140510 BCON Komersial Semester II

JAKARTA—PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) akan mengomersialkan anak usaha yang baru dibentuknya dalam jasa broadband, Bakrie Connectivity (BCON) pada semester kedua 2010 seiring proses investasi diselesaikan dalam waktu satu hingga dua minggu ke depan.

“Sekarang masih dalam proses investasi, jadi belum bisa banyak diungkap tentang langkah untuk anak usaha ini,” ungkap Direktur Korporasi Bakrie Telecom Rakhmat Junaedi kepada Koran Jakarta, Kamis (13/5).

Dijelaskannya, walaupun BCON mendapatkan alokasi modal sebesar 100 juta dollar AS, tetapi itu tidak mengubah total belanja modal perseroan tahun ini senilai 200 juta dollar AS. “Investasinya bukan di BCON, tetapi di BTEL. Karena itu besarannya tetap sama,” katanya.

Berkaitan dengan  anak usaha baru lainnya,  PT Bakrie Network (BNET) pada 11 Maret 2010 yang bergerak di bidang pembangunan infrastruktur jasa telekomunikasi, Rakhmat mengungkapkan, salah satu fokus dari perseroan itu adalah menyewakan serat optik. “Kalau menara milik BTEL sebagian sudah dijual tahun lalu,” katanya.

Telkom
Sementara Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah mengungkapkan, telah menunjuk Macquarie Securities sebagai advisor pembelian menara Telkomsel oleh anak usaha lainnya,  Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel).

“Kajian untuk membeli 5.600 menara milik Telkomsel  sudah mau selesai. Kami akan mengajukan penawaran ke pihak Singtel sebagai salah satu pemilik,  apakah  setuju melepasnya. Kalau iya, kita beli,” katanya.

Rinaldi mengungkapkan, jika pembelian menara milik Telkomsel terealisasi oleh Mitratel, maka dalam waktu tiga tahun ke depan anak usaha itu akan di go public lewat inital public offering (IPO)

Diperkirakannya,  harga satu menara baru milik Telkomsel   berkisar  600-700 juta rupiah. Sedangkan untuk menara baru bisa mencapai  satu miliar rupiah. “Angka untuk keseluruhan menara belum bisa diungkap. Itu kan bagian dari penawaran,” katanya.

VP Public Relations and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia menambahkan, perseroan juga mulai serius menggarap layanan Cloud Computing dengan menggandeng Microsoft.

Cloud Computing adalah solusi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) melalui mekanisme yang memungkinkan pengguna menyewa layanan TIK, sedangkan pengelolaan infrastuktur, platform, maupun aplikasi IT Service dilakukan oleh provider. Hal ini membuat pengguna  tidak  harus berinvestasi, sehingga simple dan lebih efisien.

Pengembangan bisnis Cloud Computing dalam arti luas meliputi, Infrastructure as a Service (IAAS), Platform as a Service (PAAS), sampai kepada Software as a Service (SAAS) yang dideliver melalui cloud yang aman (trusted).

Vice President Corporate Account Management Telkomsel, Nyoto Priyono mengungkapkan, yang dibidik oleh layanan ini adalah Usaha Kecil dan menengah dimana sekitar 30-35 juta kelompok ini   belum memanfaatkan TIK untuk menunjang keberlangsungan bisnis usahanya.

menurutnya, kendala UKM susah mengakses TIK karena mahalnya biaya   “Tapi itu dulu. Kini dengan solusi Cloud Computing yang ditawarkan Telkom dan Telkomsel, UKM cuma perlu keluar biaya  4-5 juta rupiah. Saat ini kami memiliki 4500 pelanggan korporasi di segmen UKM, sementara untuk korporasi secara keseluruhan kami memiliki 6500 perusahaan,” katanya.

Telkomsel sendiri menargetkan hingga akhir 2010 nanti mendapatkan tambahan klien 500 UKM. “Tapi secara keseluruhan hingga akhir tahun kami berani menargetkan jadi 9000 pelanggan korporasi,” tuturnya.[dni].

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s