060510 Buah dari Agresifitas

PT XL Axiata Tbk (XL) bisa dikatakan sebagai kampiun pada kuartal pertama ini bagi pemain seluler. Lihat saja, operator yang sahamnya dominan dimiliki Axiata Group tersebut berhasil mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 42 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dengan nilai 4,2 triliun rupiah.

Juara kedua adalah Telkomsel, yang mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 9 persen dibandingkan periode yang sama dengan tahun lalu sebesar 10,67 triliun rupiah. Telkomsel memang memiliki nominal pendapatan yang besar, tetapi untuk pertumbuhan, masih belum bisa menyaingi XL.

Bahkan XL berhasil meningkatkan pertumbuhan Average Revenue Per Users (ARPU) sebesar 21 persen dibandingkan periode sama tahun lalu menjadi 35 ribu rupiah. Sementara ARPU Telkomsel turun 9 persen dari 47 ribu menjadi 43 ribu rupiah.

Finalis ketiga adalah Indosat yang mengalami pertumbuhan pendapatan untuk semua lisensi dimiliki sebesar 2, 5 persen atau senilai  4,730,9 triliun rupiah.

Jika menilik selama ini jasa seluler menyumbang sekitar 75 persen bagi  total pendapatan Indosat,  bisa dikatakan layanan itu memiliki nominal  hanya sebesar  3,548,1 triliun rupiah. Angka itu tentu sangat jauh dibawah XL yang berhasil mencatat pendapatan di atas 4 triliun rupiah.

Padahal, Indosat mencatat lonjakan pelanggan yang luar biasa jika dibandingkan dengan posisi akhir 2009. Tercatat, Indosat mendapatkan enam juta pelanggan baru hanya dalam kuartal pertama sehingga memiliki 39,1 juta nomor.

Bandingkan dengan XL yang  “hanya’mendapatkan 1,2 juta pelanggan atau Telkomsel yang hanya mampu memikat 306 ribu pelanggan baru.

Logikanya, jika Indosat berhasil meraup jumlah pelanggan yang besar, tentu akan linear dengan peningkatan jumlah pendapatan, layaknya Telkomsel yang memiliki pelanggan banyak. Sayangnya, paparan dari kinerja Indosat tidak lagi seperti dikuasai Singapore Technologies Telemedia (STT) dimana transparansi dijunjung tinggi dengan menggelar jumpa pers secara terbuka.

Sejak dikuasai Qatar Telecom, manajemen Indosat selalu berlindung dibalik tercatatnya saham indusk usaha di beberapa bursa saham luar negeri, sehingga tidak gampang memaparkan kinerja secara transparan ke publik. Akhirnya, publik meraba-raba kinerja dari Indosat, bahkan tahun lalu perusahaan ini diterpa isu penggelembungan jumlah pelanggan.

Deputi Sekretaris Perusahaan Telkomsel Aulia Ersyah Marinto menjelaskan, masalah kinerja harus ditilik dengan seksama, khususnya berkaitan dengan pencatatan jumlah pelanggan. “Misalnya untuk pelanggan prabayar. Ada operator yang memberikan masa hidup panjang sehingga dicatat terus dalam laporan keuangan walau sudah non aktif,” ketusnya kepada Koran Jakarta, belum lama ini.

Aulia pun telah menyemburkan optimisme akan membalikkan peta pada kuartal kedua nanti. Tak tanggung-tanggung, selain agresif melalui penawaran SMS gratis, stasiun TV swasta yang menyiarkan Piala Dunia di Afrika Selatan pun   digandeng untuk sarana pemasaran. Konon, dana 90 miliar rupiah dikeluarkan untuk memuluskan hal itu.

Praktisi telematika Bayu Samudiyo menilai, menjulangnya XL pada kuartal pertama 2010 tak bisa dilepaskan dari agresifitas pemasaran melalui SMS gratis. “Strategi itu efektif untuk akuisisi pelanggan. Sedangkan bagi kompetitor itu menggerus pertambahan pelanggan dan memangkas pendapatan. Terutama jika operator sekelas Telkomsel melakukan hal yang sama,” katanya.

Namun, Bayu menyakini, pada kuartal kedua nanti klasemen bisa berubah karena Telkomsel menjawab tantangan XL sejak Maret lalu dengan memberikan SMS gratis dan memangkas harga perdana Simpati. “Itu akan menahan kompetitor untuk mendapatkan pemain baru. Soalnya ini dilakukan oleh pemain besar. Masalahnya, apa ini akan sukses menaikkan pendapatan, itu harus dilihat dulu,” jelasnya.

Menurutnya, satu-satunya cara untuk meningkatkan pendapatan adalah operator harus kreatif menawarkan konten ketimbang bermain di SMS gratis. “Kompetisi seperti sekarang menawarkan promo yang berubah-ubah terus hanya menaikkan beban operasional. Lebih baik bermain di konten kreatif agar ARPU meningkat,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s