060910 Telkom Siapkan Rp 1,2 Triliun Bangun Jaringan Akses

JAKARTA– PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menyiapkan investasi sebesar 1,2 triliun rupiah untuk membangun jaringan akses agar kontribusi data dan internet bagi pendapatan perseroan mencapai 20 persen pada akhir tahun nanti.

“Dananya kami ambil dari belanja modal pada tahun ini. Pada 2011 pun disiapkan minimum besaran yang sama untuk jaringan akses mengingat layanan  Home Digital Services (HDS) mulai gencar dikomersialkan. Layanan itu haus bandwitdh,” ungkap Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah di Jakarta, akhir pekan lalu.

Konsep HDS sendiri meliputi digital home communication, digital home office, digital entertainment, dan digital surveillance & security.

Berdasarkan catatan, pada tahun ini Telkom memiliki belanja modal sebesar 20,6 triliun rupiah lebih tinggi 6,25 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 19,2 triliun rupiah. Sedangkan pada 2011 direncanakan besarannya sekitar  20,4 triliun rupiah. Pada kuartal I lalu  kontribusi pendapatan data, internet, dan teknologi informasi terhadap total pendapatan operasi perseroan mencapai 30,1 persen,

Untuk menggenjot layanan data, perseroan mengandalkan produk Speedy dan TelkomseFlash. “Speedy akan berkontribusi besar karena memiliki Average Revenue Per User (ARPU) di atas 100 ribu rupiah. Sedangkan TelkomselFlash walau unggul di jumlah pelanggan, tetapi ARPU-nya sekitar 50 ribu rupiah. Saat ini pelanggan Speedy sekitar 1,5, akhir tahun nanti ditargetkan menjadi  2 juta satuan sambungan layanan (SSL),” katanya.

Executive General Manager (EGM) Divisi Akses Telkom Muhammad Awaluddin mengungkapkan, layanan HDS  sudah mulai dan akan digelar di berbagai tempat, antara lain di seluruh High Rise Building (HRB), Kawasan Industri, Kawasan Bisnis, Kawasan Perkantoran (Office), Kawasan Apartemen/Hunian dan Kawasan serta bangunan lain yang dibangun atau dikelola oleh Agung Sedayu Group (ASG).

Rencananya seluruh HRB dan kawasan yang dikelola ASG nantinya akan memiliki infrastruktur telekomunikasi modern yang dapat dimanfaatkan baik oleh manajemen maupun para penghuni dan tenant. Salah satu teknologi jaringan yang digunakan untuk melayani kebutuhan ASG adalah Fiber To The Home (FTTH) yang merupakan format penghantaran isyarat optik dari pusat penyedia (provider) ke kawasan pengguna dengan menggunakan serat optik sebagai mediumnya. “Selain ASG, pengembang lainnya yang digandeng adalah Ciputra Grup di Surabya,  Pakuwon Grup untuk superblok Gandaria City, dan  FTTB untuk FX Plaza Senayan,” ungkapnya.

Awal mengungkapkan,  dalam lima tahun ke depan upaya pengembangan infrastruktur jaringan akses  akan fokus pada penyediaan fiber access secara penuh hingga ke rumah-rumah atau gedung-gedung dengan target komposisi jaringan akses FTTE (end-to-end copper) 15 persen, akses FTTC (Fiber to the Curb) yang menggunakan teknologi Multi-Service Access Node (MSAN), Gigabyte Pasive Optical Network (GPON) dan VDSL 70 persen , serta akses FTTB/H (Fiber to the Building/Home) 15 persen. “Kami mulai melakukan proyek ini sejak 2007. Jika sesuai rencana,  dalam lima tahun ke depan  akses kabel tembaga (copper)  sudah tergantikan semuanya oleh serat optik, paling tidak di kota-kota besar Indonesia,” katanya.

Masih Tertarik
Berkaitan dengan aksi korporasi  melakukan konsolidasi unit usaha Fixed Wireless Access (FWA), Telkom Flexi, dengan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), Rinaldi menegaskan, ketertarikan tetap ada karena hal yang menjadi pertimbangan adalah strategi jangka panjang.

“Saya tahu laporan keuangan BTEL untuk semester I 2010 masih dihiasi oleh hutang untuk menopang operasinya. Namun, melihat satu perusahaan tidak bisa hanya jangka pendek. Kita ada hitungan nilai perusahaan itu di masa depan, ini salah satu pertimbangan. Kalau memang bagus, kita akan teruskan,” katanya.

Ditegaskannya, sejak Menneg BUMN Mustafa Abubakar sebagai kuasa pemegang saham meminta diskusi dengan BTEL dihentikan sembari menunggu hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) memilih jajaran manajemen baru, maka tidak ada lagi pembicaraan dari kedua belah pihak. “Kita patuh  pada pemegang saham. Sekarang Telkom tetap fokus membesarkan Flexi, hal itu terlihat dari ditambahnya biaya pemasaran unit usaha itu,” tegasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan laporan keuangan BTEL  per Juni 2010, pada 16 Juli 2010 salah satu emiten Grup Bakrie ini kembali berutang sebesar 30 juta dollar AS. Utang ini berasal dari Credit Suisse AG cabang Singapura. Pinjaman ini memiliki jangka waktu tiga tahun dengan bunga 9 persen diatas LIBOR per tahun.

Tidak cukup itu, BTEL menambah lagi utangnya pada 12 Agustus 2010. Kali ini, utang yang diperoleh BTEL RMB 2 miliar dari Industrial and Commercial Bank of China dan Huawei Technologies Co. Ltd. Pinjaman ini akan digunakan untuk membiayai modal kerja.

Dengan tambahan utang ini, maka beban bunga yang dibayarkan oleh BTEL kembali menanjak. Padahal, berdasarkan laporan keuangan perseroan semester I 2010, laba bersih BTEL anjlok drastis 96,29 persen dari 72,8 miliar rupiah menjadi tinggal 2,7 miliar rupiah.

Manajemen BTEL mengakui dalam jangka pendek utang ini memang akan menekan kinerja perusahaan. Meski demikian, manajemen tidak takut dengan banyaknya pinjaman yang digaet oleh perusahaan dalam rangka melakukan investasi. Pasalnya, dengan melakukan investasi, kinerja perseroan justru akan terdorong.[dni]

060910 Telkom Tingkatkan Kapasitas Layanan

JAKARTA—PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) meningkatkan kapasitas layanan Fixed Wireless Access (FWA) dan telepon kabel guna mengantisipasi lonjakan trafik selama Lebaran nanti.

Vice President Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia memperkirakan,  menjelang dan selama Lebaran akan terjadi lonjakan trafik layanan FWA, Flexi,  antara 20 hingga 30 persen untuk jasa  suara, dan  SMS  dibanding hari-hari normal biasa. “Untuk  data akan terjadi kenaikan antara 14 hingga  25 persen. Sedangkan penggunaan nomor Combo diprediksi melonjak sebesar 33 hingga    40 persen,” katanya di Jakarta, Minggu (5/9).

Nomor Combo adalah fitur andalan Flexi yang memungkinkan pelanggan Flexi tetap menggunakannya meski berada di luar kode area layaknya telepon seluler. Untuk mengaktifkan layanan Combo pelanggan Flexi dapat mengaktivasi lewat *777 Call di lokasi tujuan.

Diperkirakan daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur yang memiliki kenaikan Combo yang cukup berarti. “Area Jawa Timur bahkan diperkirakan bisa melonjak hingga 35 hingga  40 persen  dibamding musim mudik tahun lalu,” ujarnya.

Telkom menyediakan nomor virtual Combo sama dengan Lebaran tahun lalu, yakni 3,5 juta nomor. Namun secara sistem menyiapkan kelonggaran 20-30 persen  dari kapasitas tersedia untuk mengatasi lonjakan permintaan kala pelanggan mudik. “Kalaupun lonjakan permintaan nomor Combo hingga 4,5 juta nomor sistem masih sanggup melayani,” jelasnya.
njak.

Flexi saat ini melayani 16,2 juta pelanggan. Pada hari normal, Flexi yang diperkuat 5.600 infrastruktur radio Base Transceiver Station (BTS) dengan teknologi CDMA biasa melayani 2 juta SMS per hari, 22 juta menit panggilan suara per hari, dan konsumsi bandwidth untuk layanan data sebesar 23 Gbps.

Khusus untuk mengantisipasi lonjakan pengiriman SMS, Flexi menyediakan dua SMS center yang mampu menangani 8 juta SMS per hari. Selain itu, untuk menangani pengiriman SMS ke operator GSM, disediakan gateway khusus yang mampu memproses 10 ribu SMS per detik.

Sementara itu, pada segmen telepon kabel (wireline) diperkirakan  trafik panggilan Sambungan Langsung Jarak Jauh (SLJJ) dan  Other License Operators  masing-masing diperkirakan naik sebesar 38,99 dan 23,08 persen .

Posindo
Pada kesempatan lain Direktur Utama PT Pos Indonesia (Posindo), I Ketut Mardjana mengungkapkan,  sejak pertengahan Agustus lalu,angkutan kargonya mengalami peningkatan  cukup pesat.

“Bila pada hari-hari biasa pengiriman Posindo per harinya mencapai 20-30 ton paket. Pada masa puasa trennya terus meningkat  menjadi lebih dari empat kali lipat,” katanya.

Dijelaskannya, pada minggu  pertama puasa terjadi peningkatan hingga 60 ton perhari, kemudian naik menjadi 80 ton. Hingga  1 September lalu  tercatat angkutan kargo melalui Soekarno Hatta mencapai 129 ton.

Selain pengiriman paket, jelasnya, peningkatan terjadi pada berbagai bidang usahanya. Bahkan Posindo pada masa Lebaran ini membuka layanan pengiriman parcel dan berhasil memberikan layananyang maksimal.Sementara pada bisnis pengiriman uang, juga terjadi lonjakan.

“Bila pada pekan kedua  terjadi peningkatan sebesar 50 persen, maka sepekan menjelang Lebaran ini terjadi peningkatan 86 persen. Peningkatan pengiriman uang terjadi terutama dari Hongkong, ArabSaudi dan Malaysia,” katanya.[dni]

060910 Garuda Andalkan Sistem Rotasi

JAKARTA—Maskapai Garuda Indonesia (Garuda) mengandalkan pola rotasi pesawat untuk menghadapi lonjakan penumpang selama musim mudik nanti.

“Selain mengantongi tambahan frekuensi penerbangan, kami juga melakukan rotasi pesawat, terutama armada berbadan lebar yang digunakan untuk rute ke luar negeri melayani lonjakan pemudik di domestik,” ungkap Direktur Teknologi Informasi dan Strategis Elisa Garuda Elisa Lumbantoruan, di Jakarta, akhir pekan ini.

Diungkapkannya, salah satu contoh rotasi adalah memanfaatkan pesawat berbadan lebar (wide body) Boeing 748-400  yang selama ini melayani rute  Jakarta-Jeddah (Arab Saudi) melayani para pemudik.

“Jadi, meskipun sekarang tiket sudah hampir 100 persen terjual, masih ada kemungkinan pemudik bisa berangkat. Misalnya kalau permintaan di Jakarta-Medan terus naik, kami langsung akan ganti pesawat dengan Boeing 747-400 yang artinya kapasitas angkut penumpang menjadi lebih banyak. Strategi rotasi pesawat ini  relatif lebih mudah dilakukan, dibandingkan dengan meminta izin penerbangan tambahan,” katanya.

Diungkapkannya, saat ini untuk tiket mudik  rute Jakarta-Surabaya, Jakarta-Medan, Jakarta-Yogyakarta, dan Jakarta-Denpasar telah nyaris habis terjual

Berdasarkan catatan, Kementerian Perhubungan menerbitkan sebanyak 23.716 kursi tambahan untuk Garuda. Rute yang mendapat kursi tambahan itu adalah Jakarta-Denpasar, Jakarta-Padang, Jakarta-Yogyakarta, Jakarta-Solo, Surabaya-Denpasar, Jakarta-Medan, dan Jakarta-Singapura.

Berkaitan dengan tertabraknya armada oleh mobil groundhandling di bandara Schippol, Amsterdam, Belanda, Kamis (2/9), Juru bicara Garuda Pujobroto mengakui terjadi kerusakan signifikan, sehingga harus diperbaiki minimal hingga 5 September 2010

Dikatakan, sedianya  Airbus A330-200 dengan nomor  GA  809 dengan muatan 212 yang dipiloti  Capt Suryo Tamtomo  itu  akan berangkat Jumat kemarin sekitar pukul 11 waktu setempat.

“Pada saat sedang memuat barang, pintu kargo tertabrak dan pintu mengalami kerusakan. Statusnya damage parah sehingga  butuh waktu tiga atau empat hari untuk memperbaikinya,” kata Pujo.

Dijelaskannya, perbaikan butuh waktu karena ada komponen yang harus didatangkan dari pabriknya di Toulouse, Prancis. Garuda memutuskan, untuk jadwal penerbangan saat itu sebagian penumpang  dialihkan ke penerbangan lain seperti KLM sebagian lagi ada yang diinapkan.

Sementara pesawat Airbus itu dalam perbaikan, Garuda mendatangkan pesawat yang biasa dioperasikan ke Sydney dan Melbourne ke Amsterdam. Sedangkan pesawat yang ke Autralia tersebut diganti dengan Boeing 747-400 yang beroperasi ke Tokyo, Jepang sehingga penerbangan sedikit bergeser. “Setiap harinya kita sudah siapkan dua pesawat saat normal. Jadi penerbangan yang  dari Jakarta ke Amsterdam tidak berpengaruh lagi,” ujarnya.

Sriwijaya Air
Pada kesempatan lain, maskapai penerbangan Sriwijaya Air menargetkan mendatangkan sebanyak 60 unit pesawat hingga 2012 mendatang untuk mendukung pola penerbangan shadow hub. Saat ini Sriwijaya telah mengoperasikansebanyak 27 unit pesawat, dan pada akhir 2010 akan genap menjadi 30 unit.

Presiden Direktur Sriwijaya Air, Chandra Lie mengatakan, pihaknya mempertimbangkan untuk mengadakan pesawat-pesawat kecil dengan kapasitas di atas 30 penumpang sebagai feeder bagi pesawat yang lebih besar.

“Nantinya pesawat yang kecil ini akan dijadikan feeder (pengumpan)dan kemudian akan dibawa ke bandara pengumpul (hub). Kita butuhs etidaknya beberapa pesawat kecil,” kata Chandra.

Diungkapkannya,  dengan kebutuhan pesawat-pesawat kecil tersebut, maka Sriwijaya menargetkan bakal mengoperasikan sebanyak 60 unitpesawat pada 2012 mendatang. Sejauh ini ada beberapa produsen yang sudah dikaji yakni  ATR, Afro RG, Embraer dan Bombardier dari Norwegia.

“Saat ini kita sedang memilih, pesawat mana yangpaling efisien dan berguna untuk rencana operasi Sriwijaya Air,”ujarnya.

Bila pesawat-pesawat kecil tersebut telah ada, jelasnya, operasi penerbangan shadow hub bakal dilaksanakan. Strategi ini  berbeda dengan pola hub and spoke yang banyak dilakukan oleh maskapai dimana  menentukan sendiri bandara mana yang dijadikan pengumpul. Sedangkan pada shadow hub, setiap bandara memiliki potensi menjadi bandara pengumpul.

Rencananya Sriwijaya akan mengincar daerah dengan bandara pendekseperti di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.  Sebelumnya, Lion Air juga telah menggunakan pola penerbangan hub and spoke, di mana anak usahanya Wings Air mengoperasikan pesawatªpesawat kecil yaitu ATR 72 sebagai pengumpan dari bandara-bandara kecil ke bandara yang lebih besar lagi. Penumpang kemudian dikumpulkan di bandara yang lebih besar (hub) dan diterbangkan dengan Boeing 737-900 ER milik Lion Air.[dni]

060910 Kemenhub Lepas Angkutan Khusus Sepeda Motor

JAKARTA—Kementrian Perhubungan melepas dua buah truk khusus yang mengangkut 36 motor calon pemudik untuk tujuan Semarang dan Purwokerto pada  Sabtu (4/9) lalu.

Dirjen Perhubungan Darat Kementrian Perhubungan Suroyo Alimoeso mengungkapkan,  ekspedisi mudik sepeda motor dengan menggunakan truk  sebagai uji coba pada masa angkutan lebaran tahun 2010.

Hingga terakhir pendaftaran, calon penumpang tujuan Semarang sebanyak 37 orang dengan jumlah kendaraan sebanyak 21 unit. Namun realisasi calon penumpang yang berangkat untuk tujuan Semarang hanya 27 orang dengan jumlah sepeda motor 16 unit. Sedangkan untuk tujuan Purwokerto jumlah pendaftar sebanyak 48 orang dengan jumlah sepeda motor 25 unit. Namun realisasi calon penumpang untuk tujuan Purwokerto hanya 29 orang dengan jumlah sepeda motor 20 unit.

Total realisasi calon penumpang yang ikut dalam program ini sebanyak 56 orang, 27  orang tujuan Semarang dan 29 orang tujuan Purwokerto dengan jumlah sepeda motor yang diangkut sebanyak 36 unit, 16 unit tujuan Semarang dan 20 unit tujuan Purwokerto.

“Adapun alasan pendaftar  yang tidak jadi berangkat dikarenakan masa cuti bersama dilaksanakan mulai hari Kamis tanggal 09 September 2010 hingga pendaftar masih menggunakan sepeda motornya untuk aktivitas kerja,” kata Suroyo akhir pekan lalu.[dni]

040910 Garuda Tetapkan Dua Selling Agent

JAKARTA– PT Garuda Indonesia (Persero) menetapkan dua perusahaan sebagai selling agent saham internasionalnya. Kedua perusahaan itu adalah UBS dan Citibank

“UBS dan Citibank kami tetapkan sebagai agen penjual di luar negeri. Sementara dari dalam negeri ada joint lead underwriter (JLU) terdiri dari Danareksa, Bahana dan Mandiri Sekuritis,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar, di Jakarta,  Jum’at (3/9).

Menurut Emirsyah, berikutnya perseroan akan membuat agenda bersama pelaksanaan IPO bersama perusahaan-perusahaan tersebut.

“Targetnya kami bisa submit ke Bapepam pada kuartal empat tahun ini. Kapan listednya tergantung pasar,” jelasnya.

Ditambahkannya,  setelah melaporkan rencana tersebut ke Bapepam, Garuda akan menggelar roadshow keluar negeri dengan difasilitasi underwriternya. Kawasan yang dibidik adalah  Asia, Eropa, dan Amerika.

Dengan dipilihnya UBS dan Citibank, artinya menyingkirkan empat perusahaan jasa lain yang berminat menjadi selling agent IPO Garuda Indonesia. Yaitu Goldman Sach, Merryl Linch, Credit Suisse dan Deustche Bank.[Dni]

040910 Sriwijaya Air Gandeng PT Pos Indonesia

JAKARTA–PT Sriwijaya Air menggandeng  PT Pos Indonesia untuk melakukan kerjasama di bidang kargo untuk memaksimalkan kapasitas ruang maskapainya.

“Saat ini  total ketersediaan (space) angkutan kargo milik Sriwijaya Air mencapai 350 ton per hari,” kata
Direktur Utama Sriwijaya Air Chandra Lie di Jakarta, Jumaat (3/9).

Menurutnya, menggandeng PT Pos Indonesia adalah langkah yang tepat mencapai tujuan perseroan karena Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu  memiliki jangkauan pengiriman paling luas di Indonesia, yakni  3.700 kantor cabang dan 24 ribu titik layanan di seluruh Tanah Air.

Dijelaskannya, kapasitas kargo Sriwijaya Air berasal dari 27 pesawat yang kini dioperasikannya yang juga memiliki space untuk kargo. Pesawat itu terdiri dari 13 Boeing 737 200, delapan Boeing 737 300, dan enam Boeing 737 400. Biasanya kapasitas kargo setiap pesawat bisa mencapai satu ton atau lebih.

Diungkapkannya, mengingat kerjasama masih dalam tahap awal, maka belum bisa dijelaskan secara detil.

“Intinya memaksimalkan potensi masing-masing pihak, bisa melalui kerjasama sewa gudang milik  Pos, penjualan tiket, atau lainnya. Yang pasti kami ingin kapasitas kargo kami nantinya bisa dimaksimalkan,” jelas dia.

Direktur Niaga Sriwijaya Air Toto Nursatyo menambahkan, kerjasama yang paling mudah dilakukan untuk jangka pendek adalah penyewaan gudang PT Pos Indonesia di Bandara Soekarno Hatta oleh Sriwijaya Air.

Di sisi lain, Sriwijaya Air bisa mengangkut barang yang akan dikirimkan PT Pos Indonesia ke seluruh Indonesia dari Jakarta.

“Kerjasama ini harus saling menguntungkan, jadi bisa saja nanti kami simpan kargo kami di gudang PT Pos di Bandara Soekarno Hatta. Dari sini kami punya kapasitas 120 ton per hari atau 10 ribu ton per bulan, selain di simpan kami juga ingin kargo PT Pos bisa diangkut dengan pesawat kami,” ujarnya.

Menurut dia, selama ini pihaknya menyimpan kargo yang akan diangkutnya di gudang pihak ketiga dengan sistem sewa.

Kembangkan Gudang
Sementara itu, Direktur Utama PT Pos Indonesia I Ketut Mardjana mengatakan, pihaknya menargetkan salah satu bentuk kerjasama Sriwijaya Air bisa terealisasi paling lambat Januari tahun depan.

Saat ini, pihaknya tengah merenovasi gudang di Bandara Soekarno Hatta sehingga kapasitas 150 ton per hari dengan luas 3.000 meter persegi.

“Bisnis inti kami itu banyak, mulai dari pengiriman surat dan dokumen, barang, hingga uang. Dan itu tak bisa sendiri tapi harus bermitra dengan pihak lain, salah satunya Sriwijaya Air,” katanya.

Menurut dia, dengan jaringan PT Pos Indonesia yang luas di seluruh Indonesia yang sudah bisa on-line, Sriwijaya Air bisa memanfaatkannya untuk menambah pelanggan dengan menjual tiket via PT Pos, tentunya dengan komisi lebih kompetitif.[Dni]

040910 16 PBM Lolos Seleksi di Tanjung Priok

JAKARTA–Pelabuhan Tanjung Priok mengumumkan 16 Perusahaan Bongkar Muat (PBM) yang lolos sebagai pelaksana kegiatan usaha dalam rangka kelancaran  pengoperasian terminal

Keenambelas  PBM tersebut adalah PT. Dwipa Hasta Utama Duta, PT. Kaluku Maritima. Utama, PT. Sarana Ultra layanan Cargo, PT. Srikreasi Unggul Persada, PT. Daisy Mutiara Samudera, PT. Escorindo Stevedoring, PT. Hampalan Jala Segara, PT. Andalan Tama, PT. Adipurusa, PT. Mahardi Sarana Tama, PT. Mitra Karunia, Samudera, PT. Olah Jasa Andal, PT. Sarana Bandar Nasional, PT. Tangguh Samudera
Jaya, PT. Mitra Sentosa Abadi dan PT. Prima Nur Panurjwan

“Ke-16 PBM tersebut dinyatakan lolos oleh TIM Seleksi PBM  dari 60 perusahaan yang ikut. Peserta yang lolos dinilai  memenuhi persyaratan administratif dan teknis sebagai PBM terseleksi,” kata Asisten Manager  Pelayanan Pelanggan & Humas Pelabuhan Tanjung  Priok
Hambar  Wiyadi di Jakarta, Jumat (3/9).

Dikatakannya, penetapan sebagai PBM terseleksi ini nantinya akan dituangkan dalam bentuk Surat Keputusan Direksi PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) dan
masing-masing PBM terseleksi akan diberikan Surat Keterangan sebagai mitra PBM terseleksi pelaksana kegiatan usaha terminal di Pelabuhan Tanjung Priok.

Sedangkan terhadap PBM yang khusus menangani hewan dan kendaraan/alat berat karena
membutuhkan keahlian/penanganan khusus, akan dilakukan seleksi dan ditetapkan. secara tersendiri.

Sementara  PBM yang belum memenuhi persyaratan administrasi
dan/atau  teknis dapat melakukan konsorsium dengan para PBm terseleksi tersebut.

“Tim seleksi pun membuka kesempatan kepada peserta seleksi yang. berkeberatan atas hasil seleksi ini, diberikan kesempatan untuk mengajukan  sanggahan secara tertulis dan prosedur pelaksanaan seleksi pemilihan PBM kepada TIM Seleksi Kelancaran Pengopersian Terminal di Pelabuhan Tanjung Priok,” katanya.

Diharapkan dengan terpilihnya ke-16 PBM hasil seleksi ini, akan mampu. memberikan kontribusi pada peningkatan produktivitas dan kinerja pelabuhan secara keseluruhan yang  pada  akhirnya akan dinikmati oleh seluruh stakeholder pada khususnya dan pengguna jasa kepelabuhanan pada umumnya.

“Artinya PBM terseleksi ini dituntut tidak hanya mampu meningkatkan meningkatkan produktivitas dan kinerja terminal  tetapi juga dalam meningkatkan pelayanan
(level of service) kepada selrurh pengguna jasa kepelabuhanan lebih baik dari tahun tahun sebelumnya,” katanya.[Dni]