220410 Menghindari Pembajakan

Isu pembajakan masih menjadi topik hangat dikalangan pemusik, khususnya di era majunya teknologi informasi yang memungkinkan terjadinya digitalisasi.

“Kondisi industri musik Indonesia sangat memprihatinkan, karena kurangnya dukungan dari pemerintah, terutama dengan semakin majunya teknologi, sehingga terdapat banyak portal yang bisa mengunduh   musik secara gratis,” ungkap Komisaris Utama Generasi Indonesia Digital (GENiD) Heru Nugroho kepada Koran Jakarta, Rabu (21/4)

Menurutnya,  industri musik di Indonesia harus diselamatkan dan teknologi informasi yang bisa membuat kondisi pembajakan makin parah. “Teknologi itu harus menjadi alat  bagi peningkatan nilai bisnis, bukan menghancurkan. Kita di GENiD mencoba mengembalikan fungsi teknologi itu ke khittahnya,” jelasnya..

GENiD adalah perusahaan yang mencoba mengembangkan  sistem kliring musik digital atau gudang digital sejak dua tahun lalu di Indonesia dengan menggandeng 11 label besar (anggota Asosiasi Industri Rekaman Indonesia/ASIRI) yang menguasai 80 persen industri musik.

Sistem kliring digital sendiri adalah fungsi  menghubungkan antara label musik besar dengan reseller yang meliputi operator telekomunikasi, penyedia portal Internet, konten, dan penyedia aplikasi ponsel.

Saat ini sudah lebih dari 70 retailer yang sudah tersambung dengan digital warehouse tersebut dan lebih dari 60.000 full track song, dengan 16 tipe konten. Retailer besar yang sudah bergabung adalah seluruh operator telekomunikasi selain Axis, kapanlagi.com, dan Nokia Ovi Music Store.

“Konsep ini bisa menekan pembajakan karena satu pintu untuk membeli lagu. Kami optimistis ada satu juta lagu diunduh sehari dengan harga seribu rupiah,” jelasnya.

Chief Executive Officer GENiD M. Gopal Utiarrachman mengungkapkan, peralihan era fisik menuju era digital yang  relatif cepat membuat pemilik lagu harus bisa mengadaptasinya.

Menurutnya, adanya gudang musik digital akan memberikan keuntungan bagi label, yaitu dapat menghitung atau memonitor penjualan musik digital mereka secara real time hingga ke luar negeri.

“Label mempunyai internal report independen atas penjualan konten mereka, sehingga tidak bisa dibohongi oleh retailer,” ujarnya.

Adapun keuntungan retailer dengan adanya gudang musik tersebut adalah bisa dengan mudah melakukan kerja sama dengan label dalam penjualan konten digital terutama dari sisi administrasi konten dan teknis manajemen konten.

Diungkapkannya,   setelah membangun gudang musik digital, masih ditemukan kendala untuk memperluas distribusi musik digital seperti halnya perlunya investasi yang cukup besar untuk pembuatan Digital Music Store seperti i-Tunes.

Secara terpisah, praktisi telematika Mochammad James Falahuddin menilai, GENiD jeli melihat peluang dari bisnis musik. “Istilah  “lembaga kliring” itu  biar keliatan keren saja. Pada dasarnya model seperti ini tidak dibutuhkan karena bisnis   RBT ataupun full track download sudah berjalan,” tukasnya.

Menurutnya, GENiD akan menghadapi masalah dalam mengembangkan bisnisnya   dengan tren harga yang semakin turun. “Perusahaan ini  butuh volume yang sangat besar untuk survive. Mereka bikin jargon kliring itu  untuk menarik pihak-pihak  yang berkepentingan,” katanya.

Sementara praktisi telematika I Made Hartawijaya mengatakan, untuk mengembangkan bisnis ini GENiD harus mendapatkan komitmen yang jelas dari para label musik. “Ini kan ibarat toko. Masalahnya label itu walau sudah memberikan barangnya ke pemilik toko, tetapi dia masih berjaga di depan pintu. Kalau begini bagaimana cara pemilik toko berkreatifitas,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s