300310 BRTI Tidak Ingin Ciderai Kompetisi

JAKARTA—Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menegaskan tidak ingin menciderai kompetisi ketat yang telah terjadi di industri dengan masuk ke ranah teknis persaingan.

“Kompetisi di sektor telekomunikasi sudah ketat dan sehat sejak dilakukan liberalisasi. BRTI tidak akan masuk ke ranah teknis yang berujung menganggu kompetisi,” tegas Anggota Komite BRTI Nonot Harsono di Jakarta, Senin (29/3).

Menurutnya, BRTI hanya akan menjaga pelanggan tidak tercurangi dari kompetisi yang dilakukan oleh operator dengan mengawasi setiap penawaran dari operator. “Tidak mungkin BRTI sampai mengatur jumlah tarif promosi yang diberikan oleh satu operator. Itu namanya menciderai kompetisi. Tarif promosi itu adalah alat untuk berkompetisi. Kita hanya menjaga penawaran itu tidak bertentangan dengan regulasi,” katanya.

Ditegaskannya, sebagai pengawas lembaganya tergolong moderat. Hal itu bisa dilihat dari kesan dibiarkannya penawaran SMS gratis padahal jelas-jelas melanggar kesepakatan. “Kami ingin bukti juga tentang SMS gratis itu benar membebani jaringan. Sekarang yang mengeluh (Telkomsel) melakukan, nanti kita minta trafik datanya,” katanya.

Sebelumnya, Indonesia Telecommunication Users Group (IDTUG) meminta    operator telekomunikasi tidak menerapkan terlalu banyak tipe tarif karena dinilai membingungkan, bahkan menjebak konsumen.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ini menyarankan  satu operator menerapkan dua atau tiga tipe tarif saja.

Menanggapi hal itu, Nonot meminta IDTUG untuk memberikan kajian teknis dan menyerahkan ke BRTI agar bisa dibahas bersama. “Baiknya tindakannya kongkrit ketimbang beropini di masyarakat,” tegasnya.

Berdasarkan catatan, IDTUG sering mempertanyakan kebijakan satu operator, tetapi  akhir dari cerita jarang yang transparan di media massa. LSM ini pernah mempertanyakan SMS Premium rekanan Telkomsel, CIA Mobile, kebijakan pemotongan bandwitdh Telkomsel Flash, dan terakhir melaporkan Indosat dan mitra SMS Premiumnya ke pihak berwajib.

Salah satu aktivis IDTUG yang menjadi Sekretaris Jenderal,  Muhamad Jumadi Idris tercatat pernah menjadi Calon Legislatif 2009  untuk wilayah Indonesia Timur dari  Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK).

Jumadi sendiri pernah digadang-gadang akan menjadi staf khusus Menkominfo kala pembentukan kabinet Indonesia Bersatu II, namun sayangnya gagal karena Menkominfo diisi oleh wakil dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s