170610 Garuda Kaji Berikan Layanan Telekomunikasi di Pesawat

JAKARTA—PT Garuda Indonesia (Persero) sedang mengaji memberikan layanan telekomunikasi bagi penumpang selama melakukan perjalanan di atas armadanya.

“Saat ini kami sedang menyeleksi dua perusahaan penyedia perangkat teknologi informasi untuk memasok alat telekomunikasi di pesawat. Perusahaannya dari Amerika Serikat dan Eropa. Jika terealisasi, Garuda maskapai nasional pertama yang menyediakan akses internet dan SMS di atas udara,” ungkap Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar di Jakarta, Rabu (16/6).

Diungkapkannya, untuk  merealisasikan rencana tersebut, perseroan menyiapkan  investasi sekitar  17,5 juta dollar AS untuk membeli perangkat teknologi telekomunikasi di pesawat. Alatnya sendiri diperkirakan seharga   250 ribu dollar AS dan diimplementasikan pada 70 unit armada Garuda untuk rute  domestik maupun internasional. “Jika semua lancar, tahun depan sudah bisa dinikmati,” katanya.

Dikatakannya, Garuda hanya berani memberikan   hanya layanan SMS dan internet yang bisa digunakan penumpang sepanjang perjalanan karena tidak mau mengambil resiko terganggunya perjalanan jika layanan suara diberikan. Hal ini karena  karena frekuensi panggilan telepon lebih besar dan bisa
mengganggu navigasi penerbangan.

“Memang ada regulasi yang melarang menggunakan fasilitas telekomunikasi diatas pesawat, tapi kami akan konsultasikan dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk bisa menggunakan alat tersebut. Kami juga akan mengkonsultasikan penggunaan alat tersebut kepada seluruh operator seluler lokal,” katanya.

Secara terpisah, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub Bambang S Ervan membenarkan bahwa Undang-Undang Nomor 1/2009 tentang Penerbangan melarang
penggunaan seluruh alat yang mengeluarkan frekuensi selama berada di
dalam pesawat. Namun, pemerintah menurutnya tidak akan menghalangi rencana maskapai yang ingin memberikan fasilitas lebih bagi penumpangnya.

“Sebaiknya sebelum digunakan, dilihat dulu alatnya seperti apa. Otoritas penerbangan bisa mengeluarkan sertifikasi setelah dilakukan kalibrasi atas alat itu. Apakah benar frekuensi yang dikeluarkan oleh alat telekomunikasi bisa diredam oleh alat tersebut sehingga tidak mengganggu navigasi penerbangan,” jelasnya..

Berdasarkan catatan, terdapat  tiga perusahaan asing yang menjual perangkat teknologi telekomunikasi di pesawat. Ketiga perusahaan itu   AeroMobile Communications Ltd yang berbasis di Inggris, OnAir asal Swiss dan Aircell asal Amerika Serikat. Salah satu operator seluler lokal, Indosat telah menjalin kerjasama dengan AeroMobile Communication.

Pembelian Tiket
Sementara itu, untuk mempermudah layanan pembelian tiket, Garuda  menggandeng  Telkomsel)untuk menyediakan fasilitas pembelian   melalui  ponsel.

”Saat ini  tengah disiapkan sistem yang dibutuhkan untuk bisa
memberikan layanan tersebut. Diperkirakan dalam dua bulan ke depan,
layanan pembelian tiket dengan mengirimkan SMS sudah bisa dimanfaatkan
penumpang,” kata Emirsyah

Jika sistem tersebut sudah berjalan, bukti kepemilikan tiket pesawat tidak perlu ditunjukkan dalam selembar kertas. Namun cukup dengan menunjukkan SMS di ponsel penumpang.

Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno menjelaskan, perusahaannya akan menggunakan fasilitas T-Cash untuk memberi kemudahan bagi penumpang Garuda membeli tiket. “Saat ini pengguna T-Cash sudah 1,1 juta nomor. Target kami akhir tahun ini mencapai 3 juta pelanggan,” jelasnya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s