040510 Indonesia Harus Siapkan Peta Spektrum Frekuensi

JAKARTA—Indonesia harus menyiapkan peta spektrum frekuensi untuk pengembangan mobile broadband untuk meningkatkan penetrasi internet dan menekan biaya akses data.

“Pembuatan peta (Road map) spektrum harus dibuat oleh pemerintah agar operator bisa menyesuaikan dengan rencananya mengembangkan mobile broadband. Frekuensi ini menjadi kunci pengembangan mobile broadband,” ungkap Direktur Kebijakan Spektrum GSMA Kristin Due Hauge kepada Koran Jakarta, belum lama ini.

Menurutnya, jika tidak ada road map spektrum akan membuat para pelaku bisnis menjadi kurang nyaman berekspansi karena terkendala dalam pengembangan sumber daya. “Isu kekurangan frekuensi untuk mobile broadband sudah terjadi di Indonesia. Regulator harus memberikan kepastian kapan keluarnya lisensi baru dan penambahan spektrum,” jelasnya.

Disarankannya, untuk jangak pendek regulator sebaiknya mempercepat penambahan spektrum di 2,1 GHz agar operator bisa menyelenggarakan layanan suara dan data masing-masing di satu kanal. Spektrum ini digunakan untuk pengemangan inovasi 3G. baru tiga operator yang menambah satu kanal yakni Telkomsel, Indosat, dan XL.

Selain itu regulator harus memberikan sebagian spektrum 700 MHZ bagi pengembangan Long Term Evolution (LTE) dan  menyiapkan refarming frekuensi di spektrum  900 and 1800 MHz agar teknologi High Speed Acsess (HSPA) bisa dikembangkan.

Pada kesempatan lain, praktisi telematika Raherman Rahanan mengingatkan operator untuk berhati-hati dalam mengembangkan teknologi mobile broadband karena menyangkut investasi yang besar. “Pendapatan operator itu 80 persend dari suara dan di Indonesia ada 11 operator. Tidak mudah mengatur frekuensinya,” katanya.

Menurutnya, jika untuk pengembangan LTE harus mengorbankan frekuensi 3G bisa dilakukan dalam jangka pendek walau konsekuensinya jangakuan yang diberikan kecil. Apalagi ekosistem LTE belum terbentuk.

“Jika ingin dilakukan refarming frekuensi, lebih baik dilakukan di eksisting frekuensi  3G  ketimbang 2G. Kalaupun mau pakai frekuensi  2G, maka spektrum  1800 Mhz lebih direkomendasi  ketimbang 900 Mhz. “Tapi kalau regulator bisa menetapkan ada  bandwitdh  frekuensi baru untuk LTE, lebih bagus, syaratnya harus dilihat juga, apakah supplier bisa mendukung  range frekuensi baru tersebut,” jelasnya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s