120310 API Desak Rencana Kenaikan TDL Dibatalkan

JAKARTA—Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) mendesak pemerintah membatalkan rencana menaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) yang berpotensi semakin menggerus daya saing industri dalam negeri sehingga berujung pada terjadinya  Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal.

“Menaikkan TDL itu sama saja menurunkan daya saing industri dalam negeri karena biaya produksi meningkat.  Ini sama saja  sudah jatuh tertimpa tangga,” kata Ketua Umum API, Benny Soetrisno,  di Jakarta, Kamis (11/3).

Dijelaskannya, industri TPT merupakan sektor yang sangat terpengaruh dampak kenaikan TDL mengingat penggunaan listriknya sekitar 20-50 persen dari total biaya produksi.

“Saya minta diadakan rapat besok di kantor Menko Perekonomian soal kenapa listrik harus naik. Targetnya TDL tidak naik,” ujarnya.
Disarankannya,  adanya perubahan pola subsidi listrik agar diutamakan pada rakyat kecil yang menggunakan listrik 450 watt per bulan dan industri saja.

“Konsumen industri 450 watt dan industri tarifnya seharusnya lebih murah dari konsumsi seperti mal dan kantor,” katanya.

Benny mengingatkan pemerintah bahwa kenaikan TDL seharusnya dibahas terlebih dahulu dengan DPR untuk mendapatkan persetujuan.
Ia menambahkan kenaikan TDL mengharuskan industri melakukan efisiensi biaya produksi yang bisa berujung pada PHK.

“Tarif multiguna dan daya maksimum untuk industri itu salah, itu men-discourage orang untuk mencetak lapangan kerja. Apalagi sekarang menjelang 1 Mei (hari buruh), ini ada rasa was-was pekerja kena PHK. Ini bisa jadi gerakan massif yang bolanya jadi politis,” tuturnya.

Diungkapkannya,  pengusaha dan PLN akan melakukan pertemuan informal untuk menghitung kemungkinan penghapusan daya maksimum dan tarif multiguna pada

Ia mengharapkan adanya penyelesaian yang saling menguntungkan antara PLN dan industri. “Kita mau menghitung, daya maks dan tarif multiguna dihilangkan posisinya bagaimana, dia juga kehilangan income, kita diperkuat dimananya,” ujarnya.

Menurut Benny, PLN sebenarnya menyanggupi untuk tidak menaikkan TDL, asalkan mendapat pasokan bahan baku dari pemerintah.

“Contohnya, batubara itu royalti pemerintah kan 13,5 persen, tapi diterima dalam bentuk uang. Lebih baik 13,5 persen itu berikan saja pada PLN,” tuturnya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s