020610 BRTI Selidiki Sinyal Seluler Malaysia

JAKARTA–Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) akan menyelidiki kasus sinyal seluler milik salah satu operator Malaysia yang menganggu komunikasi masyarakat di Nunukan, Kalimantan Timur.

“Hasil rapat pleno BRTI memutuskan untuk menyelidiki bocornya sinyal seluler GSM milik Maxis hingga ke area perbatasan di Nunukan. Balai Monitoring (Balmon) akan memeriksa apakah tindakan itu disengaja atau tidak,” ungkap Anggota Komite BRTI Heru Sutadi di Jakarta, Selasa (1/6).

Menurutnya, jika kasus itu ada unsur kesengajaan, maka pemerintah Indonesia akan mengirim surat protes resmi karena tindakan itu tidak hanya ilegal tetapi berpotensi merugikan negara akibat hilangnya potensi devisa.

Dijelaskannya, secara teknis sinyal nyasar dari Maxis bisa masuk ke perbatasan karena samanya alokasi spektrum yang digunakan untuk jasa seluler yakni di 800 dan 1800 Mhz. “Faktor lainnya Maxis sengaja menaikkan daya jangkau sinyal dengan memasang power yang besar. Kalau itu namanya sudah tidak benar,” tegasnya.

Disarankannya, bagi masyarakat disekitar perbatasan mengubah settingan pencarian layanan operator di ponsel dari otomatis ke manual agar tidak tercatat dalam status roaming kala mendapat sinyal Maxis.

“Cara sederhana seperti itu. Proteksi dari masyarakat sendiri. Itu bisa dilakukan dengan mudah,” katanya.

Deputy VP Corporate Secretary Telkomsel Aulia Ersyah Marinto mengakui masuknya sinyal “nakal” dari Maxis merugikan pelanggannya.

“Pelanggan Telkomsel menjadi bingung dengan tarif yang dibayar karena merasa sedang tidak roaming,” katanya.

Head of Marketing Mobile Data Services XL Budi Hardjono menambahkan, masalah sinyal bocor memang sering terjadi di perbatasan. “Sebenarnya yang dirugikan tidak hanya pelanggan, tetapi juga operator karena tadinya tidak ada biaya roaming menjadi ada beban yang dikeluarkan,” katanya.

Diungkapkannya, untuk mengetahui siapa yang memulai atau memanfaatkan sinyal “nakal” sangatlah murah karena setiap operator dalam periode tertentu memiliki settlement interkoneksi. “Nanti ketahuan ada trafik yang tidak normal. Kalau sekarang kami belum mendapatkan laporan,” jelasnya.

Sebelumnya, masyarakat di perbatasan Kalimantan Timur, Nunukan, kesal dengan masuknya sinyal Maxis,  ke wilayah tersebut.

Tak hanya merasa dirugikan karena pulsa berkurang saat menerima pesan singkat pemberitahuan dari operator telepon seluler di Malaysia, tapi sinyalnya yang masuk tiba-tiba juga mengurangi pulsa hingga  9.000 rupiah.

Kasus ini telah terjadi sejak  dua bulan terakhir ini.  Sinyal Maxis semakin kuat bahkan hampir menjangkau seluruh wilayah di Pulau Nunukan.[Dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s