090310 Andorid Pun Ikut Dilirik

Kolaborasi SmartFren yang dilakukan oleh Mobile-8 dan Smart diwujudkan dalam bentuk penawaran ponsel akses data dengan harga murah meriah. Langkah ini dianggap tepat oleh banyak pihak karena saat ini segmen yang masih terbuka untuk diakuisisi adalah kalangan menengah bawah.

Bicara akses data, sebenarnya ada peluang lain yang bisa digarap oleh sinergi ini yaitu Andorid. Android adalah sebuah platform terbuka untuk smartphone dari open handset alliance berbasis pada   Linux dan Java. Pengguna  android dapat mengunduh dan meng-install aplikasi via  toko online  android .

Ponsel jenis ini menggunakan layar sentuh dan   multitasking yang memungkinkan aplikasi untuk berjalan di latar belakang sehingga pengguna dapat diberitahu tentang pesan masuk dan aktivitas. Platform ini adalah pesaing terberat dari I-phone besutan Apple dan BlackBerry milik Research in Motion (RIM).

“Kami memang akan menggarap Android, sekarang dalam tahap diskusi dengan pabrikan ponsel,” ungkap Division Head Core Product & Branding Smart Telecom Ruby Hermanto kepada Koran Jakarta belum lama ini.

Smart sangat percaya diri menggeber jasa data karena kapasitas jaringannya belum optimal digunakan. Belum lagi, operator ini sangat serius mengembangkan teknologi data EVDO Rev A dan Rev B tahun ini.

Jika SmartFren nantinya menggarap Android, maka akan bersaing dengan Indosat, Telkomsel, dan XL. Telkomsel telah memulainya pada pertengahan tahun lalu, tetapi belakangan terlihat Indosat yang kencang menggeber platform yang identik dengan Google tersebut.

Lihatlah aksi Indosat yang mengumumkan telah bekerjasama dengan enam pabrikan ponsel dan membuka toko aplikasi virtual Android pertama di Indonesia yang dilabeli i-store.

Division Head BlackBerry & Customer Device Indosat Agung Wijanarko menegaskan, aksi perseroan menggeber Android karena  ingin menantang Telkomsel dalam berjualan iPhone. “Apple sebagai prinsipal iPhone salah strategi dengan menerapkan kontrak eksklusif dalam berjualan produknya. Android dengan sistem open market akan menjadi topik hangat tahun ini,” katanya.

Group Head Vas Marketing Indosat Teguh Prasetya mengatakan, Indosat pun akan membawa ponsel besutan Google ke Indonesia, Nexus One, tak lama lagi. “Ini bentuk keseriusan Indosat menggarap Android,” katanya.

Citra

Langkah Indosat yang ingin dicap paling bernafsu menggeber Indosat ternyata dianggap ringan oleh kompetitornya. “Bagi saya itu tak lebih sebagai pencitraan di pemasaran.   Kalau bicara BlackBerry, persaingan kan sudah  berat. Nah, sekarang ada mainan baru, reputasi sebagai inovator ingin dibangun,” kata  General Manager Direct Sales XL Axiata, Handono Warih.

Warih menegaskan, meskipun juga akan menggarap Android, tetapi pihaknya ingin mencermati perkembangan pasar terlebih dulu. “Ponsel dan perangkat yang menggunakan platform Android  membutuhkan konsumsi bandwidth yang sangat besar. Apalagi  ketersediaan perangkatnya juga masih sangat terbatas. Buat apa terburu-buru kalau pasar butuhnya ponsel bundling murah untuk akses data,” katanya.

Ucapan Warih mungkin ada benarnya jika menilik baru 250 unit ponsel Android  yang terjual di booth Indosat saat pameran komputer beberapa waktu lalu. Bandingkan dengan ponsel bundling XL yang terjual sekitar 4 ribu unit  di ajang yang sama.

VP Channel Management Telkomsel Gideon Edie Purnomo mengatakan, hal yang dibutuhkan sekarang adalah adanya pembicaraan antara Google, operator, dan pengembang aplikasi untuk memasarkan Android.

“Jika itu tidak dilakukan, nantinya ponsel terjual, tetapi tidak diutilisasi. Hanya untuk gaya saja. Seandainya dibiarkan, pihak paling diuntungkan hanya pengembang aplikasi, operator merana karena jaringan “diperkosa” oleh konsumsi bandwitdh yang boros,” katanya.

Telkomsel pun mengaku tidak khawatir dengan langkah Indosat yang terlihat menggebu-gebu menjual Android karena sudah memiliki pengalaman sejak tahun lalu. “Biar saja itu dilakukan, justru bagus untuk edukasi pasar. Kami sendiri sudah menyiapkan beberapa hal untuk mengembangkan Android dan pastinya kita mengajak pengembang aplikasi mendengar kebutuhan pengguna, agar platform itu benar-benar bisa sukses di pasar,” tegasnya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s