010710 Dana PSO PT KA Tetap Cair

JAKARTA—Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan  tetap mengucurkan  dana Public Service Obligation (PSO) untuk operasional kereta api ekonomi oleh PT Kereta Api (Persero) atau PT KA, walaupun terjadi kecelakaan terhadap  KA ekonomi Logawa  di Madiun, kemarin.

”Pemerintah memilah antara penyebab kecelakaan yang berujung pada ranah hukum dengan aspek pelayanan yang diberikan operator melalui dana PSO. Jadi pemerintah akan tetap memberikan PSO tahun ini, karena antara hukum dan pelayanan adalah dua hal yang berbeda,” kata  Sekretaris Ditjen Perkeretaapian Kemenhub Nugroho Indrio, di Jakarta, Rabu (30/6).

Sebelumnya, Direktur Utama PTKA Ignasius Jonan memastikan perusahaannya siap menerima dana subsidi public service obligation (PSO) yang lebih kecil dari  535 miliar rupiah. Dengan catatan, Menteri Perhubungan mengizinkan kenaikan tarif sebesar 16 persen sampai 62 persen  seperti yang diusulkan Ditjen Perkeretaapian.

Namun, belum diketahui respon PTKA ketika diketahui Kemenhub menunda pemberlakuan kenaikan tarif tersebut sampai tiga bulan ke depan. Karena Jonan pernah mendesak pemerintah untuk bisa menyetujui kenaikan tarif KA ekonomi sebesar 50 persen  mulai Juli 2010, jika pemerintah tak menaikkan besaran PSO 2010.

Kenaikan tarif kereta kelas ekonomi itu akan dilakukan secara bertahap selama empat semester atau 12,5 persen per semester. Tidak sekaligus 50 persen karena dinilai akan sangat memberatkan masyarakat.

Kebijakan perseroan untuk mengusulkan kenaikan tarif KA ekonomi tersebut karena pemerintah tak kunjung menaikkan besaran subsidi PSO. PT KA meminta kenaikan PSO dari angka  535 miliar rupiah yang setiap tahun diberikan, menjadi  670 miliar rupiah  untuk 2010.

Tambahan dana PSO itu akan digunakan perseroan untuk menutupi kerugian akibat selisih harga tiket ekonomi dengan biaya operasional yang terus meningkat setiap tahun.

Tender Gerbong
Sementara itu, Direktur Komersial PT KA Sulistyo Wimbo Hardjito mengungkapkan,  PT Industri Kereta Api (INKA) mendapatkan prioritas untuk menjadi pemenang tender gerbong  jika mengajukan harga penawaran tender yang sama dengan produsen
gerbong lain.

“Untuk INKA mereka punya right to match. Artinya kalau harga yang INKA
tawarkan sama dengan peserta yang lain, maka INKA yang menang,” ujar Wimbo

PTKA membuka tender untuk mengadakan 1.200 unit gerbong kereta
pengangkut batu bara dengan dua gandar (KKBW) dengan mematok bujet
720 miliar rupiah. Serta 1.200 unit gerbong kereta pengangkut barang tanpa
atap dan dinding samping (PPCW) senilai  540 miliar rupiah.

Menurut Wimbo, kepastian pemenang tender akan diketahui paling cepat
akhir tahun ini. Sehingga pengiriman tahap pertama gerbong itu bisa dilakukan Juni 2011, dan secara bertahap akan terus dikirimkan sampai 2013.

PT KA juga menggelar tender terpisah untuk mengadakan 100 lokomotif
penarik gerbong barang di Pulau Jawa dan 44 lokomotif serupa di Pulau
Sumatera. Dengan total dana yang dibutuhkan sebesar  4 triliun rupiah .

“Dengan patokan harga tersebut, peserta tender tetap harus memenuhi
standar gerbong dan lokomotif yang diminta PTKA. Karena produksinya
banyak, jadi bisa saja kami dapat harga lebih murah,” ungkapnya.

Sementara, Direktur INKA Roos Diatmoko mengaku saat ini proses tender
sudah memasuki proses prakualifikasi. INKA menjadi satu-satunya
perusahaan dalam negeri peserta tender yang juga diminati 18
perusahaan asing seperti dari China dan Korea Selatan.

Dengan mematok pengadaan 1.200 gerbong KKBW senilai 720 miliar rupiah,
maka satu unit gerbong KKBW dihargai  600 juta rupiah oleh PT KA. Sementara
menurut INKA harga idealnya dipasaran adalah  772 juta- 800 juta rupiah.

Sementara untuk 1.200 gerbong PPCW, PTKA mematok harga  540 miliar rupiah
atau 450 juta rupiah  per unit. Sementara menurut INKA harga per unit PPCW
seharusnya  545 juta- 817 juta rupiah.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s