020910 Investor India Berminat Berinvestasi di Bandara

JAKARTA—Investor dari India, Mumbai Grup, berminat untuk melakukan investasi dalam pembangunan bandara penerbangan di Indonesia.

:Kami tawarkan setidaknya tujuh bandara yang ingin dikembangkan kepada mereka sepeeti Samarinda, Banten, Kalimantan Barat, Kertajati dan Denpasar. Kebanyakan pembangunan itu untuk pengembangan terminal baru,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Herry Bakti S Gumay  di Jakarta, Rabu (1/9.)

Bandara yang ditawarkan masuk dalam PPP Book 2010. Dalam   Public Private Partnership (PPP) book 2010 terdapat delapan bandara dan dipredisi selesai dibangun  2014.

Dijelaskannya, masuknya investor asing dalam mengembangkan bandara tidak bisa dipungkiri karena   PT Angkasa Pura  I dan II (Persero) memiliki  program mengembangkan bandara tersebut.

“Sampai saat ini tidak ada ketentuan investor asing tidak boleh mayoritas dalam investasi bandara. Karena bandara tersebut akan tetap ada di Indonesia, tidak bisa mereka bawa pulang. Nanti tinggal hitung-hitungan pembagian revenue saja antar keduanya,” jelasnya.

Direktur Kebandarudaraan Kemenhub Ignatius Bambang Tjahjono mengungkapkan, beberapa proyek prioritas di PPP book 2010 adalah bandara di Samarinda Baru,
Banten Selatan, Kertajati Cirebon, lalu terminal kargo di Bandara Sentani dan Tarakan.

“Kebutuhan dana untuk delapan proyek itu cukup besar. Misalnya, Kertajati saja dibutuhkan  5 triliun rupiah  dan Banten Selatan  1 triliun rupiah . Karena itu di PPP kan,” jelas Bambang.

Ditegaskannya, jika ada perusahaan yang ingin berinvestasi, nantinya akan melalui proses tender.   “Dalam renstra kami, sebelum 2014 seluruh bandara itu harus selesai dan mulai beroperasi. Pembangunan dan pengembangan bandara ini tidak hanya terkait Asean Open Sky, tetapi lebih karena untuk mengimbangi pertumbuhan penumpang dan pesawat maskapai kita,” jelasnya.

Selain delapan proyek PPP, Bambang menjelaskan PT Angkasa Pura I dan II (Persero) juga berencana mengembangkan Bandara Ngurah Rai dan Soekarno-Hatta menggunakan kocek sendiri.

“Pengembangan terminal Ngurah Rai seluas 120.000 meter persegi butuh
sekitar  2 triliun rupiah . Selain itu sedang dicari lokasi bandara baru karena di Ngurah Rai hanya ada satu runway, sehingga tidak cukup menampung trafik pesawat. Sementara di Soekarno-Hatta, Terminal 3 akan dikembangkan dan dibangun komplek yang besar. Termasuk stasiun untuk kereta bandara. Jadi bisa saja investor asing dilibatkan,” katanya.

Sementara Direktur Utama Angkasa Pura II Tri S Sunoko mengaku tengah mengevaluasi skema terbaik kerjasama dengan calon investor Bandara Soekarno-Hatta  untuk kemudian diajukan ke Kementerian BUMN.

“Kemungkinan nanti akan dibentuk holding company. Karena kalau dari sisi pendanaan, tentu akan berat bagi kami untuk investasi sendiri,” kata Tri.[dni]

020910 Garuda Indonesia Buka Penerbangan Langsung Jakarta-Tokyo

JAKARTA—Maskapai nasional, Garuda Indonesia membuka penerbangan langsung Jakarta-Tokyo PP mulai , Selasa (31/8), untuk  mengembangkan jaringan internasional jarak jauhnya.

Juru bicara Garuda Indonesia Pujobroto mengungkapkan, rute baru itu memiliki  jadwal keberangkatan dari Jakarta (GA 884) pukul 23.50 WIB dan tiba di Tokyo pada pukul 09.00 LT , kemudian terbang kembali dari Tokyo (GA 881) pukul 11.00 LT  dan tiba di Jakarta pukul 19.35 WIB dengan menggunakan pesawat Airbus 330-200 dyang memiliki  kapasitas kursi sebanyak 222 penumpang dengan konfigurasi 36 penumpang di Kelas Eksekutif dan 186 di Kelas Ekonomi.

Kepala Area Indonesia Bagian Barat Garuda Indonesia, M. Arif Wibowo mengatakan  pasar Jepang m  sangat penting bagi Garuda Indonesia selama lebih dari empat puluh delapan tahun.   “Layanan penerbangan langsung Jakarta-Tokyo ini juga merupakan upaya peningkatan layanan Garuda khususnya bagi para penumpang yang melakukan perjalanan bisnis antara kedua negara seiring dengan semakin meningkatkan perdagangan antara kedua negara. Penerbangan langsung ini akan semakin memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para penumpang khususnya bagi pelanggan Garuda yang melaksanakan bisnis di Jakarta dan sekitarnya,” katanya di Jakarta, Selasa (1/9).

Selain rute penerbangan langsung Jakarta-Tokyo ini, Garuda Indonesia saat ini telah melayani penerbangan ke Tokyo, Osaka dan Nagoya melalui Denpasar. Penerbangan dari Denpasar tersebut dimaksudkan untuk membidik pangsa pasar wisatawan Jepang untuk Bali dan sekitarnya .

Penerbangan langsung Jakara-Tokyo-Jakarta ini akan dilayani dengan layanan terbaru “Garuda Indonesia Experience” yang merupakan layanan yang memadukan  keramahtamahan  dan keunikan khas Indonesia dalam seluruh layanan penerbangan, baik mulai dari layanan pre, in dan post flight .

Dalam penerbangan ini, penumpang Garuda Indonesia juga akan dilayani oleh awak kabin yang berasal Jepang yang siap untuk membantu para penumpang dalam hal kemudahan komunikasi pada saat memerlukan bantuan ataupun pelayanan selama dalam penerbangan.

Selain itu, penerbangan ini juga menawarkan layanan “Immigration on-Board” dimana para penumpang dapat melakukan pengurusan untuk melakukan pengurusan dokumen keimigrasian berupa pemberian visa on arrival di atas pesawat sehingga para penumpang mendapatkan kenyamanan lebih untuk tidak harus mengantri pada counter imigrasi pada saat kedatangan.

Antisipasi
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bakti Singayudha Gumay  meminta agar lonjakan penumpang menjelang lebaran diantisipasi dengan baik agar  tidak terjadi kekacauan di berbagai bandara di Indonesia.

Menurut Herry, saat memasuki Lebaran, jumlah penumpang melonjak tajam. Kapasitas bandara pun tidak tercukupi, karenanya delay tidak bisa dihindari lagi.

“Kemungkinan delay sangat besar karenanya pihak terkait untuk  tidak segan-segan memberikan informasi kepada calon penumpang agar tidak terjadi keresahan,” katanya.

Dijelaskannya, informasi yang benar sangat penting bagi masyarakat agar mengetahui kondisi keberangkatan pesawat yang akan ditumpanginya. “Ketidaktahuan menimbulkan keraguan, keraguan menimbulkan keresahan,  keresahan bisa menyebabkan kekacauan. Itu yang harus diantisipasi,” tegas.

Selai itu, penambahan penerbangpun tidak bisa dielakkan. Setidaknya 150 ribu kursi tambahan oleh maskapai-maskapai nasional. Penambahan frekuensi penerbangan ini yang diperkirakan akan menyebabkan delay. “Jadwal penerbangan bisa menumpuk, akibat bertambahnya jadwal penerbangan,” kata Herry.

Sementara Direktur PT Angkasa Pura (AP) II, Tri Sunoko mengatakan, sebagai pengelola bandara Soekarno Hatta pihaknya akan mengantisipasi membludaknya penumpang pesawat.

Menurutnya, penerbangan ke berbagai daerah akan dijadwal lagi dengan memprioritaskan penerbangan reguler yang telah ada. “Jadi nanti penerbangan tambahannya akan dilakukan dipinggir penerbangan reguler, jadi yang tambahan akan dilakukan pada malam hari,” tandasnya.[dni]

020910 XL Perkirakan SMS Lebaran Capai 1 Miliar

JAKARTA–PT XL Axiata Tbk (XL) memperkirakan pengiriman SMS lebaran mencapai satu miliar per hari oleh 35,2 juta pelanggannya.
“Kami perkirakan pengiriman SMS mecapai sebesar itu, walau di hari-hari Ramadan baru mencapai ratusan juta SMS. Untuk itu disiapkan kapasitas  hingga 3,7 miliar SMS ,” ungkap GM Network Operation XL Jabodetabek Region Agus Nelwan di Jakarta, Rabu (1/9).

Berdasarkan catatan,  Pada hari normal, trafik per hari dari XL  mencapai 510 juta menit panggilan suara (voice), 470 juta SMS, dan 8,6 Terabyte (Tb) data terpakai. Sedangkan pada H-1 Ramadhan, trafik suara meningkat 4 persen, SMS meningkat 28 persen, dan data meningkat 1,2 persen. Hingga minggu kedua Ramadhan kami mencatat kenaikan trafik suara mencapai 18 persen, SMS 32 persen, dan data 29 persen

Diungkapkannya, selama Ramadan jaringan, khususnya di area Jabodetabek tidak mengalami kendala hal itu terlihat dari hasil drive test yang dilakukan belum lama ini dengan menggunakan Test for Mobile System (TEMS).

“Pengetesan kami lakukan di jam sibuk dimana aktifitas serta mobilitas pelanggan tinggi. Uji coba jaringan ini untuk menjamin kenyamanan pelanggan XL,” katanya.

Dari hasil pengukuran yang dilakukan oleh International Vendor Equipment Provider & Services diperoleh hasil layanan voice XL memiliki tingkat kesuksesan panggilan 99 persen, delay sambungan 4-5 detik, dan kualitas suara 3,7 mean opinion score (MOS).

Sementara untuk layanan data yang diakses menggunakan perangkat bergerak, tingkat kesuksesannya mencapai 100 persen  dengan kecepatan rata-rata 1103,95 kbps. Terakhir untuk layanan SMS, 100 persen  sampai ke penerima dalam waktu kurang dari 3 menit. Pengujian dilakukan dengan random calling melalui jumlah sampel 260 panggilan.

“Sampai akhir Juni 2010 pelanggan XL di Jabodetabek sekitar 9,7 juta pelanggan. Didukung 6.500 BTS yang  terdiri dari 5.000 BTS 2G (GSM&DCS) dan 1.500 BTS (HSDPA) untuk pengguna data,” katanya.

Khusus untuk layanan SMS lintas operator selama masa puncak lebaran nanti, diingatkannya kesuksesan pengiriman tergantung juga kepada kondisi jaringan operator penerima. “JIka untuk pengiriman ke sesama XL tidak ada masalah. Kalau lintas operator itu butuh interkoneksi. Kami memiliki prosedur jika dalam pengiriman pertama gagal, akan diulang secara otomatis hingga 4 kali,” katanya.[dni]

020910 IMO Gandeng Dua Operator

JAKARTA—Ponsel merek lokal, IMO, menggandeng dua operator besar untuk memasarkan produknya selama bulan Ramadan ini. Kedua operator yang digandeng adalah Indosat dan XL.

“Kami menggandeng Indosat untuk produk   IMO B9100 yang di banderol    549 ribu rupiah dan IMO i160  dengan XL,” ungkap Presiden Direktur IMO Sarwo Wargono di Jakarta, Rabu (1/9).

Diungkapkanya, dalam ponsel IMO B9100 t menambahkan fitur konten Islami yang berisikan surat – surat pendek dari ayat Al-Qur’an. Selain itu didalam handset IMO B9100 tersimpan doa sehari-hari Sehingga umat muslim bisa selalu beribadah dimana pun dan kapan pun mereka berada.

Selain itu, terdapat  sebuah aplikasi Kamus gaul, SMS singkatan, dimana aplikasi tersebut memuat sebuah singkatan dari rangkaian kalimat, sehinga memudahkan pada saat mengirim sms. Belum lagi aplikasi Planet IMO  i yang memberikan informasi produk terbaru dari IMO, Service center, program promosi, dan berita.

Pada kesempatan lain, Presiden Direktur Mobile-8 Telecom Merza Fachys mengungkapkan, juga memanfaatkan momentum Ramadan dengan menawarkan  Hape ’smartfren’ Islami   dengan menghadirkan layanan konten-konten Islami seharga 319 ribu rupiah.

Sedangkan bagi pelanggan yang ingin menikmati  layanan internet tersedia  modem EVDO 3.5 G dengan harga yang sangat hemat yaitu  199 ribu rupiah  Harga itu  bisa didapat dengan berlangganan paket unlimited selama    6 bulan. ”Kejutan di bulan Ramadan lainnya adalah paket layanan Blackberry Hemat dari Smart Telecom yang kini turun harga dari 140 ribu rupiah menjadi   99 ribu rupiah selama 30 hari,” katanya.[dni]

020910 Menggenjot Pembangunan Infrastruktur

Indonesia boleh saja sangat cepat mengadopsi datangnya teknologi data, namun untuk pembangunan infrastruktur pita lebar (Broadband) seperti jalan di tempat. Memang, hadirnya teknologi wireless telah mempercepat penetrasi konektifitas. Sayangnya ini memunculkan fenomena tidak sehat karena 95 persen trafik dibawah oleh wireless. Bandingkan dengan negara maju dimana wireless hanya kebagian 60 persen trafik dan sisanya melalui serat optik.

Jika terlalu tergantung kepada wireless, maka Indonesia bisa saja terancam cepat habis sumber daya terbatas yakni frekuensi. Pemerintah pun sepertinya mulai menyadari dengan memberikan perhatian kepada pembangunan backbone serat optik.

Rencananya dana untuk pembangunan akan diambil dari ICT Fund yang berasal dari kutipan Universal Service Obligation (USO). Dana USO sendiri biasanya diambil sebesar 1,25 persen dari pendapatan kotor operator. Setiap tahunnya ada uang sekitar 1,2 triliun rupiah yang terkumpul.

“Penggunaan ICT Fund itu menunggu keputusan dari Bappenas. Jika tidak ada putusan dari Bappenas, konsep ICT Fund yang membiayai 10 persen infrastruktur atau peningkatan status Balai Penyedia Telekomunikasi dan Informatika Pedesaan (BTIP) tak bisa terwujud,” ungkap Menkominfo Tifatul Sembiring di Jakarta, belum lama ini.

Tifatul pun menyadari konsep USO yang ada selama ini masih belum sempurna karena di lapangan ditemukenali masyarakat disuruh membayar untuk menggunakan fasilitas USO. “Fasilitas itu milik negara. Jika ada yang menyuruh membayar, laporkan ke pihak berwajib,” tegasnya.

Untuk diketahui, belum lama ini masyarakat yang memanfaatkan Layanan Internet Kecamatan di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Jawa Timur mengeluh karena disuruh membayar 10 juta rupiah untuk mengaktifkan jasa yang dibiayai ole dana USO. Diduga ini ulah subkontraktor yang disewa pemenang untuk pembangunan. Di NAD pemenangnya adalah Telkom, sedangkan di Jatim yakni Jastrindo Dinamika.

Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi (BRTI) Nonot Harsono menyarankan, sembari menunggu putusan tentang nasib ICT Fund, sebenarnya bisa dikeluarkan   Peraturan Pemerintah (PP) tentang Universal Service Obligation (USO) Broadband sebagai bentuk keberpihakkan pemerintah terhadap   dalam pembangunan infrastruktur pita lebar.

“Selama ini PP yang ada untuk dana USO adalah PP 52/200. PP ini semangatnya lebih dalam memungut kutipan ke pelaku usaha tanpa ada arahan jelas kegunaannya, khsusnya pengembangan jaringan broadband,” tegasnya.

Dalam PP 52/2000, Pasal 26-31 bab USO dinyatakan  terdapat tiga macam kontribusi USO. Pertama , Operator jaringan tetap lokal (Jartaplok) wajib membangun jaringan di wilayah USO.  Kedua  Operator lain yang menyambung ke jartaplok-USO wajib membayar biaya interkoneksi.

Diharapkannya,  seiring datangnya era pita lebar, maka paradigma menggunakan dana USO harus diubah dari membangun desa berdering menjadi berbasis broadband. Langkah membuat PP USO-Broadband dinilai tidak melanggar hukum karena UU No 36/99 Telekomunikasi dalam pasar 16 ayat 3 menyatakan harus dibuat PP tentang pelaksanaan USO.

Dosen Senior Kusmayanto Kadiman mengingatkan,  dana USO  memiliki tiga misi yakni  menyediakan akses ke Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi masyarakat yang belum terhubung ke infrastruktur TIK komersial,  keberpihakan pada teknologi anak negeri, dan mendorong tumbuhnya wirausaha lokal baru.

Dijelaskannya, total pendapatan dari TIK bisa ditingkatkan jika    volume bisnis dari kreativitas atau konten diperbesar dan biaya infrastruktur yang ditanggung pelaku usaha diperkecil.

“Pemerintah memperlakukan frekuensi sebagai infrastruktur yang menjadi tanggung jawabnya. Frekeunsi layak disejajarkan dengan pendidikan. Jangan   dipandang sebagai revenue generator . Jika konsep ini diterima  maka biaya infrastruktur informasi di nusantara akan rendah,” katanya.[dni]

020910 Android CDMA: Mencari Celah untuk Bersaing di Akses Data

Simak data berikut. Sistem Android yang mulai mengguncang dunia pada awal tahun ini mulai berbicara banyak di pasar smartphone negeri Obama. Survei terakhir mengatakan platform terbuka untuk smartphone dari open handset alliance berbasis pada   Linux dan Java yang diusung Google itu berhasil menguasai pangsa pasar sebesar 33 persen. Sementara BlackBerry (28%) dan iPhone (22%).

Angka itu menunjukkan riset yang dilakukan ComScore, dimana menempatkan Android  sebagai sistem operasi paling berbahaya pada 2010 terbukti benar. Tercatat, 200 ribu unit ponsel Android terjual setiap hari di seluruh dunia dimana chipset milik Qualcomm menguasai sekitar 140 model. Selain Qualcomm, chipset yang mendukung Android adalah Marvell.

Di Indonesia, Telkomsel merupakan operator pertama yang meluncurkan ponsel android bekerjasama dengan HTC pada Juni 2009. Sedangkan pemain kedua yang gencar memasarkan adalah Indosat yang mampu menggaet 60 ribu pengguna ponsel Android di jaringannya. Sementara XL hanya mampu memikat sekitar 10 ribu pengguna.

Kabar terbaru adalah, pemain  Fixed Wireless Access (FWA) milik PT Telekomunikasi  Indonesia Tbk (Telkom), Flexi, ikut mencari celah untuk bersaing di memanjakan pengguna Android yang haus akses data itu.

“Kami yang pertama di Indonesia mendukung inovasi Android untuk pemain FWA atau CDMA. Ini menunjukkan Flexi tidak hanya lebih irit dalam bicara, tetapi juga mendukung akses data para pelanggannya,”  ungkap  Deputy Commerce Telkom Flexi Judi Achmadi di Jakarta belum lama ini.

Diungkapkannya, untuk tahap awal program bundling akan dilakukan dengan penyedia ponsel IVIO. Setelah itu, Flexi juga segera menambah empat mitra lainnya yaitu Hisense, Haier Mobile, ZTE, dan TiPhone. Hingga akhir tahun nanti ditargetkan bisa meraih 100.000 pelanggan baru Flexi dari bundling ponsel Android.

“Peluncuran Flexi Android untuk memenuhi gaya  berkomunikasi pelanggan yang telah bergeser dari era mulut dan telinga (suara) ke mata dan jari (akses data),” tegasnya.

Untuk menyemarakkan layanan Android,  Flexi menggandeng 150 mitra penyedia konten mengembangkan aplikasi Flexi di Google Android Market. Aplikasi Flexi Market ini dijadwalkan hadir September mendatang dengan metode pembayaran lewat FlexiCash.

Flexi pun sadar dengan menghadirkan Android maka kapasitas jaringan harus ditingkatkan karena platform itu membawa environment dari komputer ke ponsel. Rencananya  kecepatan akses 153 Kbps akan ditingkatkan dengan inovasi  Evolution Data Only (EVDO) di enam kota pada akhir tahun nanti sehingga bisa menghadirkan kecepatan hingga  3 Mbps bagi 16,2 juta pelanggannya.

Country Manager Qualcomm Indonesia Harry K Nugraha menilai, langkah Flexi yang akan meningkatkan kapasitas jaringan ke EVDO untuk melayani pelanggan data sudah tepat. “Secara teknis   dedicated channel lebih baik daripada digabung dengan suara. Tinggal nanti manajemen trafik design dari Flexi untuk menyesuaikan kebutuhaan pelanggan,” katanya.

Tak Diam
Menanggapi aksi dari Flexi, dua pesaing terdekat yang menggunakan teknologi sama, Bakrie Telecom dan Smart Telecom tidak tinggal diam.

“Hubungan kami dengan Google lumayan dekat. Menggarap ponsel Android itu salah satu hal yang sedang dikaji. Produk AHA akan menggarap segmen ini karena haus data,” ungkap Wakil Direktur Utama Bidang Pemasaran Bakrie Telecom Erik Meijer

Division Head of Marketing Multimedia Smart Telecom Ruby Hermanto menjanjikan, akhir tahun ini atau paling lambat awal tahun depan, Smart akan melayani pengguna Android.  “Ponsel Android cukup menjanjikan,  tetapi tidak dalam jangka waktu dekat. Masih butuh  edukasi dan pembiasaan dari design ponsel qwerty ke layar sentuh. Kami akan datang dengan penawaran harga yang kompetitif agar diterima pasar,” katanya.

GM Mobile Data Services Channel Development XL Handono Warih mengungkapkan, semua operator yang melayani Android masih meraba dan belum menemukan strategi yang solid untuk bekerjasama dengan Google secara holistik. Dalam memasarkan Android para prinsipal mendatangi operator untuk meminta bundel data tanpa ada keinginan membangun infrastruktur bersama.

“Semua operator dalam tahap mencoba seperti  bundling dengan eksisting paket data dan berjualan di jalur distribusi tradisional. Berbeda dengan BlackBerry dimana ada infrastruktur yang dibangun. Jika pola pemasaran Android seperti itu,maka akan datar saja kurvanya di Indonesia,” katanya.

Diingatkannya, Android adalah ponsel untuk pengguna menengah ke atas, sehingga jika ada pemain baru yang ingin masuk harus konsisten bermain di area tersebut. “Ini kan konsumsi datanya boros. Jika mau banting harga layanan di ponsel merek lokal saja,” katanya.

Sementara Group Head Vas Marketing Indosat  Teguh Prasetya memperkirakan Android akan hype di kategori smartphone untuk Indonesia dalam waktu dua tahun mendatang. “Jika ada  smartphone  merek lokal menawarkan Android  itu hanya mendorong pengguna   merasakan Android  soalnya merek terkenal belum bermain di harga murah. Ponsel merek lokal yang beredar sekarang sangat terbatas mendukung Android karena kemampuan chip,” katanya.

Pada kesempatan lain, Praktisi telematika Raherman Rahanan memperkirakan, penggunaan Android akan mampu menyaingi kompetitornya di Indonesia menjelang kuartal keempat tahun ini atau pada kuartal pertama 2011.

Pendorongnya adalah harga perangkat dan berlangganan yang murah,  adanya  aplikasi Instant Messaging  dan Social Networking Services seperti Facebook atau  Twitter.

Untuk perangkat murah  Google sudah memberikan sinyal akan mendorong manufaktur seperti LG, Huawei, Samsung  membuat smartphone yang terjangkau.  Sedangkan untuk berlangganan bulanan secara tarif flat bisa dikembangkan dengan tidak hanya bergantung pada teknik APN seperti di BlackBerry.

Terakhir adalah, calon aplikasi pembunuh berupa VoIP Calls  mulai dari Skype, Fring hingga Google Voice dan Gizmo5 yang akhir-akhir ini menawarkan free call antar aplikasi serta free call atau Unlimited call (berlangganan bulanan US10) ke negara tertentu. “Kelemahan ponsel Android itu hanya pada boros baterai. Jika ini bisa diperbaiki, pengguna akan makin setia,” katanya.[dni]

010910 IAA Tetapkan Rute Pengganti Jakarta-Medan dan Jakarta-Surabaya

JAKARTA— PT Indonesia AirAsia (IAA) akhirnya menetapkan sejumlah rute pengganti rute Jakarta-Medan dan Jakarta-Surabaya yang akan ditutup mulai 1 Oktober 2010.

Presiden Direktur IAA Dharmadi mengungkapkan,  dua rute  itu akan diganti oleh  rute yang benar-benar baru. “Rute yang ditambah frekuensinya adalah Surabaya-Kuala Lumpur sebanyak satu kali penerbangan.  Saat ini rute tersebut dilayani empat kali dalam sehari. Sementara, rute baru dari Surabaya  adalah Surabaya-Bangkok dan Surabaya-Penang masing-masing sebanyak satu kali penerbangan dalam sehari,” ungkapnya di Jakarta, Selasa (31/8).

Selain itu,  rute yang akan ditambah frekuensinya sebanyak satu kali dari Medan adalah Medan-Kuala Lumpur dan Medan-Penang yang saat ini sudah dilayani IAA sebanyak dua kali dalam sehari.

Rute terbaru dari Medan adalah penerbangan menuju Bangkok diteruskan ke Hongkong atau Macau. Keputusannya ditentukan sebelum 1 Oktober saat dua rute Jakarta-Medan dan Jakarta-Surabaya kami tutup,” jelasnya. 

Diharapkannya, adanya perubahan rute membuat perseroan bisa  menggaet sebanyak mungkin wisatawan asing yang ingin datang ke Indonesia atau wisatawan lokal yang ingin keluar negeri dengan membuka rute-rute baru tersebut.

“Rute Jakarta-Surabaya dan Jakarta-Medan sebenarnya bagus karena load factor selalu diatas 80 persen. Tetapi sebagai grup, kebijakan bisnis kami tidak mengarah kesana tetapi akan lebih banyak mengembangkan rute internasional, makanya kami tutup. Di akhir tahun komposisi penerbangan IAA akan menjadi 80 persen  internasional dan 20 persen domestik,” jelasnya.

Diungkapkannya, perseroan juga akan  membuka sejumlah rute baru antara lain Bandung-Penang, Bandung-Brunei, Bandung-Bangkok, Jogjakarta-Kuala Lumpur, Makassar-Hongkong, dan Jakarta-Filipina. Seluruh rute itu baru dibuka paling tidak setelah IAA menambah jumlah pesawatnya.

Saat ini IAA mengoperasikan 11 pesawat Airbus A320. Rencananya sampai akhir tahun,  akan  didatangkan 3 lagi A320 dengan jadwal kedatangan pesawat ke 12 sampai 14 di bulan Oktober-Desember. Seluruh pesawat A320 itu akan menggantikan 4 Boeing 737-300 yang sudah habis masa sewa nya dan harus dikembalikan pada periode Juli-Oktober.

Perawatan dari pesawat IAA rencananya akan diserahkan ke  Garuda Maintenance Facilities AeroAsia (GMF). Satu unit pesawat telah dirawat untu C-Check oleh GMF dan selesai Rabu besok.       

Berkaitan dengan penambahan kursi ke Australia, Dharmadi mengungkapkan, berencana  mengajukan 720 kursi seminggu untuk rute Denpasar-Darwin untuk disetujui Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Saat ini, anak usaha AirAsia Berhad Malaysia itu juga sudah memiliki enam kali penerbangan dalam sehari dari Denpasar menuju Perth. 

Sebelumnya,  Sriwijaya Air juga sudah menyatakan minatnya mendapatkan jatah 1.260 kursi untuk rute Jakarta-Perth yang ingin dibukanya. Sedangkan  Garuda Indonesia  ingin mendapat jatah tambahan frekuensi penerbangan ke
Australia sebanyak 1.110 kursi.

Layanan  Sriwijaya
Pada kesempatan lain, untuk memenuhi  permintaan pemerintah dan para pelanggan dalam menghadapi musim ramai lebaran tahun 2010,  Sriwijaya Air  menegaskan  dapat mengangkut 140-160 penumpang per pesawat selama musim ramai ini dengan 27 armadanya. 
”Sriwijaya Air juga mempersiapkan penerbangan tambahan keempat kota tujuan di Indonesia yang dimulai pada tanggal 6-14 September 2010,” ungkap juru bicara Sriwijaya Air Ruth Hanna Simatupang.
Rute-rute itu adalah, Pontianak dari 4 menjadi 5 kali penerbangan per hari,  Denpasar dari 1 menjadi 2 kali penerbangan  per hari, Palembang dari 3 menjadi 4 kali penerbangan  per hari,  Pangkal Pinang dari 5 menjadi 6 kali penerbangan per hari, dan  Medan-Padang-Medan akan menambah penerbangan mulai tanggal 11-19 september 2010.

Dikatakannya, kemudahan-kemudahan pun terus dilakukan oleh Sriwijaya Air di mana terhitung tanggal 28 Agustus 2010 para pelanggan kami dapat melakukan pemesanan tiket secara langsung melalui ”Internet Booking Engine” (IBE) dengan mengunjungi situs: http://www.sriwijayaair.co.id. Pembayaran dapat dilakukan dengan mengunjungi situs ”KLIK BCA” dan/atau mesin Anjungan Tunai Mandiri/ATM Bank BCA. Sistem IBE yang telah didukung dengan sistem e-tiket (elektronik tiket) dan Departure Control System (DCS) berguna untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan kami. Kedua sistem tersebut akan menghindari antrian panjang pada saat melakukan pelaporan pada ”counter check-in” di bandar udara.[dni]

010910 Tifatul Bantah Sensor Konten Porno Miliki Agenda Tersembunyi

JAKARTA—Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring membantah penerapan sensor konten pornografi di dunia maya memiliki agenda tersembunyi seperti memberangus kebebasan berpendapat di internet. 

“Tidak benar jika ada sesuatu dibalik kebijakan ini (sensor). Ini murni menegakkan regulasi dan melindungi orang-orang baik yang ingin menggunakan internet,” tegasnya di Jakarta, Selasa (31/8).

Regulasi yang dijadikan acuan adalah undang-undang (UU) No 44/2008 tentang pornografi, UU Telekomunikasi Nomor 36 tahun 1999, serta UU ITE Nomor 11 tahun 2008.

Tifatul pun menjamin sensor konten porno tidak akan merembet pada isi media online (pers) karena Rancangan Peraturan Menteri (RPM) tentang konten multimedia tidak dibahas lagi. “Kita cukup pakai UU ITE untuk masalah pornografi ini,” katanya.

Berkaitan dengan masih adanya keberatan dari penyelenggara jasa internet (PJI) terhadap filterisasi yang memunculkan investasu baru, Tifatul mengatakan, nilai uang yang keluar untuk menjalankan kebijakan itu tidaklah mahal.

“Enam PJI besar seperti Telkomsel, XL, Indosat tidak masalah dengan filterisasi. Tidak benar itu nilai investasi bisa mencapai trliunan rupiah,” katanya.

Tifatul pun meminta para PJI menunjukkan rasa bertanggungjawabnya kepada masyarakat karena bisnis intinya bukanlah di pornografi. “PJI itu meraup 100 trliun rupiah setiap tahunnya dalam sebagai pipa data. Masak keluar dana sedikit untuk melindungi pengguna tidak mau,” katanya.

Sebelumnya, pada awal Ramadan Kemenkominfo memerintahkan semua PJI menutup situs porno Untuk melakukan pemblokiran ini, pemerintah bersama 200 PJI akan menggunakan Database Massive Trust Positive dan DNS Nawala. Konten-konten yang bakal diblokir yaitu situs porno yang sifatnya global seperti persenggamaan baik yang normal dan menyimpang, bersifat ketelanjangan, menunjukkan alat kelamin, prostitusi anak, dan simbol-simbol pornografi lainnya.

Gerakan ini mendapat dukungan dari sejumlah elemen masyarakat di antaranya MUI, Perhimpunan Masyarakat Tolak Pornografi (MTP), ASA Indonesia, Komite Indonesia untuk Pemberantasan Pornografi dan Pornoaksi (KIP3), Gerakan Jangan Bugil Depan Kamera (JBDK), Yayasan Kita dan Buah Hati (YKBH), Gerakan Anti Pornografi dan Pornoaksi (Genap), Pelajar Islam Indonesia, Forum Indonesia Muda (FIM), Aliansi Pemuda Selamatkan Bangsa (APSB).

Seluruh LSM tersebut mendorong pemerintah untuk membuat kebijakan dalam penegakan UU no.44 tahun 2008 dan  menanggulangi masalah-masalah pornografi.

“Pornografi sudah sangat memprihatinkan, bahkan sampai ke pelosok-pelosok daerah. Berdasarkan data, Indonesia pengakses pornografi terbesar kedua,” kata ketua badan pelaksana Komite Indonesia untuk pemberantasan pornografi dan pornoaksi (KIP3) Juniwati T Masjhun Sofwan.

Sementara Wakil Ketua Umum Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) Sammy Pangerapan menegaskan, walau mendukung adanya filterisasi, tetapi sifatnya adalah sukarela.

“Artinya apabila di minta oleh pelanggan, PJI harus menyediakan layanan terfilter secara optimal. Karena kami menyadari filtering tidak mungkin dilakukan 100 persen,” tegasnya.

Menurutnya, jika mengikuti UU No 44/ 2008 tentang Pornografi, wewenang pemblokiran
berada di tangan pemerintah.

”Nah, apa dasar yang digunakan  untuk mendelegasikan wewenang ini ke PJI,” katanya.[dni]