050610 Makin Rancak dengan Seragam Baru

Kinerja keuangan  Garuda Indonesia (Garuda) sejak tiga tahun lalu mulai kinclong sejak dilakukan pembenahan oleh manajemennya.

Tercatat, pada   2007 maskapai pelat merah ini membukukan laba bersih sebesar 60 miliar rupiah, tahun berikutnya  669 miliar rupiah dan pada tahun lalu mencapai   1,18 triliun rupiah.

Pada 2009, perseroan berhasil mencatat  pendapatan sebesar 17 triliun rupiah atau meningkat tiga persen dibandingkan 2008.  Keberhasilan itu  tak bisa dilepaskan dari   menerbangkan 10 juta penumpang dimana 80 persen berasal dari rute domestik.

“Pada 2014 kami membidik laba bersih hingga  3,75 triliun rupiah dengan pendapatan operasional sebesar 57,9 triliun rupiah. Kami juga mengincar dalam waktu dua tahun kedepan bisa menjadi maskapai bintang lima, setelah tahun ini menyandang gelar bintang empat,” ungkap Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar di Jakarta, belum lama ini.

Salah satu upaya untuk mempercantik diri agar bisa mengantongi bintang lima adalah memperkenalkan seragam baru  untuk awak kabin pria dan awak kabin wanita. Seragam baru awak kabin wanita merupakan kebaya yang dimodifikasi  yang diinspirasi oleh batik dengan corak Parang Gondosuli yang memiliki nilai filosofis Sinar Kehidupan yang Harum, dan memberi kesan anggun dan elegan bagi si pemakai.

Seragam ini terdiri dari tiga warna yaitu warna hijau toska dengan konsep sophisticated tropis dan menyegarkan, warna orange yang memiliki kesan hangat, ramah namun penuh energi, serta warna biru yang memberikan kesan handal, terpercaya, abadi, dan menenangkan.

Bahan kain seragam baru tersebut dibuat dari bahan yang tahan api namun nyaman dipakai dan tidak mudah kusut. Selain diciptakan dengan kesan profesional, kriteria penting lainnya dalam penciptaan pakaian seragam ini antara lain; tidak menghambat gerakan awak kabin khususnya ketika melakukan proses evakuasi atau proses – proses emergency lainnya.

Sedangkan seragam baru untuk awak kabin pria, relatif lebih klasik yaitu standar busana profesional pria, berupa setelan jas dengan model single breasted berwarna abu – abu dibalut dengan kemeja warna biru muda dengan bahan campuran katun dan polyester yang tidak mudah kusut. Dasi dibuat dari bahan silk dengan unsur grafis dan motif nature’s wing Garuda Indonesia seperti yang terlihat pada ekor pesawat.

Selain kepada awak kabin, Garuda Indonesia juga akan mengimplementasikan seragam baru ini kepada pegawai di jajaran lainnya seperti ticketing office, ground handling, serta unit lainnya.

Emirsyah menjelaskan,mengganti seragam juga  bagian dari pelaksanaan program corporate identity brand refresh yang telah dicanangkan tahun lalu. “Kami berharap dengan upaya peluncuran seragam baru bermotif batik ini akan semakin mengenalkan budaya khas Indonesia kepada dunia internasional dan semakin meningkatkan brand negara Indonesia secara keseluruhan,” katanya.

Secara terpisah, Praktisi Komunikasi Djaka Winarso menilai langkah untuk mengganti seragam bagi kru kabin sebagai keputusan yang bagus untuk menyegarkan pelayanan. “Tetapi hal yang lebih penting adalah   tatalaku komunikasi  kru kabin juga harus disegarkan karena mereka adalah ujung tombak pelayanan maskapai. Jika hanya mengganti seragam tanpa diikuti perubahan perilaku penggunanya, maka itu tidak mendongkrak reputasi perusahaan. Pelanggan hanya melihat itu sebagai ganti seragam baru saja,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s