290610 Sitra Telan Investasi US$ 350 Juta

JAKARTA–PT First Media Tbk (First Media) mengeluarkan dana sebesar 350 juta dollar AS untuk menggembangkan layanan internet nirkabel berkecepatan tinggi berbasis teknologi Worldwide Interoperability for Microwave Access (Wimax) hingga 10 tahun ke depan melalui produk Sitra.

Presiden  Direktur First Media Hengkie Liwanto mengungkapkan, hingga saat ini investasi yang dikeluarkan  mencapai 50 juta dolar AS untuk pengembangan sistem operasi, sistem tagihan, backhaul, BTS, penyediaan perangkat terminal customer premise equipment (CPE) dan base station.

“Selain itu juga untuk membayar lisensi dan Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi, serta  up front fee penyelenggaraan layanan Wimax pada tahun pertama di Jabodetabek dan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut),” jelasnya di Jakarta, Senin (28/6).

Diungkapkannya, hingga kini perseroan  membangun  sekitar 90  BTS untuk layanan Sitra Wimax dalam tiga bulan ke depan   di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Banten.

“Kami sudah mengantongi   uji laik operasi (ULO) dari Ditjen Postel pada pertengahan Juni  ini. Kita harapkan  pada tahun pertama bisa mendapatkan  100.000-150.000 pelanggan. Setelah itu pada tahun kedua Sebanyak 500 ribu  pelanggan dan pada tahun ke tiga mencapai satu juta pelanggan,” jelasnya.

Menurutnya, potensi pengguna layanan yang menjanjikan kecepatan akses di atas 70 Mbps itu sekitar 5 juta pelanggan di Jakarta. Namun, untuk mengoptimalkan raihan target pasar tergantung pada ketersediaan dari    perangkat dan harga yang diberikan manufaktur lokal.

Untuk diketahui,  perusahaan lokal yang menyediakan   perangkat bagi Sitra Wimax adalah PT Teknologi Riset Global (TRG) yakni untuk   customer premise equipment (CPE) dan base station dengan harga satu unit CPE   berkisar 200 dolar AS.

Direktur TRG Gatot Tetuko mengungkapkan, kapasitas produksi CPE TRG bisa mencapai 5.000 unit per bulan, dan BTS mencapai 200 unit per bulan karena didukung  tiga unit line produksi CPE dan BTS yang bisa ditingkatkan sesuai dengan permintaan pasar

Sementara itu Dirjen Pos dan Telekomunikasi Kemenkominfo, M. Budi Setiawan berharap  Sitra Wimax menjadi perangsang terselengaranya layanan internet berkualitas dengan kecepatan tinggi di Indonesia.

“Sitra sudah lolos ULO untuk wilayah Jabodetabek, tinggal ULO untuk wilayah Sumbagut. Pembangunan di wilayah tersebut juga harus dipercepat agar akses internet kecepatan tinggi ini juga dinikmati oleh masayarakat sana,” kata Budi.

Berkaitan dengan  proyeksi pendapatan tahun ini, Hengkie berharap dapat menembus angka satu triliun rupiah   melonjak dari realisasi pendapatan 2009 sebesar 720 miliar rupiah.

Pertumbuhan pendapatan sekitar 38,8 persen dari tahun lalu diyakini akan didorong dari peningkatan jumlah pelanggan layanan internet dan tv kabel.

Menurut Hengkie, pada saat yang sama Earning Before Interest, tax, Depreciation and Amortization (EBITDA)  pada akhir 2010 diprediksi mencapai 450 miliar rupiah alias  lebih tinggi dari EBITDA 2009 sebesar 200 miliar rupiah.

Hingga pertengahan 2010, jumlah pelanggan internet kabel First Media mencapai 300.000 nomor termasuk pelanggan TV Kabel.

Untuk memenuhi target-target keuangan tersebut, kelompok Grup Lippo ini mengalokasikan belanja modal  pada 2010 sebesar 100 juta dolar AS.

“Dana belanja modal akan digunakan untuk membiayai pembangunan sekitar 1.200 BTS. Selain membangun sendiri, kami juga menyewa BTS dari vendor dan operator telekomunikasi,” katanya.

Sumber pendanaan  capex 2010 akan dipenuhi dari pemegang saham sebagai tambahan modal, penggunaan dana hasil rights issue, dan kas internal. “Dana hasil penerbitan saham baru (rights issue) sebesar 400-450 miliar rupiah sebagian untuk belanja modal,” kata Hengkie.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s