240510 Infrastruktur Bandara Harus Didukung

JAKARTA—Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) meminta layanan yang diberikan kepada infrastruktur bandara Soekarno_Hatta harus didukung karena menyangkut kepada aspek keselamatan penerbangan dan obyek vital yang harus dilindungi.

“Bandara itu bisa disamakan sebagai simbol negara layaknya. Harusnya infrastrukturnya didukung untuk tetap berjalan. Jangan malah diganggu, seperti adanya aksi sepihak Telkom  yang mematikan sambungan telepon di Bandara Soekarno Hatta pada Jumat (21/5) pukul 01.45 hingga 07.15 WIB,” ungkap Anggota Komisi V DPR RI, Yudi Widiana Adia di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurutnya, aksi Telkom sangat gegabah dan membahayakan keselamatan penerbangan. Pasalnya sambungan telepon  sangat vital dan digunakan terutama untuk komunikasi dan koordinasi jalur internasional air traffic system (ATS) Colombo Srilanka dan ATS Chenai, India.

Berdasarkan hasil koordinasinya dengan pihak AP II,   insiden itu   tidak perlu terjadi karena pihak pengelola  tidak melakukan keterlambatan pembayaran. Pihak AP II mengklaim sudah melakukan  pembayaran  sejak Rabu (19/5) sore. Sedangkan berdasarkan aturan Telkom, tagihan selambat-lambatnya harus dibayar pada tanggal 20 setiap bulannya, kalau tidak otomatis mati.

“Menurut Direktur Utama AP II,  pihaknya sudah menghubungi pihak PT Telkom sejak Jumat dini hari tadi pukul 01.45 WIB untuk klarifikasi,” katanya.

Meskipun kejadian tersebut tidak sampai menyebabkan kecelakaan penerbangan, namun Yudi menyesalkan, bagaimanapun keselamatan dan layanan bagi penumpang sangat penting. terlebih Bandara Soekarno Hatta merupakan Bandara Internasional yang menjadi bagian dari wajah penerbangan Indonesia. Untuk Bandara sesibuk Soekarno Hatta, back-up sistem telpon yang ada tidak akan maksimal menggantikan sistem utama. “Semestinya diupayakan agar di bandara tidak mati baik telepon ataupun PLN, ” sesalnya.

Sementara Vice President Public and Marketing Communication TELKOM, Eddy Kurnia memastikan hubungan telepon ke dan dari Bandara Soekarno Hatta sudah bisa beroperasi secara normal. ”Ada kendala teknis yang berada di luar policy perusahaan yang saat ini masih dalam penelitian. Tetapi saya tegaskan tidaka da  tidak ada kerusakan jaringan telepon di area bandara tersebut,” tegasnya.

Eddy memastikan,  kejadian terputusnya saluran komunikasi di Bandara Soekarno-Hatta tidak akan terulang lagi. ”Sebagai pelanggan utama Telkom, Bandara Soekarno-Hatta dalam hal ini PT AP II, tentunya harus mendapatkan perhatian khusus,” katanya.

Sebelumnya dilaporkan sistem navigasi di bandara Soekarno-Hatta, Jumat (21/5) terganggu selama enam jam sejak pukul 01.00 Wib akibat matinya saluran telepon di bandara internasional tersebut.

Dampak dari matinya  telepon di Soekarno-Hatta maka daya komunikasi pengaturan jangkauan akan berkurang. Biasanya bisa mengatur lalu lintas dalam wilayah luas meliputi seluruh Indonesia, maka kalau dengan komunikasi back-up hanya meliputi Indonesia bagian barat saja.

Batavia Air
Pada kesempatan lain, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengharapkan hadirnya  Batavia Air melayani Jakarta – Jeddah tidak memicu perang tarif sehingga terjadinya predatory pricing.

“Resminya Batavia Air masuk ke rute potensial ini diharapkan bisa  menjadi batu loncatan untuk penerbangan ke pasar Timur Tengah. Semoga terjadi kompetisi yang sehat  dengan  kualitas yang bersaing,” jelasnya.

Diungkapkannya, jalur Jakarta-Jeddah bisa dikatakan rute  yang gemuk. Untuk tahum 2009 saja, jalur ini mengangkut sekitar 120.000 penumpang one way dengan load factor 70 persen. “Sangat jarang load factor di bawah 50 persen. Ini menunjukkan. Jalur ini sangat potensial,” ungkapnya.

Direktur Komersial Batavia Air Hasudungan Pandiangan, mengatakan, pihaknya sudah merencanakan jalur ini sejak Agustus 2009.  Batavia menyediakan dua armada Airbus A330-200 dengan kapasitas 302 penumpang  yang akan dipergunakan menerbangkan penumpang.

“Batavia akan memberikan tarif promo 769 dollar AS pulang pergi hingga tanggal 14 Juni 2010,” katanya.

Mulai tanggal 15 Juni, tarif akan menjadi normal yaitu 866 dollar per penumpang. Sedangkan untuk. Tenaga Kerja Indonesia (TKI) harga tiket satu kali perjalanan sebesar 353 dollar per penumpang.

“Batavia tidak memberikan harga yang rendah untuk menjaga agar tidak terjadi perang tarif,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s