020610 Proyek KA Batubara Kalteng Ditawarkan ke Investor China

Jakarta — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mulai menawarkan enam proyek pembangunan kereta batubara di Kalimantan Tengah hingga ke investor dari China.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Tundjung Inderawan mengungkapkan,  proyek tersebut telah dibawa ke pertemuan International Investment and Construction Forum yang digelar oleh China Investment Association di Beijing (China) pada 20-22 Mei lalu.

Adapun proyek yang ditawarkan adalah pembangunan rel dan konsesi pengoperasian kereta batubara. “Pada intinya animo investor di China cukup tinggi. Mereka banyak yang menanyakan bagaimana untuk menanamkan modalnya,” kata Tundjung di Jakarta, Selasa (1/6).

Langkah selanjutnya, kata Tundjung, para investor dipersilakan untuk datang ke Indonesia untuk menanyakan lebih lanjut dan meninjau lokasi.

Enam  rencana pembangunan KA Batubara di Kalteng tersebut adalah untuk jalur Bangkuang-Lupak Dalam, Kudangan-Kumai, Purukcahu-Kualapembuang, Tulang Samba-Kenanga Bulik, Kualakurun-Palangkaraya-Pulang Pisau-Kuala Kapuas dan Purukcahu-Balikpapan.

Menurut Tundjung, kereta dianggap sangat penting sebagai alat pengangkut batubara. Selain memiliki daya angkut cukup besar, deposit batubaranya sendiri yang masih banyak dan diperkirakan belum habis pada 45 tahun mendatang.

Tarif Naik
Berkaitan dengan tarif  kereta api kelas ekonomi, Tundjung mengungkapkan ada usulan dari  PT Kereta Api untuk menaikkan antara 16 persen hingga 62 persen.

Usulan itu  mencakup lima jenis angkutan ekonomi KA yaitu KA jarak jauh 16 persen (Rp 4.000-Rp 8.500), jarak sedang 17 persen (1.000-5.500), jarak dekat 45 persen (Rp 500-Rp 2.000), Kereta Rel Diesel (KRD) 34 persen (Rp 500-Rp 1.500) dan kereta rel listrik (KRL) 62 persen (Rp 500-Rp 2.000).

“Sebaiknya tidak mempermaslahkan persentase kenaikannya, karena secara nominal meskipun ada yang diusulkan naik 62 persen, tetapi secara nominal angkanya tidak besar,” katanya.

Menurutnya usulan tersebut  sudah disampaikan ke Sekretaris Jenderal Kemenhub. Tarif baru nantinya  yang memutuskan Menteri Perhubungan.

Tundjung menyatakan seluruh keputusan kenaikan tarif  ada di tangan Menhub Freddy Numberi. “Diharapkan tarif baru KA kelas ekonomi akan diberlakukan pada tahun ini,” ujarnya.

Dijelaskannya, usulan kenaikan tarif tersebut dilakukan setelah pihaknya melakukan survei kemampuan membayar masyarakat beberapa bulan lalu dan hasilnya masyarakat mau membayarnya. “Karenanya tarif divealuasi dan hasilnya seperti yang diusulkan,” tandas Tundjung.

Usulan ini juga terkait dengan tarif KA ekonomi yang belum ada penyesuaian sejak 2004 lalu. Pada 2009 lalu tarif juga turun seiring menurunnya harga BBM. Bila tarif baru telah ada jelasnya, maka pemerintah tidak akan menaikkan dana public services obligation (PSO). PSO untuk PT KA tahun ini sebesar 535 miliar rupiah.

“Kompensasi bagi penumpang adalah tahun depan KA ekonomi
harus memakai AC,” tandasnya.

Dana kenaikan tarif tersebut nantinya akan dipergunakan PT KA untuk menutupi biaya operasional karena PSO tidak naik.

Awal tahun lalu PT KA mengusulkan kenaikan tarif sebesar 50 persen. Waktu itu diharapkan kenaikan berjenjang selama empat kali.

Secara terpisah, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit mengakui, jika  dikaitkan dengan konsep elastisitas tarif,   angkutan jarak pendek lebih tidak elastis sehingga  kenaikannya cenderung bisa lebih besar.

“Hal yang terpenting itu alasan kenaikan,   apakah memang karena biaya operasi KA yang meningkat atau diarahkan untuk mengurangi subsidi PSO PT KAI,” jelasnya.

Diungkapkannya,   hasil studi pustral UGM, kenaikan tarif ekonomi saat ini tidak sensitif karena belum ada peningkatan pelayanan.

“Sebenarnya masih ada bolong yang bisa ditambal PT KAI seperti banyaknya penumpang yang tidak berbayar atau pemilihan rute,” jelasnya.[Dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s