal laut. Padahal, arus mudik tahun ini paling tinggi pertumbuhannya adalah di angkutan udara.

Praktisi telematika Bayu Samudiyo menilai hal yang wajar operator jor-joran memanfaatkan momentum Ramadan karena daya beli masyarakat meningkat. “Tetapi margin yang didapat oleh operator dibandingkan dengan usaha yang dilakukan tidak sebesar era industri berjaya lima tahun lalu. Margin yang didapat sangat tipis karena pemain mulai banyak dan program nyaris sama. Namun, operator harus melakukan itu semua karena citra harus dijaga,” katanya.[dni]

070910 Telkomsel Luncurkan Info lacak

JAKARTA—Telkomsel meluncurkan inovasi layanan info lokasi mobile pertama di Indonesia bernama Telkomsel Lacak agar  pelanggan dapat mengetahui lokasi fasilitas-fasilitas umum terdekat dengan lokasinya pada saat itu.

”Seringkali pengguna ponsel mengalami kendala dalam mencari lokasi fasilitas umum yang terdekat dengan lokasinya. Terutama pada musim mudik Lebaran ini, di mana para pemudik sangat membutuhkan informasi lokasi rumah makan, tempat ibadah, ATM, atau SPBU terdekat ketika dalam perjalanan. Layanan ini bisa menjadi jawaban,” ungkap Deputy VP Product Lifecycle Management Telkomsel Ririn Widaryani di Jakarta, Senin (6/9).

Dijelaskannya, melalui teknologi Location Based Service (LBS) Telkomsel Lacak menampilkan tempat-tempat menarik yang terdekat dari posisi di mana kita berada,    bahkan ketika GPS (Global Positioning System) sedang tidak aktif, secara otomatis Telkomsel Lacak memanfaatkan informasi dari BTS (Base Transceiver Station) terdekat.

Telkomsel Lacak memanfaatkan aplikasi Google Maps untuk memudahkan pencarian alamat secara visual. Selain menampilkan lokasi di mana kita berada saat ini, Telkomsel Lacak juga menampilkan tempat-tempat menarik atau point of interest (POI) di sekitar lokasi kita. Saat ini Telkomsel Lacak menyediakan informasi lebih dari 200.000 POI.

Untuk mengaktifkan layanan ini, cukup tekan *123*55# lalu OK/yes, kemudian pilih menu ’download’. Pelanggan akan memperoleh SMS notifikasi berisi link untuk mengunduh aplikasi Telkomsel Lacak. Khusus untuk ponsel Android, Telkomsel Lacak juga dapat diunduh di Android Market pada menu Lifestyle. Setelah proses pengunduhan, selanjutnya pilih paket harian seribu rupiah  per hari atau paket mingguan lima ribu rupiah untuk pemakaian 7 hari. Biaya tersebut sudah termasuk unlimited layanan data untuk mengakses aplikasi Telkomsel Lacak.

Pengguna Telkomsel Lacak juga berkesempatan memperoleh penawaran khusus dan diskon hingga 50 persen dari 214 merchant rekanan Telkomsel yang terdiri dari restoran, kafe, shopping boutique, pusat kesehatan dan kecantikan, resort, dan hotel yang tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi.

“Telkomsel Lacak merupakan aplikasi pengembangan dari layanan info lokasi yang sebelumnya telah dihadirkan Telkomsel melalui menu browser *250#. Layanan berbasis SMS dan MMS  itu memungkinkan  bisa melacak lokasi pengguna ponsel lain, memperoleh informasi lokasi fasilitas umum dan jadwal sholat sesuai lokasi, serta menggunakan layanan kencan dengan pasangan (mobile dating service). Kini layanan info lokasi Telkomsel telah digunakan sekitar 4 juta pelanggan,” katanya.[dni]

070910 Regulator Kaji Frekuensi Satelit Dilelang

JAKARTA—Regulator telekomunikasi sedang melakukan kajian untuk melelang frekuensi yang digunakan oleh operator satelit agar mendapatkan manfaat optimum dari penggunaan sumber daya alam terbatas.

“Operator satelit menguasai frekuensi terlalu besar sementara dari sisi pendapatan bagi negara sangat kecil dibandingkan teresterial. Hal itu bisa dilihat dari pembayaran Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi yang pincang,” ungkap Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Nonot Harsono di Jakarta, Senin (6/9).

Dicontohkannya, penguasaan frekuensi yang terlalu besar yakni 150 MHz di spektrum 2,5 GHz oleh Media Citra Indostar (MCI). Penguasaan sebesar itu dianggap  mubazir karena hanya bisa dinikmati oleh pelanggan TV  berbayar dengan maksimal  500 ribu jiwa. Sedangkan jika diberikan untuk akses teresterial bisa dinikmati oleh 10 juta pelanggan. Padahal, World Radiocommunication Conference 2000 (WRC) pun  menyatakan  frekuensi 2,5 GHz dilakosaikan  untuk teristerial baik itu  pengembangan 3G atau WiMAX.

“Seharusnya pembayaran BHP untuk frekuensi satelit berbasis pita seperti di teresterial untuk 3G, bukan BHP kanal. Saya rasa jika dilakukan lelang BHP yang didapat akan kompetitif  walau pesertanya sesama Direct To Home-Broadcast Satelite Service (DTH-BSS),” tukasnya.

Untuk diketahui, MCI dengan  Indostar II masih menjadi kontroversi di Indonesia mengingat berencana menggeser satelit itu dari slot orbit milik Indonesia karena pemilik baru ingin mengoptimalkan Ku-band.

Pada tahun lalu kepemilikan Protostar II (nama lain Indostar II) berubah seiring bangkrutnya mitra MCI yakni Protostar Ltd. SES World Skies (SES) membeli satelit tersebut seharga  185 juta dollar AS, sehingga kepemilikan satelit sekarang diklaim oleh MCI adalah milik bersama dengan perusahaan Perancis itu.

Kabar beredar karena ada dua kepemilikan satelit ini memiliki nama yakni untuk penyiaran dengan S-band dinamai Indostar-II, sedangkan jasa KU-band diberikan nama  SES-7. KU-band digunakan melayani  Asia Selatan dan Tengah, serta menyerempet wilayah Sumatera.

“Seharusnya untuk satelit seperti di atas pemilik mayoritasnya membuat saja perusahaan di Indonesia sebagai PMA atau Joint Venture Corporation (JVC) agar ada pajak masuk ke negara serta penyerapan tenaga kerja. Regulasi tentang satelit yang baru harus membenahi sangkarut ini,” tegasnya.[dni]

070910 Smart Keluarkan Kartu Perdana Baru

JAKARTA—PT Smart Telecom (Smart) meluncurkan kartu perdana baru, Smart Extra, untuk menunjang target meraih 4,5 juta pelanggan pada akhir tahun nanti. Saat ini Smart memiliki 2,5 juta pelanggan dengan dukungan dua ribu BTS.

Chief Sales Officer Smart Telecom Charles Sitorus menjelaskan, kartu perdana Smart Extra  memberikan masa aktif ekstra panjang dan juga bonus ekstra.

“Peluncuran kartu Perdana Smart Extra  merupakan salah satu bentuk layanan dari Smart Telecom yang menjawab kebutuhan masyarakat yang ingin terus berkomunikasi dengan masa aktif yang lebih panjang. Masa aktif kartu perdana  ini akan terus terakumulasi jika pelanggan melakukan isi ulang,” katanya di Jakarta, Senin (6/9).

Dijelaskannya,  kartu Perdana Smart Extra dibanderol dua ribu rupiah yang disertai  bonus Internet 1MB  setelah mengirimkan 1 SMS dari pulsa utama serta bonus  100  rupiah per menit setiap menerima telepon dari operator GSM lain. Bonus ini dapat digunakan untuk menelpon, SMS, Internetan bahkan untuk membeli RBT. Bukan hanya itu, pelanggan juga akan mendapatkan masa aktif yang panjang dan juga akan mendapatkan bonus pulsa lima ribu rupiah  untuk isi ulang pertama dengan minimal pengisian ulang  10 ribu rupiah

Selain bonus-bonus tersebut, kartu perdana  ini  menawarkan fitur baru yang dinamakan ”Call Me”, dimana pelanggan dapat meminta agar nomor yang diinginkan menghubunginya. Caranya, pelanggan hanya cukup menelepon ke *311* diikuti dengan nomor tujuan yang diinginkan.

Setelah melalang buana di Indonesia sejak 2006 sebagai penyedia perangkat bundling modem, netbook, dan handset bagi operator-operator CDMA, Haier Mobile akhirnya memutuskan untuk go open market, atau berhadapan langsung ke end user.

Pada kesempatan lain, Chief Executive Officer Haier Mobile Arvind Mohindra mengungkapkan,    menggandeng XL untuk menjual ponsel  Olive G8100 seharga 299 ribu rupiah. ”Pada tahap pertama disediakan  100 ribu unit untuk didistribusikan di Indonesia. Diperkirakan penjualan ponsel bundel  ini bisa mencapai 300 ribu unit hingga akhir tahun nanti,” katanya.[dni]