300310 Tender Internet Kecamatan Layak Diulang

JAKARTA—Tender pengadaan internet untuk tingkat kecamatan layak diulang jika sanggahan yang dimunculkan oleh para peserta tidak puas terbukti.

“Saya rasa tender itu layak diulang jika ada bukti kuat dari penyanggah. Apalagi ini menyangkut kepentingan publik,” tegas Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Roy Rahajasa Yamin kepada Koran Jakarta, Senin (29/3).

Sekjen Himpunan Pemerhati Pos Telematika Indonesia (HPPTI) Lukman Adjam mengungkapkan Menkominfo selaku penanggung jawab anggaran tender USO Internet Kecamatan harus bertanggung jawab atas potensi kerugian negara hingga ratusan miliar rupiah akibat penetapan pemenang yang tidak sesuai rencana kerja dan syarat—syarat (RKS).

“Untuk itu, sebaiknya proses tender harus diulang, sehingga keterlibatan penyelenggara jasa Internet dan peserta tender lainnya yang dirugikan akibat proses tender dan sistem penentuan pemenang saat itu bisa diakomodasikan lagi,” ujarnya.

Sebelumnya, dua peserta tender yakni Konsorsium Indonesia Comnet Plus (Icon+) yang didukung PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti)   dan Telkom   melayangkan surat sanggahan terkait keputusan pemenang tender.

Konsorsium itu yakin unggul dalam mengajukan penawaran harga terendah dan nilai aspek teknis tertinggi tetapi kalah dalam tender. Telkom  juga  mempertanyakan kekalahannya di paket 4 atas PT Sarana Insan dan paket 6 atas PT Jastrindo meski duduk di peringkat ke-2.

Dirut PT Inti Irfan Setiaputra,  mengungkapkan pihaknya akan melakukan banding .“Sejak awal kami sangat kecewa dengan pengumuman pemenang tender tersebut, karena kami telah mengajukan penawaran harga terendah dengan nilai bobot total  tertinggi di 6 paket pekerjaan (Paket1,2,3,4,5 dan 6). Kita akan terus mencari keadilan,” ujarnya.

Kepala Balai Telekomunikasi dan Informatika Perdesaan Kementerian Kominfo Santoso Serad,  menegaskan pihaknya tidak akan terpengaruh dengan wacana tender ulang pengadaan pusat layanan internet kecamatan menyusul ketidakpuasan peserta tender yang mengajukan hak sanggah.

“Pengulangan tender dasarnya apa, panitia menggelar tender USO dengan profesional dan berdasarkan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Penilaian yang kemudian berkembang bahwa tender tersebut berpotensi merugikan negara menurut Santoso sangat subyektif dan menyudutkan panitia tender.

Tender dengan pagu total sekitar 1,4 triliun rupiah  untuk lima tahun itu akan menyediakan jasa akses Internet dengan kecepatan transfer data minimal 256 Kbps (downlink) dan 128 Kbps (uplink) yang akan tersambung untuk pelayanan 5.748 PLIK.

Layanan ini akan melibatkan 28.740 PC (personal computer) client atau komputer pengakses server yang dapat diselenggarakan secara terpusat dan terjamin keberlangsungan layanannya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s