200510 Solusi TI Naikkan Daya Saing BPR

JAKARTA—Solusi Teknologi Informasi (TI) diyakini bisa menaikkan daya saing dari Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sehingga bisa membuat usaha tersebut menjadi lebih agresif mengembangkan layanan.

“Jika satu BPR memiliki solusi TI yang mumpuni itu akan membuat adanya jaminan sistem terpercaya sehingga bisa menaikkan kredibiltas dan menekan tingkat resiko. Ini akan bisa menekan biaya asuransi,” ungkap Executive General Manager Divisi Business Service (DBS) Telkom Slamet Riyadi kepada Koran Jakarta, Rabu (19/5).

Menurutnya, BPR tak perlu membangun sendiri solusi TI-nya tetapi bisa menggunakan penyedia jasa seperti unit yang dipimpinnya. “Kami bisa memberikan solusi end to end. Ini bisa menghemat biaya Total Cost ownership (TCO) karena belanja modal dikonversi menjadi biaya operasional. Jika bangun sendiri keluar dana sekitar 200 juta rupiah untuk BPR dengan 5 cabang, menggunakan jasa DBS hanya sekitar 20 juta rupiah,” ungkapnya.

Diungkapkannya, jasa end to end yang disediakan oleh DBS adalah backend, core application, front end, dan cloud computing solution. BPR yang disasar oleh DBS adalah dengan omset sekitar 20 miliar rupiah. Total pelanggan DBS sekarang dari segmen ini sekitar 20 BPR. Saat ini jumlah BPR dengan kategori itu sebanyak 350 unit, ditargetkan setengah dari jumlah yang ada menjadi pelanggan DBS.

Masih menurut Slamet, pasar dari DBS yang masuk dalam kategori services di unitnya ini memiliki pertumbuhan yang menjanjikan pada tahun ini yakni sekitar 16-17 persen. “Kami membagi segmen menjadi manufacturing, trading dan services. Kategori services ini adalah perbankan atau hospitality seperti hotel. Manufaktur dan trading belanja TI-nya diperkirakan tumbuh 14 persen tahun ini,” katanya.

Dijelaskannya, tantangan dari menjual solusi TI ke segmen Usaha Kecil dan Menengah (UKM) adalah memberikan pemahaman kepada pemilik bahwa solusi TI dibutuhkan. “Biasanya mereka sensitif kepada harga. Tetapi Telkom memiliki produk yang lengkap sehingga nilainya menjadi lebih tinggi dengan harga terjangkau,” jelasnya.

DBS  adalah unit yang dibentuk Telkom dikhususkan untuk mengelola pelanggan bisnis yang sebagian besar merupakan segmen UKM. Pada segmen ini, Telkom akan menawarkan beragam solusi untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan bisnis melalui penerapan teknologi komunikasi informasi (ICT) yang tepat.
Beberapa aplikasi berbasis platform as as services (PAAS) cloud computing sudah disiapkan Telkom, di antaranya e-UKM, aplikasi untuk BPR (Bank Perkreditan Rakyat), aplikasi untuk pengelolaan koperasi, dan lainnya. Cloud computing  adalah pemanfaatan teknologi internet untuk menyediakan sumber komputing.

DBS berada di bawah kendali direktorat  Enterprise and Wholesale. Direktorat ini sendiri berkontribusi sebesar 50 persen bagi pendapatan perusahaan dalam neraca unconsiladated. Sedangkan DBS ditargetkan meraih pendapatan 3 triliun rupiah pada tahun ini. [dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s