300310 Andalkan UKM

Mojopia.com bisa dikatakan sebagai situs yang beruntung dibandingkan para pemain sejenis. Bagaimana tidak? Walaupun bagian dari PT Metranet, tetapi induk usaha dari portal ini adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom).

Basis pasar dan dukungan dana yang besar tentu akan diberikan oleh Telkom kepada super portal ini karena menyangkut reputasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu  di bisnis internet.

Untuk menunjukkan dukungannya, Telkom memberikan pintu masuk bagi Mojopia menggarap sekitar 32 ribu mitra  Usaha Kecil dan Menegah (UKM) yang dibina oleh Telkom.

“Portal ini memang menjadikan UKM sebagai basis merchant. Kami telah melakukan pemetaan mitra UKM mana yang sudah melek internet dan memberikan  program  pemberdayaan  untuk mendukung mereka memanfaatkan portal ini sebagai alat membuka peluang pasar baru,” ungkap Chief Innovation Officer Andi S.Boediman di Jakarta, belum lama ini.

Direktur Teknologi Informasi Telkom Indra Utoyo mengungkapkan, Telkom mulai fokus melayani segmen Small, Medium Enterprise (SME) karena sadar sebagai perusahaan yang sahamnya dimiliki negara punya kewajiban mendukung ekonomi rakyat. ”Kami sudah membentuk Divisi Business Service (DBS). Diperkirakan dengan adanya divisi ini pertumbuhan pendapatan dari SME untuk Telkom bisa mencapai 40 persen tahun ini,” katanya.

Dijelaskannnya, DBS  dibentuk Telkom dikhususkan untuk mengelola pelanggan bisnis yang sebagian besar merupakan segmen UKM. Pada segmen ini, Telkom akan menawarkan beragam solusi untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan bisnis melalui penerapan teknologi komunikasi informasi (ICT) yang tepat.

Beberapa aplikasi berbasis platform as as services (PAAS) cloud computing sudah disiapkan Telkom, di antaranya e-UKM, aplikasi untuk BPR (Bank Perkreditan Rakyat), aplikasi untuk pengelolaan koperasi, dan lainnya.

Executive General Manager DBS  Telkom Slamet Riyadi menjelaskan, mojopia.com adalah main content SME online untuk mendukung operasionalisasi SME Center melalui layanan e-commerce. “Keuntungan dari SME online adalah UKM bisa menambah item dan kategori produk dan menjangkau pasar global,”jelasnya.

SME Center adalah pusat layanan pengembangan UKM yang didirikan Telkom dengan tujuan meningkatkan kompetensi dan daya saing pengusaha kecil melalui penyediaan solusi TI sebagai business enabler. Rencananya akan ada 13 SME Center di seluruh Indonesia.

Praktisi telematika Suryatin Setiawan mengakui,   potensi segmen SME  memang besar bagi operator telekomunikasi, namun para pemain tidak boleh menganggap segmen itu hanya sebagai pasar. “Suatu kesalahan kalau dianggap  SME adalah pasar yang sudah matang dan siap untuk digarap. Perlu upaya khusus untuk menggarap pasar SME,” katanya.

Disarankannya, operator harus mengedepankan edukasi tentang pentingnya TIK bagi SME agar pelaku usaha di sektor itu menyadari bahwa inovasi teknologi bisa membuka peluang baru bagi mereka. “Jangan jadikan SME sebagai konsumen. TIK harus menjadi alat pemberdayaan untuk mejadikan SME mandiri,” katanya.

Berdasarkan catatan, belanja solusi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TI) yang dilakukan kalangan Usaha Kecil dan Menegah (UKM) hingga empat tahun kedepan mencapai 60,3 persen atau senilai 18,6 triliun rupiah.

Pada tahun ini diperkirakan belanja TI dari kalangan UKM dan Koperasi bisa mencapai 11,6 triliun rupiah. Sedangkan  pada tahun depan bisa tumbuh 10,9 persen atau senilai 12,87 triliun rupiah, dengan nilai Compound Annual Growth Rate (CAGR) 12,83 persen.

.Berdasarkan catatan,  hingga Juni 2009, koperasi di Indonesia telah berjumlah 166.155 unit dengan  permodalan koperasi aktif yang terdiri dari modal sendiri  27,27 triliun rupiah dan modal luar  36,25 triliun rupiah dengan nilai volume usaha  55,26 triliun rupiah.

Sedangkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2009 mencatat jumlah UKM di Indonesia sebanyak 520.220 unit. Diperkirakan akan ada 600.000 pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) baru pada 2010. Sementara  dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan sejak Januari 2008-Januari 2010  sekitar  17,541 triliun rupiah untuk 2,4 juta debitur.

Sektor tertinggi investasi yang dilakukan kalangan SME adalah pada bidang  jasa (57%), perdagangan (20%), dan manufaktur (23%).  SME ditengarai memiliki kontribusi terhadap Pendapatan Domestik Bruto nasional sebesar 54 persen. [dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s