090410 Telkom Proyeksi Petumbuhan Pendapatan 10%

JAKARTA–PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) memproyeksi pertumbuhan pendapatan usahanya sebesar 7-10 persen pada tahun ini.

“Pertumbuhan secara grup itu akan ditopang oleh jasa seluler, internet, dan new wave,” ungkap Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah di Jakarta, Kamis (8/4).

Diungkapkannya, pada tahun lalu kinerja perseroan menunjukkan hasil positif baik dari sisi pendapatan operasi, laba bersih, dan Earning Before Interest Tax Depreciation, and Amortization (EBITDA).

Tercatat, pada 2009 pendapatan operasi mencapai 64,6 triliun rupiah atau tumbuh sebesar 6,4 persen dibandingkan pencapaian periode 2008 yang mencapai 60,7 triliun rupiah.

Dari sisi EBITDA pada 2009 sebesar 36,6 triliun rupiah atau tumbuh 5,6 persen dari 2008 sebesar 34,6 triliun rupiah. Sedangkan laba bersih pada 2009 mencapai 11,3 triliun rupiah atau tumbuh 6,7 persen dari periode 2008 senilai 10,6 triliun rupiah.

“Laba bersih seharusnya bisa tumbuh sebesar 8,5 persen. Tetapi terpangkas karena adanya program pensiun dini sebesar satu triliun rupiah,” jelasnya.

Dijelaskannya, kinerja yang positif karena ditopang tumbuhnya pendapatan dari jasa seluler yang mencapai 7,4 persen dari 25,3 triliun rupiah (hanya dari suara) pada 2008 menjadi 27,2 triliun rupiah pada 2009.

Sedangkan pertumbuhan pendapatan data, internet, dan Teknologi Informatika (TI) tumbuh 25,8 persen dari 14,7 triliun menjadi 18,5 triliun rupiah.

“Pertumbuhan ini menahan menurunnya pendapatan dari telepon tetap sebesar 11,2 persen dari 9,7 triliun rupiah menjadi 8,6 triliun rupiah,” katanya.

Belanja Modal
Pada kesempatan sama, Direktur Keuangan Sudiro Asno mengungkapkan, sebanyak 75 persen belanja modal dari total dua miliar dollar AS sudah terpenuhi melalui EBITDA dan kas internal.

Selain itu juga ada kredit ekspor senilai 60 juta dollar AS dan vendor financing 90 juta dollar AS.

“Ditambah rencana menerbitkan obligasi oleh Telkom senilai dua hingga tiga triliun rupiah dan Telkomsel dua triliun, semua sudah terpenuhi,” katanya.

Sementara total hutang yang dimiliki perseroan sebesar 23 triliun rupiah dimana komposisinya 70 persen (Rupiah) dan 30 persen (dollar AS). “Setiap tahun ada hutang jatuh tempo senilai 6,5 triliun rupiah,” jelasnya.

Rinaldi menambahkan, perseroan punya kewajiban kepada pemerintah dalam bentuk pinjaman two step loan dalam bentuk Rekening Dana Investasi (RDI/ sub loan agreement/SLA) 3,5 triliun rupiah untuk tahun ini. Hutang ini dalam bentuk dollar AS, Yen, dan rupiah, jatuh tempo hingga 2024.

“Kewajiban pembayaran untuk hutang ini 300 miliar rupiah tiap tahun,” kata Rinaldi.

Sudiro menambahkan, perseroan akan mempercepat pembayaran ke pemerintah. “Tetapi harus mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan,” katanya.

COO Telkom Ermady Dahlan mengungkapkan, sebanyak 60 persen dari alokasi belanja modal akan digunakan untuk pembangunan backbone broadband.

Divestasi
Selanjutnya Rinaldi mengungkapkan, dalam waktu tiga hingga enam bulan ke depan dua anak usaha yakni PT Citra Sari Makmur (CSM) dan Patrakom akan didivestasi.

“Patrakom akan dilepas 40 persen, sedangkan CSM 25 persen. Sudah ada 4-5 perusahaan yang berminat,” katanya.

Rinaldi menjelaskan, dua anak usaha dilepas karena bisnis yang dijalankan juga dilakukan oleh anak usaha lainnya seperti Metra-Sat yakni penyewaan jasa VSAT.

Berkaitan dengan kinerja dari anak usaha hasil akuisisi  di luar Telkomsel, Rinaldi mengatakan, terjadi pertumbuhan yang luar biasa. Tercatat, Sigma Cipta Caraka memperoleh pendapatan sebesar 400 miliar rupiah pada 2009 dibandingkan 2008 senilai 298,5 miliar rupiah.

Finnet memiliki omzet 69 miliar rupiah (2009) dari 22,9 miliar rupiah (2008), Metra pada 2009 sebesar  240,1 miliar rupiah dari 160,1 miliar rupiah (2008), Admedika dari 24,8 miliar rupiah (2008) menjadi 29,1 miliar rupiah (2009).

Sedangkan Telkom Internasional Indonesia (TII) mengalami penurunan dari 713 miliar  rupiah (2008) menjadi 607 miliar rupiah (2009). “Penurunan di TII karena ada perubahan bisnis model. Pendapatan dari trafik dipisahkan. TII hanya fokus untuk backbone internasional,” ungkap Ermady.[Dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s