040510 Salah Persepsi yang Dilestarikan

Hadirnya teknologi Code Division Multiple Access (CDMA) di Indonesia tujuh tahun lalu sempat digadang-gadang akan mempercepat penetrasi akses data di Indonesia.

Hal ini tak bisa dilepaskan dari kecepatan data yang ditawarkan oleh teknologi CDMA 2000 yang bisa mengalahkan 2G dari GSM. Bahkan ketika GSM memperkenalkan 3G, CDMA sebenarnya telah mendahuui dengan Evolution Data Optimized (EVDO) atau EVDO Rev A dan B

Mobile-8 Telecom bisa dikatakan sebagai operator pertama yang mencoba memperkenalkan keunggulan layanan data milik CDMA ketika pertama komersial di Indonesia. Usaha ini harus dilakukan oleh pemilik merek Fren itu karena lisensi yang dimiliki adalah seluler sehingga harus berkompetisi dengan teknologi GSM yang memegang ijin tersebut.

Sementara dua pemain yang telah hadir sebelumnya, Telkom Flexi dan Bakrie Telecom, lebih condong menonjolkan tarif murah untuk basic telephony karena diuntungkan oleh lisensi Fixed Wireless Access (FWA).

Persepsi yang dibangun oleh dua operator pendahulu  berhasil diterima dengan baik oleh masyarakat sehingga akhirnya pemain seperti Mobile-8 tertatih-tatih hingga sekarang menambah pelanggannya. Bisa dikatakan Smart Telecom yang berhasil menjual data karena waktu masuk ke pasar, industri nirkabel mulai keranjingan akses data.

“Secara natural teknologi CDMA itu untuk selular. Indonesia dan India memberlakukan lisensi FWA dan seluler. Ini membuat teknologi itu dikebiri dan kompetisi menjadi pincang antara dua teknologi,” sesal Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi kepada Koran Jakarta, Senin (3/5).

Division Head Core Product and Branding Smart Telecom Ruby Hermanto mengakui, persepsi CDMA itu murah banyak terjadi di negara berkembang. “Khusus Indonesia karena ada lisensi FWA. Jika penarikan Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi berbasis pita dilakukan, tidak ada lagi perbedaan lisensi, semua berbasis teknologi netral,” katanya.

Division Head Vas and Brand Marketing Indosat Teguh Prasetya mengakui, persepsi murah yang dibangun oleh operator pertama yang mengenalkan  teknologi CDMA memaksa semua ekosistem pendukung juga harus “murah”. “Akhirnya hingga handset pun harus murah. Padahal chipset dari Qualcomm sebagai pemegang lisensi CDMA itu lebih mahal ketimbang GSM,” jelasnya.

Direktur Utama Metrotech Jaya Komunika Martono Jaya Kusuma mengungkapkan, harga chipset CDMA memang lebih mahal ketimbang GSM. “Jika GSM itu sekitar 20 dollar AS, untuk CDMA itu lebih mahal 20 persen,” katanya.

Ruby meminta, jika CDMA ingin dikembangkan menjadi teknologi yang kompetitif untuk mencapai skala ekonomi ideal maka diperlukan juga pengorbanan oleh Qualcomm menurunkan harga chipset CDMA agar sama dengan milik GSM.

“Qualcomm  harus berani potong harga chipset tripple band-nya kalau ingin operator membeli sendiri handset berbasis Open Market handset.  Ini penting karena komponen terbesar harga handset CDMA  adalah chipset.  Jadi operator akan senang jual handset Open Market Handset (OMH) tripple band karena tidak perlu subsidi dan resiko rugi,” katanya.

Praktisi telematika Bayu Samudiyo mengakui  CDMA memiliki  teknologi tinggi, bahkan untuk akses data lebih baik ketimbang GSM. “Untuk bisa mengalahkan GSM walau sudah ada OMH rasanya hal yang mustahil. Tetapi mulai mengembalikan teknologi ini ke khitahnya, OMH bisa melakukan itu,” katanya.

Bayu pun meminta, regulator secepatnya menata persaingan antara dua teknologi ini dengan secepatnya melakukan BHP frekuensi berbasis pita agar persaingan seimbang. “Praktik di lapangan, FWA banyak melakukan roaming melalui virtual number. Pemain seluler pun tidak senang dengan praktik ini karena menganggu pasarnya. Baiknya dibuka saja kompetisi yang seimbang, bukan dikebiri teknologinya,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s