310310 Kebutuhan Teknisi Pesawat Tinggi

JAKARTA—Maskapai penerbangan di Indonesia memiliki kebutuhan yang tinggi akan sumber daya manusia (SDM) untuk teknisi dan pilot armadanya guna mengantisipasi banyaknya jumlah armada.

“Di Lion air saja sekitar 160-180 teknisi dan untuk pilot sekitar 80 orang per tahunnya,” ungkap Direktur Produksi PT Lion Air Ertata Lananggalih, di Jakarta, Selasa (30/3).

Menurutnya, seiring dengan peningkatan pertumbuhan produksi maskapai yang mencapai 25 persen setiap tahun, sudah  jelas diperlukan  pasokan   SDM teknisi dan pilot yang memadai.

“Selama ini kami mendapatkan pasokan dari Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Surabaya sekitar 60-70 orang teknisi setiap tahunnya. Hingga saat ini baru sekitar 30 orang teknisi yang kami terima dari ATKP,” jelasnya.

Menteri Perhubungan Freddy Numberi.mengatakan,  upaya peningkatan kuantitas serta kualitas SDM penerbangan, tidak dapat hanya dibebankan kepada  sendiri,  sehingga diperlukan kerjasama dan sinergi nasional maupun multinasional, yang saling memberi manfaat.

“Lembaga pendidikan penerbangan akan tumbuh  semakin besar memenuhi tuntutan pengguna jasa penerbangan, sehingga diperlukan kader-kader SDM  penerbangan yang berdedikasi dan kompetitif, apalagi penerbangan termasuk bisnis padat modal dan teknologi,” tandasnya.

Direktur Utama Garuda Maintenance Facility (GMF) Richard Budihadianto mengungkapkan, pihaknya membutuhkan sekitar seribu mekanik untuk menjalankan bisnis perawatan pesawat. “Kebutuhan untuk eksisting bisnis saja perlu 500 tenaga kerja. Jika hanggar empat jadi dibangun akhir tahun ini, kita butuh lima ratus tenaga kerja lagi,” jelasnya.

Dijelaskannya, pembangunan hanggar empat saat ini sedang mencari investor yang mau ikut membangun infrastruktur untuk merawat pesawat berbadan lebar itu. “Biaya investasinya sekitar 50-60 juta dollar AS. Sedangkan jangka pembangunan akan selesai dalam waktu dua tahun,” katanya.

Berkaitan dengan rencana spin off tujuh unit usaha GMF, Richard memperkirakan menjadi lamban seiring adanya   Aturan Kemeterian BUMN yang melarang BUMN memiliki cucu usaha.

Unit usaha yang akan di spin off rencananya    unit perlengkapan dan gas, pelayanan logistik, sekolah teknisi, teknologi informasi, kabin interior, pengecatan pesawat, unit engine leasing dan penyedia pekerja. Unit-unit tersebut akan dipisah dari induknya mulai 2010 hingga 2011.

Menurutnya, ada untung ruginya perusahaan bila di-spin off. Keuntungan pertama adalah dengan terpisahnya usaha, maka perusahaan akan mudah mengambil keputusan dan mengurangi birokrasi yang menghambat pengembangan usaha.

“Secara legal, kalau perusahaan mandiri maka pimpinan perusahaan bisa dengan cepat mengambil langkah sesuai dengan keputusan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham), sehingga bisa leluasa menentukan pengembangan usahanya,” katanya.

Hal ini berbeda dengan unit bisnis, yang setiap langkah harus diputuskan oleh perusahaan yang menaungi unit usaha. Karenanya, untuk melaksanakan sesuatu unit usaha harus menunggu persetujuan perusahaan.

“Padahal sebenarnya keputusan tersebut bisa dilakukan oleh tingkat yang lebih bawah, kalau itu terjadi maka gerakannya jadi lebih lincah,” ujarnya.

GMF memproyeksikan bakal meningkatkan pendapatan hingga 700 juta dollar AS dalam waktu 5 tahun dari unit bisnis tersebut. Setiap tahunnya ada keuntungan berganda. Hal itu jelasnya, jauh lebih besar dibandingkan dengan saat ini di mana ke tujuh usaha tersebut
masih menjadi SBU di GMF yang kontribusinya belum besar.

Dia merinci kontribusi beberapa unit usaha GMF pada 2009 lalu yaitu unit teknologi informasi sebesar 4 juta dollar AS, pengecatan pesawat 1 juta dollar AS dan logistik 5 juta dollar AS. “Total tujuh unit bisnis itu adalah sekitar 20 juta dollar AS. Padahal itu
bisa dioptimalkan dengan di spin off,” tandasnya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s