100510 Kemenkominfo Optimistis PLIK Selesai November

JAKARTA—Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) optimistis Penyediaan Layanan Internet Kecamatan (PLIK)  untuk 5.748 desa di 4.700 kecamatan di Indonesia akan selesai pada November nanti seiring telah ditandatanganinya kontrak dengan para pemenang tender.

“ Balai Telekomunikasi dan Informatika Perdesaan (BTIP) telah menandatangani kontrak dengan beberapa pemenang sepeti Lintas Arta dan Telkom. Minggu depan menyusul dengan pemenang lainnya,” ungkap Juru bicara Kemenkominfo Gatot S Dewo Broto di Jakarta, Minggu (9/5).

Untuk diketahui, PLIK terbagi atas  11 zona wilayah dengan total pagu anggaran tahun pertama  370,5 miliar rupiah atau sekitar 1,4 triliun rupiah untuk jangka waktu lima tahun.

Dari 11 zona paket wilayah tersebut, Telkom akan mengerjakan paket 1 (Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara), paket 10 (Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah) dan paket 11 (Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara).

Sedangkan Aplikanusa Lintasarta, anak perusahaan Indosat, akan mengerjakan paket 7 (Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur), paket 8 (Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur), dan paket 9 (Maluku, Maluku Utara, Irian Jaya Barat dan Papua).

Sementara Jastrindo Dinamika memenangkan paket 2 (Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu dan Riau), paket 3 (Sumatera Selatan, Lampung, Bangka Belitung dan Kepulauan Riau) dan paket 6 (Jawa Timur).

Sisanya, paket 4 (Jawa Barat dan Banten) dan paket 5 (Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta) akan digarap oleh Sarana Insan Muda Selaras.

“Semua paket harus  diselesaikan 6 bulan  terhitung sejak di tandatangani, kecuali Paket 9 karena tingkat kendala geografis cukup tinggi. Contohnya paket 7 harus selesai paling lambat  14 Oktober 2010, sedangkan  paket 9 paling lambat 14 November 2010,” katanya.

Menurutnya, seiring ditandatangani kontrak oleh para pemenang maka masalah dengan beberapa pihak yang kalah sudah tidak ada lagi.  “Pihak yang kalah sudah bersedia menerima penjelasan dari BTIP. Jadi, tidak ada lagi persengketaan,” katanya.

Kepala BTIP Santoso Serad menegaskan, program PLIK ini akan menunjang rencana pemerintah untuk meningkatkan penetrasi internet mencapai 50 juta pengguna  mengingat akan melibatkan 28.740  personal computer client atau komputer pengakses server yang dapat diselenggarakan secara terpusat.

“Tender ini berbeda dengan Universal Service Obligation (USO) desa berdering yang lebih memprioritaskan sambungan telepon. Di tender ini lebih kepada memberikan layanan internet dengan kecepatan mulai 256 Kbps atau standar broadband,” jelasnya.

Sebelumnya, PT Inti dan  Icon+ yang membuat konsorsium dalam tender PLIK mengajukan keberatan karena dikalahkan BTIP.  Konsorsium ini mengajukan penawaran harga terendah dengan nilai bobot total  tertinggi di 6 paket pekerjaan (Paket1,2,3,4,5 dan 6).  Konsorsium itu terus berjuang hingga tahap banding sanggah.[dni]

2 Komentar

  1. proyek gak jelas iki mah

  2. saya sebagai mitra merasa dirugikan
    katanya kecepatan 256kbps,bahkan ada yg bilang sampe 1mbps lebih,tp kenyataannya 100kbps kadang gk nyampe,
    kalo memang belum diresmikan trus kapan diresmikan…..?
    mohon penjelasan…….


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan ke takuma Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s