050610 Meretas Kepak Sayap Kembali Ke Langit Internasional

Garuda Indonesia  (Garuda) pada Selasa (1/6) lalu,  akhirnya secara resmi melayani rute Jakarta-Amsterdam melalui Dubai. Pembukaan kembali rute tersebut menandai kembalinya kepak sayap maskapai asal Indonesia ke langit Eropa setelah sempat diembargo beberapa tahun belakangan.

“Langkah pembukaan rute ini bagian dari transformasi bisnis Garuda dan titik penting ekspansi ke jalur internasional.  Kota lain di Eropa yang akan  dibidik adalah  Frankfurt, London, Paris, dan Roma,” ungkap Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar di Jakarta, belum lama ini.
Dijelaskannya, rute  Jakarta – Amsterdam  akan memberikan kemudahan sambungan penerbangan (connecting flight) yang lebih nyaman bagi para penumpang Garuda Indonesia, khususnya bagi yang melaksanakan perjalanan antara Asia dan Eropa.

“Membangun posisi yang kuat di Amsterdam dan kota-kota lain di Eropa merupakan elemen penting dalam memenuhi target pertumbuhan kami,” ujarnya.

Diungkapkannya, Garuda Indonesia juga membuka penerbangan internasional Surabaya – Hongkong pada Selasa, (1/06), dan Denpasar – Hongkong  pada tanggal 3 Juni 2010,  masing – masing empat kali dan tiga kali seminggu menggunakan pesawat baru Boeing 737-800NG.

“Jangka panjang kami akan membuka rute ke  Amerika Serikat (AS)  2013.  Semua    urusan perizinan ke otoritas penerbangan Indonesia dan AS sudah mulai digarap dari sekarang,” ungkapnya.

Emir optimistis, otoritas penerbangan AS tidak akan keberatan memberikan slot penerbangan untuk salah satu kota di AS kepada Garuda. Status maskapai bintang empat dari lembaga pemeringkat Sky Trax yang dimiliki Garuda saat ini   akan sangat membantu mewujudkan rencana tersebut.

“Dari ratusan maskapai di dunia ini, hanya ada 27 maskapai yang memiliki kategori maskapai bintang empat. Ini tentu menjadi keunggulan Garuda,” jelasnya.

Selain itu, Emir menambahkan, upaya Garuda untuk menurunkan rata-rata umur pesawat yang dioperasikannya menjadi delapan tahun dipenghujung 2010 juga akan mendukung rencana kembali go international. Dimana, lima tahun lalu rata-rata umur pesawat Garuda adalah 14 tahun.

Untuk diketahui, pada tahun ini perseroan memiliki belanja modal 100 juta dollar AS dan berencana menambah  sebanyak 23 pesawat baru jenis  Boeing 737-800 Next generation dan satu Airbus A330-200.   Pesawat itu  bagian dari  50 unit Boeing 737-800 Next Generation yang di pesan oleh perseroan dalam jangka waktu lima tahun ke depan.

Pada 2014 nanti Garuda akan meningkatkan jumlah penerbangan domestik hingga 150 persen menjadi 2,072 penerbangan per minggu dan peningkatan penerbangan internasional menjadi tiga kali menjadi 1,222 penerbangan per minggu hingga 2014.

Garuda  juga merencanakan untuk melipat-gandakan jumlah pesawatnya dari 67 pesawat saat ini menjadi 116 pesawat selama lima tahun ke depan dengan tulang punggung pesawat Boeing 737-800 Next Generations dan A330-300/200 yang akan dioperasikan pada rute jarak pendek dan menengah.. Garuda  juga akan memperkenalkan 10 Boeing 777-300ER pada penerbangan jarak jauh mulai tahun 2011.

Menteri Perhubungan Freddy Numberi berharap  adanya hubungan emosional antara masyarakat Indonesia dan Belanda membuat   banyak turis asal negeri Kincir Angin itu   yang menggunakan penerbangan Garuda untuk mengunjungi Indonesia.
“Kami berharap makin banyak orang asing yang menggunakan Garuda, karena banyak keunggulannya, termasuk visa on arrival. Siapapun bisa mendapatkan keuntungan karena Garuda melayani visa on board. Jadi tidak perlu antri di bandara,” ujarnya.

Sekjen  Asosiasi Penerbangan Nasional/INACA, Tengku Burhanuddin menilai langkah Garuda untuk melayani rute internasional sebagai langkah yang tepat karena pasar luar negeri memang menjanjikan. “Sebenarnya ini bukan masalah hanya pergi ke luar negeri, tetapi bagaimana devisa masuk ke dalam negeri dari turis asing,” jelasnya.

Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit mengakui, saat ini Garuda yang paling siap untuk melayani berbagai rute internasional dilihat dari jumlah armada dan kondisi badan usaha.

“Mayoritas maskapai lokal kita baru siap untuk  pasar domestik dan regional. Saat ini baru Garuda yang bisa bicara di dunia Internasional. Tadinya saya pikir Mandala bisa, tetapi terkendala ketersediaan armada,” ungkapnya.

Menurutnya, bagi maskapai yang ingin masuk pasar internasional hal yang dilihat adalah kesehatannya sebagai badan usaha dan  keteresediaan armada. “Momentum untuk masuk pasar internasiola itu bagus saat ini kala pemain raksasa berguguran seperti Japan Airlines (JAL). Pasar yang mereka tinggalkan bisa diisi oleh pemain lokal,” katanya.

Namun Danang mengingatkan, Garuda untuk berhati-hati dalam melakukan ekspansi rute internasional karena perusahaan itu asetnya dibangun dari modal pemerintah yang dihibahkan  sehingga sering kali kinerja keuangannya masih   banyak tersembunyi masalah-masalah tertentu

Bereskan Hutang

Kekhawatiran MTI itu juga disadari oleh Menneg BUMN Mustafa Abubakar yang meminta manajemen Garuda segera menyelesaikan masalah pinjamannya dari Eropa  untuk memuluskan rencana IPO BUMN itu pada kuartal III atau paling lambat kuartal IV tahun ini.

Untuk diketahui, Garuda memiliki utang dari European Creditur Agency (ECA) sebesar 320 juta dollar AS. Perusahaan itu telah melakukan penjadwalan utang yang diundur hingga 2016.

Mustafa menegaskan, pemerintah tetap menjadwalkan Initial Public Offering (IPO) Garuda yang dilepas sebanyak 30 persen  dengan target perolehan dana 300 juta dollar AS bisa dituntaskan tahun ini. Perolehan dana itu  untuk mendukung ekspansi Garuda, baik pendanaan pengadaan pesawat Boeing 777 dan Airbus.

Emirsyah menambahkan, dana sebesar 300 juta dollar AS memang dibutuhkan untuk mendukung rencana jangka panjang perseroan yakni mengepakkan sayap di langit domestik dan internasional.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s