220610 BRTI Klarifikasi Layanan Teleponi di Pesawat Milik Indosat

JAKARTA—Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) berencana akan melakukan klarifikasi terhadap layanan teleponi di atas pesawat yang diselenggarakan oleh Indosat.

“Kami baru tahu dari media Indosat ternyata telah mengomersialkan layanan teleponi itu sejak akhir tahun lalu. Setahu saya masih ada beberapa hal yang perlu diklarifikasi jika mau komersial,” ungkap Anggota Komite BRTI Heru Sutadi kepada Koran Jakarta, Senin (21/6).

Dijelaskannya, beberapa hal yang harus tegas diatur soal layanan teleponi di pesawat adalah jika armada berada di   wilayah udara RI penyelenggara  telepon  harus memiliki ijin. “Adanya izin tentu memaksa munculnya hak dan kewajiban seperti Biaya Hak Penggunaan (BHP) telekomunikasi, sumbangan Universal Service Obligation (USO), dan masalah interkoneksi,” jelasnya.

Belum lagi jika layanan berbasis telepon satelit  yang membutuhkan adanya landing right. “Tetapi yang paling utama adalah masalah frekuensi karena menyangkut aspek keselamatan,” katanya.

Sementara itu, Grup Head Vas and Brand Marketing Indosat Teguh Prasetya mengungkapkan, Indosat sejak akhir tahun lalu telah mengomersialkan layanan teleponi di udara bekerjasama dengan   AeroMobile guna menyelenggarakannya di Malaysia Airlines dan Emirates.

Untuk dapat berhalo-halo, pelanggan Matrix dikenakan  tarif  55 ribu rupiah. Untuk pesan singkat atau SMS yang disalurkan, pelanggan dikenakan charge 15 ribu rupiah. Sementara untuk akses data, tiap kilobyte-nya akan ditagih  350 rupiah. Tarif ini lebih mahal dibanding penggunaan fitur jelajah atau roaming internasional.

“Penggunanya masih sedikit, sekitar ratusan. Tetapi pertumbuhannya leumayan menjanjikan. Untuk backhaul kami menggunakan satelit Inmarsat,” jelasnya.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Dephub Bambang S Ervan mengingatkan penerapan  layanan seluler di atas pesawat harus sesuai dengan regulasi penerbangan agar aspek keselamatan tetap terjaga.

”Pemerintah tidak akan melarang atau menghalangi penambahan teknologi telekomunikasi di pesawat, sepanjang itu dilakukan sesuai aturan, baik dari segi teknis maupun hukum tidak ada yang dilanggar,” ujarnya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s