260510 Penyedia Konten Sebaiknya Tidak Dikuasai Asing

JAKARTA—Penyedia konten sebaiknya sahamnya tidak dikuasai oleh asing agar kreatifitas anak bangsa tidak dieksploitir oleh pemodal luar negeri.

“Bisnis konten adalah masalah kreatifitas dan itu merupakan kekuatan dari bangsa Indonesia. Rasanya miris jika untuk yang satu ini ada perusahaan lokal yang rela menjual seluruh sahamnya ke pihak asing,” sesal Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) M. Ridwan Effendi kepada Koran Jakarta, Rabu (26/5).

Diakuinya, dalam regulasi yang diatur untuk penyedia konten harus berbadan hukum Indonesia tetapi tidak ada pembatasan kepemilikan asing. “Namun, harusnya ada nasionalisme dari pemilik. Jangan karena ada tawaran terus dijual. Kalau begitu kasihan kreator konten, yang untung pemilik usaha alias pemodal,” ketusnya.

Menurutnya, sudah saatnya dunia perbankan memberikan bantuan bagi para penyedia konten berupa skema kredit yang lunak agar tidak menjual usahanya ke pemilik asing. “Kendala utama pemain ini umumnya pemodalan. Masalahnya di dunia perbankan belum ada jaminan menggunakan kreatifitas. Jika dunia perbankan sadar potensi bisnis ini, tentu tidak ada aksi jual usaha karena kepepet modal,” tandasnya.

Sebelumnya, salah satu media jejaring sosial berbasis lokasi produk pengembang lokal, Koprol.com, dibeli 100 persen sahamnya oleh  Yahoo Incorporation. Konten ini memiliki 75 ribu anggota yang aktif.

Chief Creative Officer Koprol.com Satya Witoelar mengatakan aksi akuisisi itu akan membuat kontennya  terus berkembang, dan kami menerima tawaran akuisisi Yahoo karena mereka mampu memberikan solusi yang paling dibutuhkan,” ujarnya hari ini.

Pasca akuisisi oleh  Yahoo, Korprol.com akan fokus dengan pasar lokal terlebih dulu dan menggunakan server di pusat data Internetindo Data Centra Jakarta.

Sumber daya Yahoo akan membantu Koprol.com dalam hal pemasaran, pengembang secara penuh waktu. Sedangkan C11 pengembang dan pendiri situs itu akan menjadi bagian dari sumber daya manusia Yahoo.

Vice President & Managing Director Yahoo Asia Tenggara Yvonne Chang, mengatakan potensi pengguna media sosial berbasis lokasi geografis besar. “Kami memposisikan layanan ini sebagai yang unik dan penting,” ujarnya.

Yvone menambahkan saat ini Yahoo telah memiliki lebih dari 600 juta pengguna di dunia. Koprol yang dikembangkan dengan platform teknologi terbuka Yahoo itu membantu memudahkan pengguna berinteraksi dan berbagi pengetahuan tentang komunitas mereka, termasuk berbagi foto, resensi mengenai satu lokasi secara langsung menggunakan browser yang terdapat di ponsel.

Sebagai media sosial, Korprol.com menjadi alat komunikasi antartempat dan berbasis lokasi yang dapat digunakan di berbagai jenis handset tidak saja ponsel cerdas atau smartphone.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s