090310 Kinerja Indosat Suram

JAKARTA–Kinerja PT Indosat Tbk (Indosat) pada tahun lalu merupakan yang tersuram dibandingkan dua pemain besar seluler  lainnya, PT Telkomsel dan PT XL Axiata Tbk (XL)

Anak usaha Qatar Telecom (Qtel) tersebut tidak berhasil mencatat laporan keuangan positif selama 2009. Tercatat, Pendapatan usaha 2009 sebesar 18,393 triliun rupiah atau turun 1,4 persen ketimbang periode sama tahun lalu sebesar 18,659,1 triliun rupiah.

Penurunan terbesar juga terjadi pada laba  bersih 2009 yang anjlok 20,2 persen atau sebesar 1,498,2 triliun rupiah. pada 2008 laba perseroan mencapai 1,878,5 triliun rupiah.

Penurunan lain juga terjadi pada Earning Before Income Tax, Depreciation and Amortization (EBITDA) 2009 sebesar 8,774,4 triliun atau turun 5,6 persen ketimbang periode 2008 sebesar 9,289,2 triliun rupiah. Ini berujung pada  EBITDA margin 2009 hanya sekitar 47,7 persen atau turun 2,1 persen dibanding 2008 sebesar 49,8 persen.

Hal yang lebih menyedihkan adalah turunnya pelanggan seluler sebesar 9,3  persen dari   36,5 juta pelanggan pada tahun 2008 menjadi 33,1 juta pelanggan di 2009.

Namun, hasil suram tersebut tetap membuat para pimpinan Indosat sumringah. “Kami telah memperlihatkan perbaikan dalam parameter operasional maupun keuangan, dimana telah mulai menunjukkan hasilnya sejak triwulan ketiga, dan berlanjut hingga akhir tahun 2009,” kata President Director dan CEO Indosat Harry Sasongko melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (8/3).

Menurutnya,  perbaikan-perbaikan positif  bukti nyata atas kekuatan Indosat untuk mampu mengimplementasikan strategi berdasarkan pelanggan yang berkualitas secara berimbang. “Tambahan 4,4 juta pelanggan selular dalam triwulan keempat tahun 2009 mendorong peningkatan pendapatan usaha selular lebih dari 12 persen dibandingkan triwulan sebelumnya,” jelasnya.

Harry pun menegaskan, tetap   menyesuaikan dan fokus terhadap penawaran   dalam rangka menyediakan inovasi produk dan layanan dengan kualitas terbaik dalam industri  yang akan meningkatkan nilai bagi pelanggan dan para stakeholder.

Sebelumnya,  XL   pada 2009 berhasil mencetak laba sebesar  1,7 triliun rupiah  atau naik dibandingkan pencapaian 2008 dimana  mengalami kerugian  15,109 miliar rupiah.

Peningkatan laba yang signifikan ini didukung oleh peningkatan pendapatan usaha perseroan sebesar 14 persen menjadi  13,9 triliun rupiah  sepanjang tahun 2009.

EBITDA perseroan juga mengalami peningkatan 21 persen menjadi  6,2 triliun rupiah dibandingkan pencapaian di 2008. Sedangkan pada tahun ini XL menargetkan   pertumbuhan pendapatan mencapai 15 persen atau diatas rata-rata industri dengan EBITDA margin sekitar 45 persen.

Sedangkan pemimpin pasar seluler nasional, Telkomsel, berhasil meraup pendapatan sebesar 40 triliun rupiah pada 2009 atau naik sekitar 10 persen dibanding perolehan tahun sebelumnya. Pada tahun ini perseroan menargetkan   pertumbuhan pendapatan sama dengan tahun lalu atau sebesar 10 persen.

Saat ini penguasa pasar seluler ada Telkomsel dengan 82 juta pelanggan, disusul Indosat (33,1 juta), dan XL (31,4 juta).[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s