190510 Angkutan Haji Wajar Ditambah

JAKARTA–Angkutan untuk layanan haji wajar ditambah agar konsumen mendapatkan harga dan pelayanan yang lebih baik.

“Menambah pemain itu salah satu cara terbaik ketimbang meregulasi harga. Kompetisi akan memaksa adanya penawaran dengan harga terjangkau dan layanan lebih baik,” ungkap Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia Danang Parikesit kepada Koran Jakarta, Selasa (18/5).

Menurutnya, jika pemerintah serius ingin menambah pemain maka tender untuk pengadaan dilakukan 10 bulan sebelum jadwal keberangkatan pertama agar peserta tender bisa menyiapkan diri.

“Jangan dua bulan sebelum keberangkatan. Kalau begitu bagaimana pemain baru menyiapkan diri, khususnya untuk sewa pesawat,” katanya.

Danang pun merasa aneh dengan pernyataan dari Kemenhub tentang dua maskapai (Lion dan Batavia) yang dianggap tidak siap melayani jemaah haji. “Kalau pembukaan tender jadwalnya panjang tentu persiapan keduanya lebih baik. Soal armada itu tidak masalah, bisa sewa. Saya curiga yang tidak siap maskapai atau regulatornya?” tanyanya.

Berkaitan dengan marjin yang ditetapkan 10 persen bagi angkutan haji, Danang mengungkapkan, besarannya masih wajar karena sudah memperhitungkan sisi bisnis. “Tapi jika ditender terbuka bisa saja angka itu berkurang,” jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Herry Bakti S Gumay menyatakan, dua maskapai lokal, PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) dan PT Metro Batavia (Batavia Air) belum siap melayani angkutan haji 2010.

Menurutnya, ketidaksiapan dua maskapai itu bisa dilihat dari keterbatasan armada
yang digunakan untuk melayani rute Jakarta-Riyadh-Jeddah saat ini.

“Lion dan Batavia masing-masing menggunakan dua pesawat untuk melayani
penerbangan reguler. Kalau mau ikut menerbangkan haji, jangan sampai
regulernya terganggu. Mereka mungkin bisa melakukannya kalau menyewa pesawat khusus haji atau melakukan kerjasama dengan maskapai lain. Kalau bisa seperti itu silahkan saja,” katanya.

Diungkapkannya, penumpang alias jemaah yang diterbangkan ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji tidak sedikit. Setiap
tahun pemerintah Arab Saudi menyediakan kuota setidaknya 230.000
jemaah dari Indonesia, termasuk yang menggunakan fasilitas ONH Plus. Sementara jumlah jemaah haji reguler tahun ini diperkirakan 191.174 orang.”Jumlah sebesar itu butuh maskapai dengan armada yang kuat,” katanya.

Sedangkan menurut Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara Tri S Sunoko, Lion dan
Batavia belum memiliki pengalaman untuk melayani angkutan haji.

Dijelaskannya, Lion yang baru
melayani penerbangan ke Jeddah akhir tahun lalu dan Batavia yang baru akan melayani penerbangan ke Jeddah 23 Mei 2010 nanti belum memiliki cukup infrastruktur di Arab Saudi untuk melayani haji.

“Izin mereka memang sudah punya, tapi bagaimana dengan gate kedatangan dan keberangkatan haji bandara disana. Lalu bagaimana dengan angkutan jemaah menuju lokasi ibadah dari bandaranya. Itu semua harus dipikirkan, karena tidak mudah mengangkut jemaah haji,” jelasnya.

Berdasarkan paparan diatas Kemenhub menyarankan Kementerian Agama agar menunda pelaksanaan tender maskapai
angkutan haji tahun ini.

Paling tidak sampai tahun depan, dengan terus mendukung upaya Lion dan Batavia mematangkan kesiapan dan infrastruktur untuk melayani angkutan haji.

Untuk diketahui, selama ini jemaah haji dilayani oleh Garuda Indonesia dan Saudi Airlines. Sedangkan Lion dan Batavia baru saja mendapatkan izin terbang ke Arab Saudi.

Ketua Komisi VIII Abdul Kadir Karding yang membidangi urusan
agama meminta rencana melakukan tender itu terus dilakukan.

Tujuannya tidak lain supaya ongkos haji khususnya dari sisi transportasi bisa ditekan serendah mungkin sehingga mengurangi beban biaya calon jemaah.

Diungkapkannya, Komisi VIII DPR berencana
memanggil tujuh maskapai dalam maupun luar negeri untuk melakukan
presentasi layanan penerbangan haji yang dimilikinya. Ketujuh maskapai
itu adalah Saudi Arabia Airlines, Qatar Airlines, Emirates, Etihad,
Malaysia Airlines, Lion Air, dan Garuda Indonesia.[Dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s