180610 Kemenhub Hanya Proses 6 SIUP

JAKARTA–Kementrian Perhubungan (Kemenhub) hanya mengurus 6 Surat Izin Usaha Penerbangan (SIUP) dari 11 yang mengajukan karena sudah sesuai dengan regulasi yang ada.

“Hanya enam maskapai yang serius mengurus SIUP dari 11 yang mengajukan. Sekarang terus diproses,” ungkap Direktur Angkutan Udara Kemenhub
Tri S Sunoko di Jakarta, Kamis (17/6).

Empat maskapai mengajukan izin sejak awal tahun lalu. Keempat maskapai itu adalah Jatayu Airlines, Life Air, Love Air Services, dan PT Firefly Indonesia Berjaya.

Sedangkan PT Aviastar Mandiri mengajukan SIUP untuk
menjadi maskapai penerbangan berjadwal. Saat ini Aviastar sudah
beroperasi sebagai maskapai carter.

Satu calon maskapai yang menyusul mengajukan SIUP adalah Martabuana Abadi.

“Jatayu, Aviastar dan FireFly ingin jadi berjadwal. Jatayu dan
Aviastar rencananya akan banyak beroperasi di rute Indonesia Timur.
Maskapai lainnya mau jadi carter,” katanya.

Sementara, maskapai lain yang gugur ditengah jalan karena tidak
sanggup memenuhi syarat pemerintah adalah Fly Cargo, Megantara Air, North Aceh Air, Sultra Air, Phoenix, Bee Air Charter, dan Spirit Global Service.

“Seluruh calon maskapai sedang melengkapi pengajuan rencana bisnis. Khusus untuk FireFly kami cek kepemilikan modalnya di BKPM. Serta Dirjen Perhubungan Udara meminta namanya diganti, supaya tidak membingungkan dari sisi navigasi penerbangan,” jelasnya.

Selain pengajuan izin untuk maskapai penerbangan, Kemenhub juga mengurus izin mendirikan sekolah pilot seperti PT National
Aviation Management Flying School (NAM) milik PT Sriwijaya Air, Wings
Flying School (WFS) milik PT Wings Abadi, dan Sky Flyer National
Academy. Dua yang disebut pertama bahkan sudah beroperasi akhir Mei dan awal Juni 2010.

Terkait permintaan Indonesia National Air Carriers Association (INACA) agar pemerintah menghentikan penerbitan SIUP bagi maskapai baru karena
terbatasnya infrastruktur bandara, Tri memastikan Ditjen Perhubungan
Udara akan mengakomodir permintaan itu.

“Terbatasnya kapasitas bandara memang menjadi persoalan untuk
menampung pertumbuhan penumpang. Selasa kemarin, Ditjen Perhubungan Udara sudah melakukan rapat dinas untuk membahas hal tersebut. Kami sepakat infrastruktur bandara harus ditingkatkan dalam 3 tahun sampai 4 tahun ke depan,” jelasnya.

Untuk bisa melakukan hal tersebut, Kemenhub akan meminta dukungan dari Kementerian Negara BUMN selaku pemegang saham PT Angkasa Pura I dan II supaya dua BUMN operator bandara bisa menanamkan investasi di. pengembangan bandara.[Dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s