300410 Kemenhub Percepat Pendidikan Pelaut

JAKARTA–Kementrian Perhubungan (Kemenhub) mempercepat pendidikan pelaut agar bisa menutupi kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) di industri pelayaran.

“Masa pendidikan diploma akan dikurangi. Bila sebelumnya pendidikan di akademi mencapai empat tahun, maka tahun ini akan jadi 2,5 tahun,” ungkap Sekretaris Direktur Jendral Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Bobby Mamahit  di Jakarta, Kamis (29/4).

Dijelaskannya, pengurangan waktu pendidikan ini dilakukan karena kebutuhan akan pelaut yang sangat besar. Indonesia membutuhkan ribuan  pelaut dengan posisi nakhoda, petugas dek dan teknisi kapal tahun ini.

Kebutuhan sangat besar tersebut tidak mungkin dipenuhi dalam waktu cepat bila pendidikan pelaut memakan waktu empat tahun.

“Kebutuhan pelaut di Indonesia masuk kategori emergency,” ujarnya.

Meski waktu pendidikan dikurangi, jelasnya, namun kualitas pendidikan tetap akan terjamin.

Kurikulum yang bakal dikurangi adalah pelajaran pendukung dari Depdiknas, sedangkan kurikulum yang dikeluarkan International Maritim Organization (IMO) tetap akan diberikan secara penuh.

Dalam kurikulum tersebut para taruna akan belajar teori selama satu setengah tahun, sedangkan satu tahun dipergunakan untuk praktik di kapal

Selanjutnya Bobby mengungkapkan, krisisnya penyediaan SDM pelaut menjadikan gaji perwira laut di Indonesia saat ini sudah mencapai 200 dollar AS per hari menyusul  penambahan armada niaga nasional dalam rangka asas cabotage.

Kepala Diklat Kementerian Perhubungan Dedi Darmawan menambahkan,  dunia kekurangan 84.000 perwira pelaut, sedangkan kekurangan Indonesia bisa mencapai 18.000 perwira pelaut, ini sejalan dengan penambahan 3.000 unit kapal berbagai jenis.

Dedi mengatakan selain memperpendek waktu pendidikan kementerian Perhubungan juga meningkatkan jumlah taruna hingga dua kali lipat.

“Tujuannya adalah mengejar kekurangan perwira pelaut baik kepentingan luar negeri perusahaan pelayaran domestik maupun luar negeri,” katanya.

Kontingensi
Berkaitan dengan hari Buruh yang jatuh pada 1 Mei nanti, Bobby menegaskan, Kemenhub telah menyiapkan rencana kontingensi di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara untuk mengatasi kemungkinan mogok massal.

Dijelaskannya, rencana kontigensi disiapkan oleh sejumlah pihak yang menangani keamanan pelabuhan terbesar di Indonesia itu.

Dikatakannya,   pihaknya bersama Kementerian BUMN telah sepakat agar keamanan di Pelabuhan Tanjung Priok ditingkatkan dengan melibatkan Kantor Utama Administratur Pelabuhan Tanjung Priok dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II.

“Kami bersama Adpel dan Pelindo II juga memperketat pengamanan selama aksi mogok,” ucapnya.

Namun, Bobby menyakini aksi mogok massal di Pelabuhan Tanjung Priok tidak akan terjadi karena International Transportworkers Federation (ITF) tidak mendukung aksi mogok di Hari Buruh.

Sebelumnya, Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu akan melakukan aksi mogok di sejumlah kota besar di Indonesia untuk memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2010.

Aksi itu dimaksudkan sebagai desakan kaum buruh kepada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar segera merumuskan sejumlah program peningkatan kesejahteraan buruh.

Sesuai rencana, aksi mogok nasional akan digelar secara serentak di berbagai kota besar seperti Medan, Jakarta, Pontianak, Semarang, Surabaya, Makassar, Batam dan Bandung.[Dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s