100510 Revisi Regulasi Tarif Batas Atas Belum Solusi

JAKARTA—Revisi regulasi tarif batas atas yang akan berlaku pada pertengahan Mei ini diyakini belum sebagai solusi dari upaya meningkatkan kualitas standar keselamatan dan pelayanan industri penerbangan.

“Revisi itu belum bisa sebagai solusi. Karena aspek standar keselamatan dan pelayanan tidak menjadi fokus utama dari revisi regulasi. Kementrian Perhubungan (Kemenhub) lebih memberikan perhatian pada tarif batas atas,” ungkap Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia Danang Parikesit di Jakarta, Minggu (9/5).

Menurutnya, pengaturan tarif batas atas bukanlah domain dari Kemenhub. Idealnya itu menjadi bagian dari pengaturan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). “Kemenhub baiknya fokus pada peningkatan secara gradual masalah kualitas keselamatan dan pelayanan. Sedangkan KPPU mengawasi jika ada implementasi tarif yang overpriced,” jelasnya.

Disarankannya, jika kondisi itu tidak tercapai, sebaiknya Kemenhub berkoordinasi terlebih dulu dengan KPPU dalam menetapkan formula tarif batas atas agar tidak terjadi lagi kasus kartel tarif .

“Jika wewenang tidak mau dibagi, baiknya koordinasi atau konsultasi dengan KPPU, minimal soal  formula dan komponen tarif. Ini untuk menghindari adanya persaingan usaha tidak sehat di masa depan seperti kasus fuel surcharge,” jelasnya.

Selanjutnya Danang mengingatkan, jika dalam revisi regulasi tarif batas atas penerbangan tidak semua surcharge harus dimasukkan dalam komponen tarif. “Komponen risk bisa di mitigasi melalui risk insurance. Ini untuk mengurangi harga tiket,”katanya.

Sebelumnya, Kemenhub telah mengumumkan adanya  Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 26/2010 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Kelas Ekonomi mulai pertengahan Mei ini. Regulasi ini diyakini akan memicu harga tiket pesawat sejumlah maskapai penerbangan dalam negeri   naik antara 10 hingga 20 persen  dari tarif lama.

Hal ini dipicu dimasukkan biaya pengganti bahan bakar (fuel surcharge) dalam komponen tarif dasar tiket penerbangan.

Kepala Komunikasi PT Garuda Indonesia, Pujobroto menegaskan,  terbitnya peraturan baru tersebut lebih bermakna pada kepastian segmentasi antar maskapai di Indonesia. Dalam peraturan tersebut tiap maskapai dalam negeri diminta untuk menentukan jenis layanannya, apakah masuk dalam layanan menengah ke atas (full services), pasar menengah (medium services) atau lebih pada menengah ke bawah (low cost carrier).

“Jadi tiap maskapai harus menentukan sasaran pasarnya. Dan dalam hal ini, Garuda dari dulu telah memilih bermain di segmen full services. Sedang di segmen low cost carrier, kami menggunakan Citilink,” jelasnya.

Direktur Strategis dan Teknologi Informasi Garuda Elisa Lumbantoruan mengungkapkan, Citilink berencana akan merambah rute penerbangan internasional pada 2012 nanti. “Rencananya tahun depan, tetapi armada belum siap. Jadi ditunda hingga 2011,” katanya.

Diungkapkannya, untuk melayani rute internasional minimal dibutuhkan 15 unit pesawat.sedangkan sekarang Citilink baru memiliki 5 pesawat beroperasi. “Akhir tahun ini baru beroperasi sekitar 8 armada,” jelasnya.
Sementara Direktur Komersial PT Sriwijaya Air, Toto Nursatyo mengakui, terbitnya regulasi baru   berdampak terhadap kenaikan harga tiket penerbangan.

“Asumsinya awalnya bisa naik 10 hingga 20 persen  karena komponen harga yang lama akan tertambahi oleh komponen fuel surcharge. Namun tentu Sriwijaya tidak akan dengan mudah menaikkan harga tiketnya dengan serta-merta. Kami akan berhitung dulu,” ujarnya.

Perhitungan matang tersebut, menurut Toto, karena tingginya harga tiket penerbangan berhubungan langsung dengan tingkat keterisian pesawat.

Kalau pun nantinya akan menaikkan harga, lanjutnya, hal tersebut berarti memang telah menjadi kebutuhan mendesak dan tidak akan melebihi batas atas yang ditetapkan pemerintah. “Kalau nantinya jadi naik, itu berarti secara biaya produksi kami butuh naik. Jadi bukan semata-mata memanfaatkan keluarnya peraturan yang baru,” tukasnya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s