030910 Kemenhub Setujui 9 Maskapai Dapatkan Penerbangan Ekstra

JAKARTA-Kementrian Perhubungan (Kemenhub) menyetujui penerbangan ekstra dilakukan oleh 9 maskapai dalam rangka antisipasi lonjakan penumpang kala mudik nanti.

Maskapai itu adalah Lion Air, Garuda Indonesia, Mandala Airlines, Batavia Air, Sriwijaya Air, Indonesia AirAsia, Merpati Nusantara Airlines, Trigana Air, dan Wings Air.

Lion Air mendominasi penerbangan tambahan di rute domestik, yakni sebanyak 59.847 kursi dari total tambahan penerbangan (extra flight) sebanyak 228.247 kursi.

Kasubdit Angkutan Domestik Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Hemi Pamuraharjo mengungkapkan,  maskapai-maskapai  itu sudah mendapat persetujuan penerbangan (flight approval) untuk extra flight pada H-7 hingga H+7 Lebaran.

“Untuk domestik itu ada sembilan maskapai yang disetujui permohonannya. Itu digunakan maskapai dengan melihat animo masyarakat,” katanya , di Jakarta, Kamis (2/9).

Dalam data yang dilansir Kemenhub, Lion Air sebanyak 59.847 kursi, Batavia Air 48.640 kursi, Mandala Airlines 37.120 kursi, Garuda Indonesia 23.648 kursi, Sriwijaya Airlines 11.050 kursi, Trigana Air 12.608 kursi, Indonesia AirAsia 9.737 kursi, Merpati Nusantara Airlines 8.212 kursi, dan Wings Air sebanyak 432 kursi.

Sedangkan untuk rute internasional, Pamuraharjo menambahkan, untuk rute Internasional, instansinya sudah memberikan persetujuan extra flight kepada sembilan maskapai dengan total 97.186 kursi tambahan dengan 202 frekuensi penerbangan.

Maskapai itu adalah Air Asia Berhad, Silk Air, Singapore Airlines, China Airlines, Cathay Pacific, Malaysia Airlines, Firefly. Juga Garuda Indonesia dan Indonesia AirAsia.

Direktur Umum Lion Air Edward Sirait mengungkapkan, pihaknya mengantungi flight approval sejak pekan lalu. Kendati jumlah penambahan kursi cukup banyak, belum tentu nantinya digunakan seluruhnya. Pemakaian extra flight itu akan didasarkan pada permintaan pasar.

“Penggunaannya itu melalui prinsip request of demand atau permintaan pasar. Jadi nanti belum tentu semuanya akan terpakai, tergantung pasar gimana,” jelasnya.

Edward mengungkapkan, pihaknya juga akan menerapkan tarif pesawat berdasarkan keterisian penumpang (load factor) pada saat berangkat dan kembali ke bandara asal. Jika saat berangkat dan pulang (pp) maka tarif bisa lebih murah.

Sebaliknya jika ketika berangkat penuh dan ketika balik ada indikasi tidak penuh maka tarif batas atas diberlakukan secara penuh.[Dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s