200310 XL Harapkan Pendapatan Sewa Menara Tumbuh 80 %

JAKARTA—PT  XL Axiata Tbk (EXCL) mengharapkan pendapatan dari sewa menara bisa tumbuh sebesar 80 persen pada  2010, setelah pada tahun lalu aset ini berhasil berkontribusi sekitar 600 miliar rupiah.
Pada 2009 dengan pendapatan sebesar 600 miliar rupiah terjadi pertumbuhan sebesar 117 persen karena pada 2008 bisnis sewa menafra menghasilkan omset 277 miliar rupiah.

“Pada tahun lalu ada sekitar empat ribu dari total 10 ribu menara yang disewakan. Tahun  ini kita harapkan jumlah menara yang disewakan bisa mencapai 7 hingga 8 ribu menara. Inilah alasan dipasang pertumbuhan sebesar di atas dari bisnis ini,” ungkap Direktur Jaringan XL Dian Siswarini di Jakarta, Jumat (19/3).

Menurutnya, walau  sewa menara bukan bisnis inti, tetapi karena adanya regulasi menara bersama yang mengharuskan satu menara digunakan dua atau tiga operator, menjadikan peluang untuk mendapatkan pendapatan. “Tahun lalu masih belum tinggi penyewaanya mungkin karena site yang ditawarkan belum sesuai dengan site planning dari penyewa atau kondisi menara yang tidak layak dipakai bersama,” katanya.

Direktur Keuangan XL Willem Lucas Timmermans menambahkan, untuk kebutuhan perseroan sendiri pada tahun ini dalam menempatkan Base Transceiver Station (BTS) tidak akan menambah jumlah menara. “Kita lebih senang menyewa,” katanya.

Berdasarkan catatan, XL menyiapkan belanja modal pada 2010 sebesar 400-450 juta dollar AS dimana sebagian akan diperuntukkan untuk  membangun sekitar 1.500 BTS baru. Pada tahun 2009 jumlah BTS mencapai 19.349 unit, melonjak dari 16.729 BTS pada 2008. Selain itu dana sebesar 112,5 juta dollar AS atau 25 persen dari total belanja modal akan digunakan untuk menambah frekuensi 3G sebesar 2×5 MHz.

Tidak Bagi Dividen
Sementara Presdir XL Hasnul  Suhaimi mengungkapkan, perseroan tidak membagi laba bersih sebagai dividen pada tahun ini. Laba bersih XL pada 2009 sebesar  Rp 1.709.468.218.008,-

“Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) menetapkan dana yang diperoleh dari hasil usaha akan dicatat dalam saldo laba untuk mendukung pengembangan usaha dimana 10 persend ari laba bersih akan dijadikan sebagai cadangan umum,” katanya.

Sementara Willem menambahkan, sesuai dengan pernyataan dari  induk usaha,  Axiata Group Berhard, tak lama lagi XL akan meningkatkan saham di publiK hingga  20 persen. “Pernyataan dari Axiata demikian. Tentang kapan dan bagaimana prosesnya, kita tunggu dari Axiata,” katanya.

Saat ini pemegang saham EXCL adalah Axiata (86,5%), Etisalat (13,3%) dan masyarakat (0,23%). Kepemilikan publik di XL Axiata sangat rendah sehingga sahamnya tidak likuid.

Jika Axiata melepas  20 persen  sahamnya,  diperkirakan bisa menghasilkan lebih dari 2,2 miliar Ringgit atau sekitar  6,094 triliun rupiah. Saat ini XL Axiata tercatat memberikan kontribusi hingga 36% EBITDA Axiata.

Sebelumnya, pada tahun lalu XL  melakukan right issue (penerbitan saham baru)  senilai 2,836 triliun rupiah atau sebanyak 1,418 juta lembar saham guna membayar hutang perseroan.

Dana hasil right issue tersebut akan digunakan untuk membayar utang sindikasi perseroan yaitu DBS Bank Ltd, Export Development Canada, The Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ Ltd, dan Chinatrust Commercial Bank.

Selain itu juga untuk melunasi utang kepada Bank Mandiri, PT Bank Mizuho Indonesia, DBS Bank Ltd, dan pinjaman Export Kreditnamden (EKN) Buyer Credit Facility yang didanai Swedish Export Credit Corporation.

XL sendiri pada tahun ini memiliki  total hutang jatuh tempo sebesar 1,7 triliun rupiah. Perseroan telah menetapkan tidak akan berhutang dan melunasi semua hutang jatuh tempo dengan dana internal.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s