300410 PT KAI Minta Izin Kenaikan Tarif.

JAKARTA–PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI meminta pemerintah untuk
memberikan izin kenaikan tarif sebesar yang dibutuhkan guna menjaga kelangsungan operasional perseroan.

“Kenaikan diminta 50 persen  dimana  dilakukan secara  bertahap 12,5 persen  per semester selama empat semester mulai Juli 2010,” kata Vice President Public Relations PT KAI Adi Suryatmini di Jakarta, Kamis (29/4).

Ditegaskannya, meski ada
kenaikan bertahap tidak akan terasa membebani penumpang
kereta ekonomi.

“Mudah-mudahan bisa disetujui pemerintah, baik besarannya maupun waktu
awal mulai kenaikannya,” katanya.

Menurutnya, perseroan  tidak mempermasalahkan opsi akhir yang nantinya diambil pemerintah untuk menutupi kerugian operasional akibat mengemban tugas menjalankan kereta ekonomi dari pemerintah. Baik dengan cara mengizinkan kenaikan tarif maupun menambah besaran subsidi public service obligation (PSO) dari 535 miliar rupiah  yang setiap tahun
diberikan, menjadi 670 miliar rupiah untuk 2010.

“Kalau opsi tarif yang diambil, artinya dana pemerintah bisa digunakan untuk menambah kehandalan infrastruktur jaringan KA,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menyelesaikan survey kemampuan membayar (ability to pay) dan kemauan membayar (willingnes to pay) penumpang kereta api
kelas ekonomi.

Survey yang dimulai 17 Februari sampai 14 Maret 2010 terhadap 7.468 responden penumpang 30 kereta api antar kota dan 9 kereta api perkotaan di sembilan lintas menunjukkan responden memiliki kemampuan untuk membayar. Asalkan kenaikan tarif bisa menjamin meningkatnya
keamanan dan keselamatan kereta ekonomi.

Dalam waktu satu bulan ke depan, Direktorat yang dipimpin Tundjung
Inderawan tersebut akan menguji survey kemampuan membayar dengan kemauan membayar untuk dijadikan dasar berapa besar kenaikan tarif yang masih memungkinkan, atau berapa banyak dana PSO yang bisa
ditambah.

Berdasarkan catatan, dana PSO yang diberikan kepada PT KAI untuk 2009 terserap sebesar 96 persen.[Dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s