170510 Investigasi Cathay Butuh Waktu Lama

JAKARTA—Investigasi kecelakaan yang dialami oleh Airbus A330-342 milik Cathay Pacific Airways Ltd pada 13 April 2010. diperkirakan membutuhkan waktu lama karena hingga saat ini baru masuk laporan awal investigasi.

“Akhir pekan lalu Komite Nasional Keselamatan Transportasi
(KNKT) telah mendapatkan laporan awal proses investigasi dari Kepala Inspektur Kecelakaan Departemen Penerbangan Sipil Hongkong. Dikatakan dibutuhkan waktu selama satu tahun untuk menganalisis penyebab kecelakaan pesawat yang bertolak dari Bandara Juanda, Surabaya itu,” ungkap Juru Bicara KNKT J.A. Barata, akhir pekan lalu.

Ditegaskannya, adanya laporan awal itu menunjukkan hingga saat ini belum sampai pada kesimpulan bahwa penyebab kerusakan mesin yang dialami pesawat itu akibat kualitas bahan bakar yang dibeli di Indonesia.

Menurut Barata, KNKT terus aktif membantu proses investigasi bersama yang dilakukan oleh tim bentukan otoritas penerbangan sipil Hongkong. Tim tersebut merupakan gabungan investigator dari Departemen Penerbangan Sipil Hongkong, the Bureau d’Enquêtes et d’Analyses pour la sécurité de l’aviation civile (BEA) dari Perancis France dan the Air Accidents Investigation Branch (AAIB) dari Inggris.

Sementara pihak KNKT, the National Transport Safety Board (NTSB) dari Amerika Serikat, teknisi dari Airbus, Rolls Royce dan Cathay juga ikut membantu investigasi.

Para Investigator sudah mengumpulkan informasi dari pilot, kru kabin dan penumpang, kami juga sudah mendapatkan data dari Digital Flight Data Recorder (DFDR), Cockpit Voice Recorder (CVR), dan Quick Access Recorder (QAR) sebagai bahan analisis.

Sebagai bahan analisis lainnya, tim investigasi juga sudah mendapatkan dokumen terbang pesawat, catatan perawatan pesawat, informasi cuaca saat kecelakaan, percakapan air traffic controler, catatan radar serta sampel bahan bakar dari pesawat dan bandara keberangkatan.

“Mesin, sistem kontrol dan sistem bahan bakar sedang dipelajari secara detil untuk mengetahui penyebab utama kerja mesin yang tidak normal. Komponen bahan bakar dan sampel bahan bakar sudah kami kirim ke lab di Inggris dan Amerika Serikat untuk dianalisis,” ungkapnya.

Untuk diketahui, 13 April lalu Airbus A330 milik Cathay dengan nomor mesin CX780 yang menerbangi rute Surabaya-Hong Kong harus mendarat darurat di Bandara Internasional Hongkong akibat kerusakan salah satu mesinnya. Sementara satu mesin mati, mesin lain hanya beroperasi 70 persen-nya.

Pesawat mendarat dengan kecepatan 230 knots, padahal normalnya 135 knots dengan beban yang ada pada saat pesawat itu diterbangkan.

Kecepatan yang begitu tinggi membuat pengereman pesawat terjadi begitu cepat. Gesekan ban pesawat dengan landasan membikin percikan api dan juga asap.

Setelah investigasi dilakukan pasca-pendaratan darurat tersebut, teknisi maskapai Cathay menemukan indikasi bahwa kualitas bahan bakar pesawat yang jelek dari Bandara Juanda yang menjadi penyebab Airbus A330 itu mengalami kerusakan mesin.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s