200510 Kemenkominfo Akan Selidiki Indostar II

JAKARTA—Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akan menyelidiki keberadaan dari satelit Indostar II karena menyangkut kedaulatan dari negara di angkasa.

“Jika memang Media Citra Indostar (MCI) berencana memindahkan slot orbit dari satelit itu harus melapor ke Kemenkominfo dan Internasional Telecomunication Union (ITU), tidak bisa main pindah saja. Ini menyangkut kedaulatan negara karena filling yang dipakai milik Indonesia,” tegas Menkominfo Tifatul Sembiring di Jakarta, Rabu (19/5).

Tifatul sendiri mengaku tidak tahu tentang rencana tersebut walau isu tentang pemindahan slot orbit sudah menyeruak sejak beberapa bulan lalu seiring berpindahnya kepemilikan Indostar II. “Saya harus cek dulu ke Kelembagaan Internasional Ditjen Postel. Nanti kita klarifikasi semuanya,” tegasnya.

Sebelumnya, Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Nonot Harsono meminta,  pemerintah   untuk tegas terhadap kepemilikan satelit Indostar II karena infrastruktur tersebut sekarang telah berada di slot orbit asing.

Menurutnya, jika Indostar II   tetap berada di orbit milik Indonesia tanpa ada hubungan bisnis, maka Negara ini  kehilangan dua sumber daya terbatas yakni  orbit satelit dan  frekuensi sebesar  150MHz di spektrum  2.5GHz.

Untuk diketahui, belum lama ini SES World Skies (SES) membeli satelit Indostar II dari  PT Protostar seharga 185 juta dollar AS.  Indostar II selama ini digunakan oleh  operator televisi berbayar MCI untuk melayani pelanggan Indovision.

Satelit tersebut  menempati slot orbit milik Indonesia sesuai registrasi di International telecommunication Union (ITU) yaitu  107,7 derajat  BT dengan  membawa 32 transponder.   Pemilik baru Indostar II tengah melakukan  kajian teknis untuk memindahkan satelit tersebut   ke slot   108,8 derajat  Bujur Timur. Pemindahan dilakukan agar  Ku-Band   dapat dimanfaatkan secara optimal karena selama ini  bersinggungan  dengan S-Band dari satelit lainnya.

Sementara itu, berkaitan dengan nasib dua pemenang tender Broadband Wireless Access (BWA), Internux dan Comtronics, Tifatul menegaskan, Internux sudah resmi dicabut izinnya, sedangkan Comtronics masih dipelajari apakah dicabut atau tidak. “Pemain BWA itu harus yang serius. Kalau uangnya setengah-setengah, baiknya tidak usah ikut. Apalagi seperti Internux yang menang di Jabodetabek, tetapi kemampuan modal tidak kuat. Ini sangat disayangkan,” sesalnya.

Tifatul mengungkapkan, tender untuk menggantikan dua perusahaan itu akan dilaksanakan setelah ada kepastian hukum. “Tender ulang akan dilaksanakan untuk area yang ditinggalkan dua perusahaan itu,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s