290610 UKM Harus Didorong Gunakan Komputasi Awan

JAKARTA–Para penyedia solusi teknologi informasi (TI) harus memprioritaskan penggunaan komputasi awan ke pengusaha Usaha Kecil dan Menengah (UKM) agar bisa membuat kalangan tersebut kompetitif di persaingan pasar bebas.

“Komputasi awan bukan hanya untuk perusahaan kelas enterprise. UKM juga bisa menerapkan dan mendapatkan manfaatnya,” tegas Country Manager VMware Indonesia Edwin Lim di Jakarta, Senin (28/6).

EGM Telkom Divisi Business Services (DBS) Slamet Riyadi menegaskan, TI sebenarnya sangat diperlukan bagi kalangan UKM untuk membantu proses bisnis mereka agar lebih baik lagi. Namun, kendala keuangan yang terbatas membuat UKM lebih suka mencatatkan transaksi bisnisnya secara manual.

“UKM tak akan habis-habisan untuk business supporting, tentu mereka hanya akan all out untuk core business saja. Itu sebabnya mereka perlu dibantu dengan ketersediaan layanan TI yang tidak memberatkan mereka,” jelasnya.

Langkah untuk memberdayakan UKM dengan TI pun mulai digiatkan Telkom melalui unit bisnis DBS yang dipimpin Slamet. Tercatat hingga pertengahan Juni ini, Telkom DBS sudah memberdayakan 90.000 UKM dengan layanan TI cloud computing yang bisa menghemat biaya investasi dan operasional secara signifikan.

“Mereka (UKM) terus-terusan kami beri pelatihan dan konsultasi tentang bagaimana memperkuat bisnis utama mereka dengan memanfaatkan TI. Upaya ini kami giatkan supaya UKM di Indonesia juga bisa maju seperti UKM di Korea yang kini tumbuh pesat,” katanya.

DBS pun membantu UKM agar bisa beradaptasi dengan aturan pajak baru  yang mengharuskan  Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dibayar kala transaksi dilakukan atau barang diserahkan.

“Aturan itu baru bagi pengusaha kelas Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang selama ini tak banyak menggunakan solusi TI untuk perdagangannya. Adanya aturan itu membuat pengusaha kelas UKM semakin sadar akan kebutuhan TI,” ungkapnya.

Dijelaskannya, salah satu solusi yang disiapkan untuk aturan baru itu adalah    aplikasi Enterprise Resources Planning (ERP) Bonastoco yang menawarkan kerjasama baik antara penyedia software dan operator.   Bonastoco adalah sebuah perangkat ERP untuk memudahkan perusahaan berkomunikasi dan berbagi informasi antara staf, pelanggan , serta suplier yang meliputi modul inventory dan akunting.

“Kami menjual aplikasi itu ke pengusaha kecil dengan harga 265 ribu rupiah beserta paket akses internet Speedy. Harga aplikasi itu sendiri sekitar 70 ribu rupiah dimana ada sharing revenue 75 persen bagi pemilik aplikasi dan 25 persen untuk Telkom,” jelasnya.

Dijelaskannya, segmen UKM perdagangan yang paling membutuhkan solusi TI adalah di pasar basah dimana menguasai hampir 60 persen dari saluran distribusi. “Akibat tidak ada solusi TI untuk inventori, pemain UKM tidak berani menyetok barang ke manufaktur. Ini bisa menghambat perekonomian,” jelasnya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s