240310 Izin Rute Berjadwal Susi Air Terkendala Rekomendasi

JAKARTA—Izin rute berjadwal yang diajukan oleh PT ASI Pudjiastuti Aviation (Susi Air) ke Ditjen Hubungan Udara Kementrian Perhubungan terkendala belum terkumpulnya surat rekomendasi dari pejabat-pejabat daerah dari wilayah tang dilayani maskapai tersebut.

“Kami memang sudah mengajukan izin rute berjadwal ke Kemenhub sejak tahun lalu. Sampai sekarang masih nyangkut soal surat rekomendasi dari pejabat-pejabat daerah. Surat itu dianggap oleh Kemenhub sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi,” ungkap  Direktur Utama Susi Air, Susi Pudjiastuti di Jakarta, Selasa (23/3).

Menurutnya, alasan ini sedikit membingungkan karena selama ini sebagai maskapai carter Susi Air memiliki kerjasama dengan wilayah yang dilayaninya. “Setiap hari pejabat-pejabat daerah itu kita angkut. Kerjasama kita kan blocking seat,” katanya.

Berkaitan dengan rencana ekspansi perusahaan ke depan, Susi mengungkapkan, akan merambah jasa penyewaan helicopter. “Kami sudah membeli dua unit helicopter senilai 150 miliar rupiah. Jasa penyewaan helicopter ini lumayan menarik karena di Jakarta memiliki tingkat kemacetan yang tinggi,” katanya.

Dijelaskannya, helicopter akan disewakan oleh perseroan dengan menerapkan biaya per shuttle 10 sampai 15 juta rupiah per shuttle. “Target kami ada okupansi 40 hingga 50 jam per bulan. Kita perkirakan titik impas akan tercapai dalam waktu 10-15 tahun ke depan,” katanya.

Secara terpisah, Direktur Angkutan Udara Kemenhub Tri S Sunoko mengakui Susi Air mengajukan izin rute berjadwal. “Karena status dari Susi Air adalah maskapi tidak berjadwal, sehingga hanya dapat menerbangi rute-rute tertentu yang belum dilayani oleh maskapai berjadwal,” jelasnya.

Diungkapkannya, dari rute yang diajukan ada yang telah disetujui, tetapi sebagian besar belum direstui karena Susi Air masih perlu melengkapi dokumen dan persyaratan antara lain fasilitas bandara atau slot time dari bandara.

Susi air adalah maskapai yag memulai bisnisnya sebagai  penerbangan carter di sekitar Medan dan Aceh sejak 2004. Saat ini, maskapai tersebut telah memiliki wilayah pelayanan  ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk Papua.

Beberapa rute yang dilayani adalah    Jakarta-Bandung, Jakarta-Pangandaran, Jakarta-Cilacap, dan Bandung-Pangandaran.  Sebelumnya, maskapai ini telah mengajukan ke regulator untuk mendapatkan sertifikat angkutan berjadwal dari sebelulmnya melayani pasar carter.

Pada tahun ini Susi Air diperkirakan  membutuhkan dana segar sebesar 200 miliar rupiah guna menambah armadanya untuk melayani rute-rute yang dimiliki..

Saat ini Susi Air  armada  berjumlah 22 unit yang terdiri dari jenis Cessna Grand Caravan, New Piagio Avanti, dan Porter. Beberapa waktu lalu Susi Air mengungkapkan  perusahaan akan menambah lebih kurang 18 unit pesawat berbadan kecil.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s