170310 Telkom Kaji Lanjutkan Rute Palapa Ring

JAKARTA—PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) sedang mengaji untuk melanjutkan rute pembangunan serat optik Palapa Ring guna memperkuat backbone data perseroan.

“Telkom sudah memulai Palapa Ring tahap pertama untuk Mataram-Kupang. Sekarang kami sedang mengaji rute lanjutan versi Telkom yakni Mataram-Kendari-Fakfak-Ambon,” ungkap Chief Operating Officer Telkom Ermady Dahlan di Jakarta, Senin (15/3).

Dijelaskannya, saat ini sedang dilakukan kajian teknis serta kelayakan proyek sehingga dana yang dibutuhkan belum dapat ditentukan. “Bisa jadi sama dengan Palapa Ring tahap pertama. Nanti kita lihat saja hasil perhitungannya,” katanya.

Berdasarkan catatan, pembangunan serat optik yang menghubungkan Mataram-Kupang (Mataram-Kupang Cable System)  sepanjang 1.041 km  menelan biaya 52 juta dollar AS dimulai tahun lalu. Pendanaan berasal dari belanja modal perseroan tahun lalu.

Selanjutnya Ermady meminta, jika rute pembangunan Palapa Ring dilanjutkan oleh Telkom, perseroan meminta pemerintah memberikan kompensasi berupa keringanan bea masuk perangkat dan kemudahan dalam pemberian lisensi.

“Kalau bisa kami diberi lisensi tanpa harus membayar dulu. Bagaimana pun komitmen pembangunan infrastruktur selama ini terbukti hanya Telkom yang bisa diandalkan,” katanya.

Kementrian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) sendiri sebelumnya mengaku menyiapkan dana sebesar 700 hingga 800 miliar rupiah untuk lanjutan pembangunan serat optik Palapa Ring di Kawasan Timur Indonesia. Dana tersebut berasal dari pungutan Universal Service Obligation (USO) sebesar  1,25 persen dari pendapatan kotor para operator.

Secara terpisah, laman Wimax.com mengungkapkan, Telkom telah menunjuk PT Teknologi Riset Global (TRG) sebagai penyedia perangkat BWA untuk frekuensi 3,3 Ghz di empat proponsi di Indonesia. Nilai dari transaksi diperkirakan mencapai  14 juta dollar AS.

Ermady sendiri sebelumnya mengungkapkan, perseroan memang sedang melakukan tender penyediaan perangkat untuk BWA 3,3 GHZ dimana ada dua perusahaan yang ikut serta yakni TRG dan Hariff.

Telkom memiliki lisensi 3,3 GHz di tujuh area pindahan dari 3,5 GHz. Selain spektrum itu, Telkom juga memenangkan lisensi 2,3 GHz dengan lebar pita 30 MHz di lima area di Indonesia. Di 3,3 GHz, Telkom memiliki 4000 port dengan delapan kanal dan lebar pita 12,5 MHz.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s