170310 Citilink Harapkan Angkut 1,55 Juta Penumpang

JAKARTA— PT Citilink Indonesia (Citilink) mengharapkan bisa mengangkut 1,5 hingga 1,55 juta penumpang atau lima persen dari total 30-31 juta penumpang Low Cost Carrier (LCC) pada tahun ini.

“Saat ini Citilink sedang berkembang untuk menjadi maskapai dengan target low budgeter yang eksis di Indonesia. Kami menargetkan bisa memikat 5 persen dari total pasar,” ungkap Direktur Strategi dan IT Garuda Indonesia, Elisa Lumbantoruan, di Jakarta, Selasa (16/3).

Diungkapkannya, strategi  yang akan dilakukan untuk mencapai  target tersebut adalah membuka rute Jakarta-Medan pada  15 Maret lalu  dan mulai Mei mendatang akan membuka rute lain yaitu Jakarta-Pekanbaru, Jakarta-Padang, Jakarta-Pontianak dan Jakarta-Makassar. “Ini bagian dari  implementasi target basis Citilink di Jakarta,” katanya.

Sebelumnya Basis Citilink hanya di Surabaya. Citilink mengoperasikan empat unit pesawat yaitu tiga Boeing 737-300 dan satu unit Boeing 737-400.

Elisa mengharapkan,  untuk rute Jakarta-Medan, anak usaha Garuda Indonesia ini mengincar penumpang yaang dulu pernah digarap AdamAir, yaitu budget traveler, penumpang dengan uang pas-pasan.

Pada saat AdamAir masih beroperasi dulu (hingga 2007), pertumbuhan budget traveller dari Medan cukup besar, bisa mencapai 7-10 persen. Tetapi setelah maskapai itu tutup, pertumbuhan stagnan hanya 1,7 persen saja.

Adanya rute baru dari Citilink, diharapkan budget traveller dari Medan bisa ditingkatkan. Setidaknya ditargetkan load factor bisa mencapai 80 persen pada tiga bulan kemudian. Untuk Jakarta-Medan, Citilink hadir dengan harga promosi antara Rp 350 ribu hingga Rp 500 ribu.

“Kami berusaha menggantikan eksistensi AdamAir dengan pelayanan yang lebih safe dan nyaman. Walaupun dengan polla LCC yaitu no frill,” ujarnya.

Secara terpisah, juru bicara Batavia Air Eddy Haryanto mengungkapkan, mulai Senin lalu mulai melayani  penerbangan dari Solo ke Jakarta setiap hari.

“Solo merupakan kota domestik ke-38 yang dilayani oleh Batavia Air. Sebagai kota budaya dan pusat kebudayaan di Jawa Tengah serta kota industri batik yang sudah terkenal di seluruh dunia, tidak lengkap rasanya apabila Batavia Air tidak membuka penerbangan ke kota ini, “katanya.

Berdasarkan catatan, pertumbuhan penerbangan secara total baik  tahun ini adalah 10 persen. Tahun 2009 total jumlah penumpang adalah 43,7 juta sehingga pertumbuhan diperkirakan 49 juta. Sedangkan total pertumbuhan penumpang berbiaya murah tahun ini diperkirakan sebanyak 17 persen. Pangsa pasar penumpang LCC  diperkirakan jumlahnya sekitar 30-31 juta dari total penumpang.

Bidik A320
Pada kesempatan lain, anak usaha Garuda Lainnya,  PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aeroasia, mulai membidik pasar perawatan pesawat jenis A-320, menyusul diperolehnya sertifikat perawatan pesawat A320 dari otoritas penerbangan sipil Eropa (EASA) April tahun ini.

“Kami membidik pasar perawatan domestik untuk jenis A320,” kata Direktur Utama, PT GMF Aeroasia, Richard Budihadianto.

Pada tahap awal  maskapai yang dijajaki kerjasama adalah Indonesia Air Asia dan Mandala Air yang memiliki pesawat jenis Airbus A320.

Menurut dia, jika maskapai nasional mengirimkan perawatan pesawatnya ke GMF, maka mereka bisa menghemat biaya perawatan pesawat dibandingkan perawatan ke luar negeri.

Berkaitan dengan  Mandala yang sudah melakukan kontrak dengan Maintenance Repair Overhaul (MRO) asing, Richard mengatakan, kontrak pasti ada jangka waktunya.

“Jika kontrak tersebut selesai, maka GMF siap untuk menangani perawatan pesawat Mandala,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s