310310 Pemerintah Harus Kaji Pembentukan Sistem Penjaminan Layanan

JAKARTA—Pemerintah harus mengaji pembentukan sistem penjaminan layanan angkutan udara agar ketersediaan jumlah armada nasional bisa terjamin.

“Pemerintah harus mengaji pembentukan sistem ini layaknya LPS di sektor perbankan. Ini untuk mengantisipasi kekosongan armada di maskapai agar layanan tidak terganggu,” ungkap Ketua Masyarakat Transportasi (MTI) Danang Parikesit di Jakarta, Selasa (30/3).

Diungkapkannya, masalah jumlah armada nasional tidak diatu dalam UU penerbangan sehingga biasanya ketersediaan diserahkan oleh pemerintah ke maskapai.

“Maskapai itu ada pertimbangan bisnis. Apalagi jika keuangan perusahaannya bermaslah. Pesawat yang disewa bisa  ditarik. Padahal layanan public tidak bisa berhenti hanya karena maslah korporasi,” katanya.

Adanya sistem penjaminan membuat pemerintah menjamin ketersediaan jumlah pesawat
melalui dana penjaminan yang diserahkan oleh maskapai. Sehingga kalau terjadi kegagalan terbang  harus segera ada pengganti dan  maskapau  lain bisa mengisi kekosongan itu

Menurutnya, terdapat kesalahan dalam pemeberian lisensi kepada satu maskapai selama ini karena  tidak pernah dicantumkan kewajiban harus memenuhi  fleet size yang dijanjikan.

“Semuanya diserahkan ke market tanpa ada kendali kepatuhan terhadap pelayanan publik.  Lisensi hanya sebagai entry to market, bukan alat untuk mendorong pembangunan dan mengatur market untuk pelayanan publik yang lebih baik,” sesalnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Herry Bakti Singayudha Gumay, menegaskan,  maskapai  Mandala Airlines   untuk menyesuaikan rute-rute yang dilayaninya terkait dengan dikembalikannya  beberapa armadanya ke lessor di luar negeri.

“Penyesuaian dilakukan agar layanan penumpang tidak mengalami permasalahan. Saya rasa itu wajar dilakukan, kalau ada armada  yang ditarik berarti harus ada penyesuaian,” katanya.

Menurutnya, jika dipaksakan    akan menyebabkan keterlambatan penerbangan, yang berujung menurunnya kualitas layanan.

Diungkapkannya, beberapa pesawat milik Mandala dilaporkan dihapus dalam daftar registrasi pesawat Indonesia (kode PK). Oleh karenanya, aktifitas Mandala saat ini berkurang.

Beberapa rute penerbangan pun ditutup seperti rute Jakarta-Padang.  Dari 11 unit pesawat jenis Airbus yang dioperasikan, saat ini Mandala tinggal mengoperasikan tujuh unit. Sisanya telah kembali ke luar negeri.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s