090610 Tarif Penyeberangan Direvisi

JAKARTA—Tarif angkutan penyeberangan sedang dikaji untuk direvisi  karena  belum ada kenaikan tarif sejak  tahun lalu.

“Usulan tarif itu sudah ditangan Menteri Perhubungan Freddy Numberi. Diperkirakan dalam waktu dekat ada kenaikan,” ungkap   Direktur Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan Direktorat Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, Wiratno di Jakarta, Selasa (8/7).

Diungkapkannya,  usulan kenaikan tarif tersebut dilakukan berdasarkan kenaikan yang diminta oleh Gabungan Pengusaha ASDP (Gapasdap).

“Setelah usulan Gapasdap itu kami evaluasi, kemudian kami usulkan lagi ke Menhub, saat ini sedang dievaluasi oleh timnya Menhub,” katanya.

Menurutnya, kenaikan wajar dilakukan karena  sejak tahun lalu belum ada revisi tarif. Bahkan yang terjadi adalah penurunan tariff penyebrangan sebanyak dua kali, padahal harga suku cadang cenderung meningkat.

“Setelah dievaluasi, kami memutuskan untuk mengusulkan kenaikan tarif penyeberangan. Apalagi layanan yang diberikan mulai ada perbaikan,” ujarnya.

Namun, Wiratno enggan mengungkapkan besaran kenaikan. “Baiknya tunggu keputusan dari Menub dulu,” katanya.

Berdasarkan catatan, pada awal tahun ini   Gapasdap  mengusulkan kenaikan tarif rata-rata sebesar 72 persen.

Sekretaris Jenderal Gapasdap, Lutfie Syarief mengatakan, selain telah menurunkan tarif dua kali, biaya operasional dan harga sparepart juga telah meningkat. “Kenaikan harga hingga saat ini rata-rata sebesar 65 persen. Karenanya kami ingin agar tarif segera disesuaikan,” kata Lutfie.

Kapal Perintis
Sementara itu, untuk memperkuat penyeberangan di Indonesia,   Kemenhub  menyiapkan enam unit kapal laut jenis roll on roll off (ro-ro). Rencananya kapal tersebut akan dioperasikan pada rute-rute perintis di sejumlah pulau.

“Saat ini kapal itu masih dalam pengerjaan. Proyeksinya  akan selesai tahun ini dan akhir tahun akan diserahkan ke PT ASDP Indonesia Ferry,” kata Wiratno.

Dijelaskannya, dari enam kapal itu lima unit berukuran 500 GT akan dialokasikan untuk pengoperasian jalur perintis di Kalimantan Barat, Papua, Maluku, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.
Sedangkan satu unit lagi berukuran lebih besar yaitu 1.500 GT yang akan dioperasikan untuk rute Kendal (Jawa Tengah) – Kumai (Kalimantan Tengah). Harga 500 GT sekitar 28 miliar rupiah per unit, sedangkan 1.500 GT sekitar  50 miliar rupiah.

Selain enam unit tersebut sedang dikerjakan juga dua unit kapal dan diproyeksikan selesai pada tahun depan. Pendanaan pengerjaan kapal tersebut berasal dari dana multi years. Saat ini jumlah kapal penyeberangan di Indonesia adalah 197 unit kapal, termasuk 121 unit kapal yang digunakan untuk penyeberangan komersial.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s