160610 Karang Taruna Bidik Masyarakat Desa

JAKARTA—Dewan Pengurus Pusat Karang Taruna siap mengembangkan koperasi dan usaha kecil menengah (UKM) di desa di seluruh Indonesia.

“Peran Karang Taruna sangat strategis untuk memajukan daerah karena organisasi kami memiliki jaringan di semua desa dan kelurahan di tanah Air. Kami akan membuka kerja sama dengan berbagai pihak termasuk swasta dengan bertumpu pada potensi di setiap daerah yang berbeda satu dengan yang lain,” ujar  Ketua Umum Karang Taruna Taufan EN Rotorasiko di Jakarta, Selasa (15/6).

Dijelaskannya,  dengan meningkatkan profesionalisme, Karang taruna akan menjadi organisasi kepemudaan yang sangat besar pengaruhnya di bidang sosial

Menurutnya, jika   Karang Taruna memberi kontribusi pada penyelesaian masalah sosial bangsa ini dengan turut membangun lapangan pekerjaan di desa-desa melalui pengembangan UKM maka akan bisa   mengurangi laju urbanisasi.

”Karang Taruna adalah wadah bagi kaum muda Indonesia yang telah berumur 50 tahun dan masih eksis. Pemuda-pemudi Indonesia akan bangga menjadi anggota Karang Taruna,” jelasnya.

Taufan yang juga Ketua Umum Gerakan Pemuda Sehat (GPS) terpilih menjadi Ketua umum Karang Taruna menggantikan Doddy Susanto dalam ajang Temu Karya Nasional (TKN) VI. TKN VI Karang Taruna dibuka oleh Dirjen Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial RI Rusli Wahid dan dihadiri oleh 33 Dewan Pengurus Wilayah Karang taruna tingkat provinsi.

Secara terpisah, Pengamat Koperasi Thoby Mutis menyambut gembira langkah Karang Taruna memberdayakan masyarakat desa karena populasi penduduk lebih banyak di area tersebut.

“Masyarakat desa memang harus diberdayakan. Jika yang masuk ke desa adalah anak-anak muda dengan semangat tinggi, bisa mendorong penduduk berkoperasi sehingga bisa mandiri,” katanya.

Menurutnya, koperasi harus dijadikan sandaran oleh pemrintah untuk membangun perekonomian pedesaan karena sudah terbukti selama ini bisa diterima seluruh lapisan masyarakat pola kerjanya. “Bapak bangsa, Bung Hatta adalah pendiri koperasi. Kita sebagai generasi penerus harus mempertahankan hal itu,” jelasnya.

Berdasarkan catatan,  hingga Juni 2009, koperasi di Indonesia telah berjumlah 166.155 unit dengan  permodalan koperasi aktif yang terdiri dari modal sendiri  27,27 triliun rupiah dan modal luar  36,25 triliun rupiah dengan nilai volume usaha  55,26 triliun rupiah.

Sedangkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2009 mencatat jumlah UKM di Indonesia sebanyak 520.220 unit. Diperkirakan akan ada 600.000 pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) baru pada 2010. Sementara  dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan sejak Januari 2008-Januari 2010  sekitar  17,541 triliun rupiah untuk 2,4 juta debitur.[dni]

160610 Kemenag Wajar Minta Tarif Haji Kompetitif

JAKARTA—Permintaan Kementrian Agama (Kemenag) untuk mendapatkan tarif transportasi haji yang kompetitif dinilai wajar karena layanan yang disediakan bersifat monopolistis.

“Permintaan Kemenag untuk mendapatkan harga yang palig kompetitif itu wajar.  Apalagi untuk jarak tempuh Jakarta-Jeddah,” ungkap Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit di Jakarta, Selasa (15/6).

Dikatakannya, Garuda Indonesia saja untuk jarak tempuh yang lebih jauh bisa memberikan harga yang lebih kompetitif. Contohnya, Jakarta-Amsterdam Garuda menawarkan harga 1450 dollar AS untuk dua tiket. “Logikanya bisa ditekan untuk hai. Apalgi ini penerbangan sewa,” katanya.

Disarankannya, untuk mendapatkan harga yang kompetitif dari pemain lama, Kemenag melakukan meminta operator lain menawarkan harga dengan pelayanan yang sama dari Garuda atau Saudi Airlines.  “Shadow operator tersebut dibayar oleh pemerintah sebagai konsultan, jadi sebagai referensi harga saja. Ini diperlukan karena pemerintah tidak punya pengalaman sebagai operator dalam menyusun struktur harga,” katanya.

Sementara Sekjen Asosiasi Maskapai Nasional (INACA) Tengku Burhanuddin  mengingatkan, dalam melihat penawaran harga untuk angkutan haji harus dilihat secara setara antara masing-masing pemain.

“Perbandingannya harus setara untuk tingkat layanan atau seat pitch di pesawat. Belum lagi ukuran terbang darimana. Misalnya   kalau dari Medan atau Aceh dan Makassar dan Balikpapan juga dari Jakarta, itu berbeda. Jadi tidak bisa digeneralisir,” katanya.

Sebelumnya, usulan  Menag Suryadharma Ali biaya transportasi udara sebesar 150 dollar AS per jemaah masih menjadi perdebatan alot karena Garuda hanya ingin menurunkan tarif 51 dollar AS saja.

Garuda mematok tarif  1.728 dollar AS, atau turun 51 dollar dari tarif yang pertama diusulkan sebelumnya yaitu 1.779 dollar AS pada 19 Mei 2010.

Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar mengatakan, pihaknya bisa menurunkan asalkan harga avtur tidak turun pada saat penyelenggaraan haji. Dengan tarif 1.728 dollar AS per penumpang, Garuda tidak mengambil keuntungan yang besar.

Trafik Liburan
Pada kesempatan lain, Direktur Umum Lion Air Edward Sirait mengungkapkan selama musim libur sekolah belum merasakan lonjakan penumpang. ke kota wisata seperti Denpasar dan Jogjakarta.

“Kalau peak season liburan tahun lalu sudah naik reservasinya untuk penerbangan Juni dan Juli. Tapi untuk liburan tahun ini belum naik,” katanya.

Edward menduga, selain karena efek Piala Dunia minimnya keinginan masyarakat untuk bepergian kali ini juga disebabkan banyak liburan akhir pekan panjang dalam tiga bulan terakhir.

“Kalau liburan sekolah tahun lalu, destinasi yang paling banyak diminati penumpang adalah Bali. Tapi sekarang belum tahu. Harapan kami   masyarakat tetap bepergian meskipun diujung masa liburan awal Juli besok,” imbuhnya.

Sedangkan Marketing Manager PT Indonesia AirAsia (IAA)Andy Adrian mengungkapkan, reservasi untuk penerbangan masa liburan 21 Juni sampai 11 Juli maskapainya sudah hampir penuh.

“Reservasi untuk penerbangan Juni sampai Juli sudah kami buka secara online sejak Maret. Jadi sekarang sudah tinggi bukan hanya untuk rute domestik tetapi juga regional,” ujar Andy.

Denpasar dan Jogjakarta masih menjadi daerah tujuan wisata yang paling banyak diminati penumpang IAA untuk rute domestik. Sementara untuk rute internasional, yang paling tinggi reservasinya adalah Saigon, Ho Chin Minh, Penang, Kuala Lumpur dan Singapura. “Target kami untuk rute-rute favorit itu mencapai 80 persen  load factornya
sepanjang bulan ini,” tambahnya.[dni]

160610 Langkah Telkom Melepas Patrakom dan CSM Dinilai Tepat

JAKARTA—Langkah yang diambil oleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) melepas dua anak usaha yang bergerak di bidang  jasa akses satelit (Vsat) dinilai tepat untuk efisiensi dan mendatangkan dana segar.

“Di Telkom banyak terjadi duplikasi untuk jasa Vsat, ada Metra-Sat dan divisi Infratel, selain Patrakom dan  Citra Sari Makmur (CSM). Jika Patrakom dan CSM dilepas, itu sudah tepat untuk mendapatkan efisiensi,” ujar Praktisi Telematika Suryatin Setiawan kepada Koran Jakarta, Selasa (15/6).

Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah pun mengaku dua anak usaha terpaksa dilepas karena bisnis yang dijalankannya sudah dilakukan oleh anak usaha lainnya.

“Rencananya Patrakom akan dilepas 40 persen sahamnya, sedangkan di  CSM 25 persen. Sudah ada 4-5 perusahaan yang berminat,” katanya.

Telkom sendiri telah  menunjuk PT Bahana Securities sebagai penasihat dalam rangka pelepasan dua anak usahanya itu dan  diperkirakan aksi korporasi itu  rampung pada triwulan-III 2010.

Direktur Utama PT Bahana Securities, Eko Yuliantoro mengungkapkan,  pelepasan saham  masih terus berjalan dengan dilakukannya penawaran dengan beberapa investor strategis.

“Ini kan tidak seperti pelepasan di pasar modal, yang jadwalnya pasti. Ini tergantung kesepakatan. Ada beberapa pihak yang menyatakan minatnya. Kami belum bisa mengungkapkan valuasi harganya,” katanya.

Sementara Ketua Umum Asosiasi Satelit Seluruh Indonesia (ASSI) Tonda Priyanto mengungkapkan bisnis Vsat tetap menjanjikan di masa mendatang karena pemerintah memiliki program menyediakan akses telekomunikasi hingga ke pelosok.

“Jika bicara area pelosok itu pasti pakai Vsat karena kondisi geografis Indonesia sangat sulit dijangkau dengan kabel. Sekarang saja para pemain Vsat banyak bermain di program telepon desa,” katanya.

Serius
Berkaitan dengan rencana Telkom melakukan konsolidasi   dengan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), kedua perusahaan mengaku serius menggarap aksi tersebut.
“Saat ini terdapat beberapa partner potensial yang telah dipertimbangkan dan berdiskusi dengan Telkom. Salah satu partner potensial yang sedang dipertimbangkan secara serius adalah BTEL,” ungkap  Vice President Public and Marketing Communication Eddy Kurnia,
Eddy menjelaskan, sebagai bagian dari penataan portofolio bisnis perusahaan, Telkom berencana melakukan aksi korporasi melalui sinergi Divisi Telkom Flexi. Manajemen menyebutkan beberapa pilihan aksi korporasi yang dipertimbangkan, di antaranya konsolidasi dengan operator lain melalui beberapa alternatif seperti partnership, penggabungan bisnis, dan akuisisi.

Perseroan, Eddy menambahkan, akan tetap mengikuti proses yang lazim dalam setiap aksi korporasi, seperti due diligence, internal approval process, dan hal lain yang bersifat operasional.

“Langkah Telkom akan senantiasa mengacu pada kaidah-kaidah good corporate governance,” tuturnya.

Mengenai spin off Divisi Telkom Flexi, Eddy menjelaskan, langkah tersebut hanya dilakukan jika proses konsolidasi yang akan dilakukan mensyaratkan hal itu. “Sampai saat ini belum ada keputusan formal untuk melakukan spin off Divisi Telkom Flexi,” ujarnya.
Sedangkan Sekretaris Perusahaan BTEL Harry Prabowo juga   mengakui saat ini pihaknya tengah melakukan penjajakan untuk melakukan kerjasama dengan  Telkom
“Pembicaraan memang ada. Namun hingga kini belum ada kesepakatan antara kedua belah pihak,” katanya.[dni]