230310 Dari Ganas Hingga Buas

Jika di pasar seluler yang mengusung teknologi GSM perang harga berlaku sengit, maka tidak demikian di Fixed Wireless Access (FWA) yang berbasis inovasi Code Division Multiple Access (CDMA).

“Kami tidak ingin menciptakan pasar kartu panggil (Calling Card). Kita tetap bertahan dengan harga yang rasional untuk perdana. Bonusnya yang dimainkan,” ungkap Wakil Presiden Bakrie Telecom Bidang Pemasaran Erik Meijer kepada Koran Jakarta, belum lama ini.

Langkah itu dimulai dengan menawarkan program Gratis Nelpon Nasional (Ganas) yang mensyaratkan pelanggan memiliki pulsa 50 ribu rupiah untuk bisa menikmati penawaran tersebut. Disusul kemudian mengeluarkan 800 ribu kartu perdana  Esia Sepuasnya yang dibanderol 10 ribu rupiah.

”Kami memang menurunkan harga kartu perdana menjadi 10 ribu rupiah. Tetapi bonus yang ditawarkan setimpal terutama untuk mengakses situs jejaring sosial dan instant messaging,” katanya.

Tak hanya itu, Esia pun sedang menggodok pembentukan anak usaha yang akan menggarap layanan broadband. Untuk diketahui, Bakrie Telecom sebelumnya telah memiliki produk Wimode untuk broadband, tetapi gagal di pasar karena kualitas tidak sesuai dengan janji pemasaran.

Sementara penguasa pasar FWA, Telkom Flexi juga enggan melakukan banting harga layaknya saudara tua, Telkomsel. Flexi   memilih meningkatkan kualitas layanan (Quality of Services/QoS) bagi pelanggannya.

“Kami lebih memilih  Buat Pelanggan Puas (Buas) bagi 15,7 juta pelanggan ketimbang bermain di harga yang cenderung merugikan industri,” ungkap Executive General Manager Divisi Telkom Flexi, Triana Mulyatsa.
Dikatakannya, “Buas” diimplementasikan dengan   memperkuat jaringan, juga fokus terhadap kualitas layanan serta penambahan konten yang mendidik dan bermanfaat bagi pelanggan guna mendukung strategi berbasis nilai atau value based.

Diyakininya, meski tarif percakapan Flexi tetap dikenakan  49 rupiah per menit, namun kualitasnya bisa lebih diandalkan. “Untuk apa menawarkan tarif gratis bicara ke pelanggan kalau saat berkomunikasi putus-putus, atau syaratnya justru memberatkan pelanggan,” katanya.

Triana mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang meningkatkan kemampuan jaringan khususnya dalam penagihan atau kualitas. “Kami telah memasang indoor BTS di gedung-gedung. Selain itu, sedang dikembangkan kemampuan penagihan yang memungkinkan dilakukan sistem cluster. Sistem ini memungkinkan per BTS berbeda-beda tarifnya. Ini akan menjadi senjata baru untuk promosi,” katanya.

Sedangkan untuk akses internet, Flexi akan tetap mengandalkan program unlimited karena okupansi jaringan untuk internet baru terpakai sebesar 40 persen.

Deputi Commerce Telkom Flexi Judi Achamdi menambahkan, Flexi juga akan serius menggarap segmen bawah dengan menawarkan smartphone murah tak lama lagi.

“Kalangan menengah bawah sedang keranjingan akses internet melalui ponsel. Kami sedang menyiapkan sesuatu yang baru tak lama lagi. Paket yang kami tawarkan ini bisa diibaratkan layaknya iPhone untuk kalangan menangah bawah,” katanya.

Praktisi Telematika Bayu Samudiyo menjelaskan, pemain FWA memang tidak bsia sebebas seluler menawarkan harga promosi karena harga dasarnya sudah terlalu murah. “Tarif interkoneksi yang lalu hanya mengubah peta seluler. Untuk FWA belum ada perubahan karena mengikuti interkoneksi telepon tetap,” katanya.

Menurutnya, satu-satunya jalan keluar dari pemain FWA bermain melalui penawaran handset murah. “Jika mau bermain di data juga berat. Kanal yang dipakai terbatas. Bakrie Telecom berani bermain data itu hanya diluar Jabotabek dan Jawa Barat karena esia tidak mampu berbicara banyak di luar kedua area itu. Tidak mungkin di area yang menjadi kontributor pelanggan terbesar seperti Jakarta dan Bandung, kanal dikorbankan. Tidak hanya akan disikat Flexi, tetapi juga para pemain seluler,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s