250510 Murah yang Memberikan Manfaat

Kala Telkomsel melakukan aksi banting harga kartu perdana prabayar simPATI dan As menjelang mulai Maret dan April lalu, banyak pihak yang terkaget-kaget.

Bagaimana tidak, Telkomsel adalah penguasa jasa seluler dengan pangsa pasar sekitar 50 persen. Jika pemimpin pasar ikut meramaikan perang tarif, dikhawatirkan pertumbuhan margin  industri akan tergerus serta Telkomsel akan terpukul kinerja keuangannya.

Lantas, benarkah itu terjadi? Manager Brand Management Kartu As Telkomsel Tengku Ferdi Febrian membantah aksi banting harga itu merusak industri. “Justru ini meningkatkan konektifitas karena harus diingat Telkomsel itu keberadaanya sudah menjangkau 98 persen dari total populasi. Jika kami membanting harga, maka kelompok yang tadinya tidak bisa menikmati komunikasi, bisa meningkatkan taraf hidupnya,” katanya kepada Koran Jakarta, Senin (24/5).

Untuk diketahui, Telkomsel  memiliki 27.200 BTS dan 5 ribu Node B (BTS 3G). Keberadaan infrastruktur anak usaha Telkom ini berada hingga tingkat Ibu Kota Kecamatan di pelosok negeri ini.

Dicontohkannya, salah satu bukti aksi banting harga yang berhasil meningkatkan taraf hidup masyarakat di tingkat pedesaan adalah program  bundling handset murah  yang dilengkapi   fitur-fitur Value Adedd Service (VAS)  yang bisa dinikmati langsug oleh pelanggan. “Contoh kongkrit adalah program Nokia Life Tool (NLT) yang berguna bagi pengguna di pasar rural,” ungkapnya.

NLT adalah sebuah aplikasi yang ditanamkan di ponsel   pengguna Kartu AS yang menggunakan merek Nokia dari seri tertentu. Pelanggan dalam periode tertentu akan mendapatkan seputar informasi pertanian atau sekolah yang diberikan melalui SMS. Tarif menggunakan  NLT per hari per  konten  adalah seribu rupiah. Layanan ini sudah diaktivasi   kurang lebih 210.000  pelanggan  di Jawa

“NLT ini sebagai upaya untuk mendorong perekonomian rakyat melalui telekomunikasi. Di pedesaan itu informasi tentang harga komoditas sangat terbatas. Sekarang Telkomsel jaringannya sudah masuk ke desa-desa. Hadirnya layanan berbasis SMS ini akan bisa mendorong petani mendapatkan harga yang fair atau anak sekolah bisa mendapatkan informasi nilai tanpa harus berjalan jauh,” katanya.

Menurutnya, potensi penggunaan layanan data di area rural sangat besar. “Di perkotaan    consumer premise quipment (CPE) untuk akses internet banyak, mulai modem, laptop, atau computer. Sementara di desa itu cara yang mudah dengan ponsel. Karena itu kami selalu mempersenjatai ponsel bundling dengan akses internet,” katanya.

Dampak dari aksi ini pun bagi perseroan juga positif  mengingat hingga pertengahan Mei ini Kartu As berhasil mendapatkan tambahan 500 ribu pelanggan dari posisi awal tahun 23 juta nomor.

Pengamat telematika Bayu Samudiyo menilai aksi yang dilakukan oleh Telkomsel melalui Kartu As dan NLT lumayan jitu karena penurunan harga diikuti oleh penawaran konten untuk menjaga loyalitas dan pendapatan dari kantong lain.

“Harga perdana dan tarif yang dibanting ditutupi dengan berlangganan konten  membuat arus pendapatan tetap terjaga. Selain itu aksi ini bisa dikatakan melempar satu batu kena dua sasaran yakni retensi dan mendapatkan pelanggan baru,” katanya.

Sekjen Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Mas Wigrantoro Roes Setiyadi mengakui aksi Telkomsel sebagai buah dari  kompetisi yang sehat antar pemain.

“Pameo operator dirugikan karena perang tariff itu tidak benar.  Sebagai spesies yang mencari keuntungan tentu operator sudah berhitung. Biarkan saja kompetisi berjalan dengan sehat karena  pelanggan mulai belajar memilih layanan telekomunikasi yang sesuai dengan kebutuhan dan perilakunya dalam bertelekomunikasi,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s